SURYA.co.id, SURABAYA – Event fashion di Jawa Timur tidak hanya menjadi ruang bagi para desainer profesional untuk memamerkan karya, tetapi juga diharapkan menjadi wadah pengembangan kreativitas bagi pelajar, khususnya siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Hal tersebut disampaikan anggota DPRD Prov Jatim Komisi E Rasiyo yang mengatakan, parade fashion seperti Trans Fashion Week 2026 dinilai dapat menjadi sarana bagi para pelaku industri kreatif, termasuk pelajar, untuk mengembangkan potensi dan pengalaman mereka di bidang fashion.
“Saya mendorong betul kegiatan yang dilakukan Trans Icon Mall juga membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, makanya saya dorong alangkah bagusnya kalau lebih bagus lagi melibatkan anak-anak pelajar,” ungkap Rasiyo di Trans Icon Mall, Kota Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (8/8/2026).
Ke depan, keterlibatan pelajar SMK dalam kegiatan fashion akan terus didorong.
Sebab, sejumlah SMK telah memiliki kegiatan dan pembelajaran yang berkaitan dengan fashion sehingga perlu mendapatkan ruang untuk mengembangkan kemampuan mereka.
“Kalau itu dibina dan terus didorong, bisa menjadi kegiatan anak-anak dalam pengembangan tambahan. Ketika nanti digelar, mereka bisa terlibat dengan karya masing-masing,” ujarnya.
Baca juga: Dari Bangku Sekolah ke Juara Nasional, Alumni SMK Ponorogo Jadi Teknisi Honda Terbaik
Kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga diharapkan dapat dilakukan untuk mendorong keterlibatan pelajar dalam kegiatan fashion.
Dengan demikian, siswa tidak hanya mendapatkan pembelajaran di sekolah, tetapi juga pengalaman langsung dalam sebuah ajang fashion.
Dalam kegiatan tersebut, tercatat sekitar 300 orang terlibat, termasuk puluhan model dan desainer dari Surabaya dan sekitarnya.
Kegiatan ini mendapat apresiasi karena dinilai memberikan pengalaman dan ruang bagi para desainer untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.
“Kami mengapresiasi kegiatan ini. Ini menjadi pengalaman yang bagus untuk kegiatan yang ada di Jawa Timur, khususnya memotivasi para desainer agar bisa memberikan karya-karyanya dalam kegiatan fashion,” kata Tiya Nyono selaku Ketua Umum Argadia Citra Indonesia DPD Jatim, juga Founder Perempuan Berbudaya Berkarya Indonesia (PBBI).
Menurutnya, kegiatan fashion juga dapat menjadi agenda tahunan yang melibatkan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan di industri kreatif.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menumbuhkan semangat para desainer di Jawa Timur untuk terus berkarya sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi generasi muda untuk terjun ke industri fashion.
“Ke depan bisa berkolaborasi, sehingga ini bisa menjadi agenda tahunan dan menumbuhkan semangat desainer-desainer yang ada di Jawa Timur untuk bisa berkarya sendiri,” pungkasnya.