TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU – "Kendaraannya cepat sekali," kata Weny Mokoginta, warga Kelurahan Upai, menceritakan detik-detik terjadinya tragedi pada Turnamen Drag Race di Jalan A.P. Mokoginta, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, Minggu (10/8/2026) sekitar pukul 16.30 WITA.
Laju kencang mobil balap Honda Jazz yang dikendarai Tian Ngantung dari Tim Pangeran 05 McJoe itu berujung petaka.
Sekitar 100 meter setelah melintasi garis finis, kendaraan tersebut tergelincir, dan terseret sejauh 30 meter menabrak kerumunan warga hingga memporak-porandakan sebuah gerobak bakso yang berjualan di pinggir jalan.
"Mobil tergelincir dan terseret sejauh 30 meter. Gerobak bakso milik pedagang di situ ikut terhantam," ujar Weny saat dijumpai di kediamannya, Selasa (111/8/2026).
Weny mengaku, sebagai warga setempat, ia memang menyaksikan jalannya perlombaan dari depan rumahnya di seberang jalan yang berjarak sekitar 40 meter dari lokasi kejadian.
Namun, karena laju kendaraan sangat kencang, ia tidak berani keluar dari pagar rumahnya.
"Saya sempat lari masuk ke dalam rumah. Di seberang sana, tempat adik saya berada, memang banyak penonton," tuturnya.
Tak lama berselang, bunyi benturan keras terdengar disusul teriakan histeris warga.
Anak perempuan Weny berlari ke arah rumah sambil berteriak bahwa saudara kandung Weny, Johar Mokoginta, ikut menjadi korban hantaman mobil tersebut.
Situasi di lokasi yang melintasi Kelurahan Upai hingga Kelurahan Pontodon itu pun berubah duka dan kepanikan.
Keributan pecah di tengah kerumunan yang memadati tepi lintasan.
"Ramai sekali, ada yang menangis dan teriak. Di lokasi waktu itu ada personel Brimob yang berjaga. Setelah kejadian langsung ribut di situ. Diperkirakan ada empat orang yang meninggal di tempat," tambah Weny.
Secara keseluruhan, peristiwa ini mengakibatkan delapan orang meninggal dunia dan belasan lainnya mengalami luka-luka.
Johar Mokoginta yang menderita luka serius di bagian kepala, telinga, dan rusuk segera dievakuasi warga bersama petugas Brimob ke RS Pobundayan, sebelum akhirnya dirujuk ke Manado.
Pihak panitia penyelenggara dilaporkan telah menyatakan iktikad baik untuk bertanggung jawab penuh dan menanggung seluruh biaya pengobatan para korban, sementara kepolisian masih melakukan menyelidiki terkait peristiwa ini.
Baca juga: IMI Sulut Investigasi Tragedi Drag Race Kotamobagu, 10 Aspek Keselamatan Jadi Sorotan
(TribunManado.co.id/Riz)
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini