Masalah Buat Man City kalau Erling Haaland Jadi Kapten, Kok Bisa?
Bonifasius Anggit Putra Pratama August 12, 2026 06:33 AM

DARREN STAPLES/AFP
Peluang untuk Erling Haaland menjadi kapten utama Man City bakal sulit di bawah arahan Enzo Maresca.

BOLASPORT.COM - Man City diklaim akan mendapat masalah jika menjadikan Erling Haaland sebagai kapten utama tim pada musim 2026-2027.

Pengakuan gamblang tersebut diungkapkan oleh Enzo Maresca selaku pelatih.

Maresca memiliki alasan tersendiri yang terkesan aneh bagi banyak pihak, tetapi masuk akal untuk Man City terkait posisi kapten.

Jabatan sebagai pemimpin utama ruang ganti The Citizens saat ini memang tengah lowong.

Ban kapten belum memiliki empunya seiring kepergian Bernardo Silva ke Real Madrid musim panas tahun ini.

Hierarki terkait posisi kapten di Etihad Stadium sejatinya sudah ada saat Pep Guardiola berkuasa.

Dalam tingkatannya, pada awal 2025 Guardiola menunjuk Kevin De Bruyne, Bernardo Silva, Ruben Dias, Rodri, lalu Erling Haaland.

Susunannya lantas berubah untuk kapten utama sepeninggal De Bruyne ke Napoli pada musim panas 2025.

Jabatan kapten lantas disematkan kepada Silva per musim 2025-2026.

Musim panas tahun ini menjelang dimulainya musim baru 2026-2027, posisi kapten di tim utama kembali berubah seiring kepergian Silva.

Ada 4 kandidat yang dipertimbangkan oleh Enzo Maresca untuk diintegrasikan menjadi kapten.

Mereka adalah Dias, Rodri, Haaland, dan Foden.

Namun, khusus untuk Haaland, bomber asal Norwegia tersebut tidak akan didapuk sebagai kapten utama di musim baru.

Maresca memiliki alasan kuat yang membuat Haaland tidak masuk kriteria sebagai kapten utama Man City.

Itu dikarenakan setiap tim mencetak gol maka kapten bakal menuju ke pinggir lapangan guna mendengarkan instruksi pelatih terkait taktik baru.

Aturan itu sudah diterapkannya saat di Leicester City dan Chelsea.

Para pemain Man City merayakan gol Erling Haaland ke gawang Liverpool pada perempat final Piala FA di Etihad Stadium (4/4/2026).
DARREN STAPLES/AFP
Para pemain Man City merayakan gol Erling Haaland ke gawang Liverpool pada perempat final Piala FA di Etihad Stadium (4/4/2026).

Dalam hal ini Erling Haaland merupakan mesin gol utama bagi City.

Sejak bergabung dengan klub milik Sheikh Mansour pada musim panas 2022, Haaland tercatat sudah mendulang 162 gol dari 198 laga.

Di Liga Inggris saja dirinya total mengepak 112 gol dari 132 pertandingan.

Oleh karena itu bukan ide yang bagus untuk memplot penyerang berusia 26 tahun tersebut sebagai kapten pertama Man City.

"Di Leicester dan Chelsea, saya punya aturan bahwa ketika kami mencetak gol, kapten harus datang ke bangku cadangan untuk menerima instruksi dan tidak merayakannya," kata Maresca, dikutip dari The Athletic.

"Tapi kalau dia yang mencetak gol, barulah dia boleh merayakannya."

"Kalau Erling jadi kapten, kami bakal punya masalah, Anda bisa bayangkan seperti apa?"

"Menurut saya, meski cuma dua atau tiga menit, selalu ada hal yang perlu disesuaikan."

"Saat ini, kami memiliki tiga atau empat [kapten] dan kami kehilangan satu [Rodri sedang dalam masa pemulihan setelah operasi punggung]."

"Mengenai Rodri [yang dikaitkan dengan Barcelona], kami lihat saja nanti apa yang akan terjadi," pungkasnya.

Enzo Maresca bakal memutuskan jabatan kapten di tim utama Man City dalam waktu dekat.

Pertimbangan terbesar bagi pelatih asal Italia tersebut diyakini mengarah kepada Ruben Dias, Rodri, dan Phil Foden.

Akan tetapi, untuk Rodri, gelandang asal Spanyol tersebut perlu disesuaikan mengingat dirinya tengah menjadi target utama Barcelona.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.