TRIBUNJAMBI.COM – Pemerintah Provinsi Jambi bersama instansi lintas sektoral bergerak cepat mematangkan proyek percepatan Pembangunan jalan tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Jambi–Rengat Fase I.
Infrastruktur konektivitas strategis sepanjang 67,45 kilometer ini dipastikan bakal melintasi wilayah administrasi tiga kabupaten sekaligus, yakni Kabupaten Muaro Jambi, Batang Hari, dan Tanjung Jabung Barat.
Kendati ditargetkan mulai masuk tahap konstruksi fisik pada Januari 2027, capaian pembebasan lahan hingga pertengahan Agustus 2026 ini tercatat baru menembus 9 persen.
Porsi lahan yang telah terbebaskan tersebut mencakup sembilan desa terdampak, yaitu dua desa di Kabupaten Batang Hari, enam desa di Kabupaten Muaro Jambi, serta satu desa di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Guna mengurai simpul keterlambatan, Gubernur Jambi Al Haris memimpin langsung Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan JTTS Jambi–Rengat Fase I di Aula Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Jambi.
Rapat strategis tersebut turut dihadiri Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Konektivitas Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Plt Kepala BPJN Jambi, Kepala Dinas PUTR, Kepala Dinas Kominfo, serta Asisten II Setda Provinsi Jambi.
Dalam arahannya, Gubernur Al Haris menegaskan komitmen penuh untuk memacu sisa pembebasan lahan sebesar 91 persen agar tuntas seluruhnya pada akhir tahun ini.
"Penetapan lokasi ditargetkan harus rampung paling lambat 5 September 2026, disusul penyelesaian pembebasan lahan secara menyeluruh pada bulan Desember. Kami sudah sampaikan akhir Desember semua sudah clear and clean. Semua lahan, ruas yang akan dilalui oleh jalan tol Jambi–Rengat itu sudah clear semuanya," tegas Al Haris.
Langkah konkret yang kini tengah ditempuh Pemprov Jambi adalah melakukan revisi Penetapan Lokasi (Penlok) serta pendataan ulang secara menyeluruh terhadap tanah warga maupun Fasilitas Umum (Fasum) yang tergerus jalur tol.
Baca juga: Proyek Tol Palembang-Jambi Masuk Tahap Krusial, Progres Konstruksi Sudah Tembus 85 Persen
Baca juga: Jambi-Palembang Jadi 11 Jam, Jalintim Betung Masih Macet Panjang
"Mungkin juga ada fasum yang kena, mungkin ada sekolah, ada bangunan, ini juga sudah terdata oleh teman-teman semuanya. Kami langsung untuk menyiapkan penlok dan ganti rugi lahannya, ganti untung lahannya. Dana sudah siap untuk dibayarkan ke masyarakat, kami cepat prosesnya. Karena cukup lama juga waktunya nanti itu," tambah Al Haris.
Secara teknis, ruas Tol Jambi–Rengat Fase I ini membentang dari kawasan Simpang Ness hingga wilayah Merlung di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Infrastruktur ini dirancang modern dengan dilengkapi dua simpang susun utama, yakni Simpang Susun Cinto Kenang dan Simpang Susun Merlung.
Proses pengerjaan fisik jalan tol ini nantinya dipecah ke dalam empat paket pekerjaan utama (Paket 1A, Paket 1B, Paket 2A, dan Paket 2B).
Salah satu paket krusial akan difokuskan khusus pada pembangunan Jembatan Hatang Hari sebagai struktur bentang raksasa utama.
Gubernur menginstruksikan seluruh jajaran agar tidak meleset dari tenggat waktu, mengingat ketersediaan anggaran ganti untung bagi masyarakat telah siap disalurkan.
"Desember selesainya semua. Supaya nanti Januari sudah mulai mereka action di lapangan," tutup Al Haris.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Jambi 12 Agustus 2026, Pagi Ini Angin Bertiup Cukup Kencang
Baca juga: 5 Pegawai Beri Kesaksian Korupsi Pengadaan Sucolite di PDAM Tirta Mayang Kota Jambi
Baca juga: Pohon Cengkih dan Akhir Suami di Kerinci setelah Warga Dapati Istri Terkapar