2 Hal Menarik di TPAAF Solo Series 2026: Yel-yel Suporter hingga Gagasan Wisata Olahraga
Muhammad Nursina Rasyidin August 12, 2026 09:30 AM

TRIBUNNEWS.COM - Gelaran Tribun Putih Abu-abu Futsal (TPAAF) Solo Series 2026 di GOR UTP Karanganyar, Jawa Tengah, Selasa (11/8/2026), menyajikan dua hal menarik mulai dari aksi suporter SMA PL Santo Yosef Solo hingga pandangan Wali Kota Solo Respati Ardi soal wisata olahraga.

Puluhan suporter SMA PL Santo Yosef Solo tampil kompak dari atas tribun dengan menyanyikan berbagai yel-yel khas suporter sepak bola Italia untuk memberikan dukungan kepada tim sekolah mereka.

Nyanyian tersebut menggema sepanjang pertandingan dan tidak berhenti meski para pemain SMA PL Santo Yosef harus mengakui keunggulan SMA Negeri 3 Sragen dengan skor 1-5.

Semangat suporter mendapat respons langsung dari para pemain SMA PL Santo Yosef yang menghampiri tribun setelah pertandingan sebagai bentuk apresiasi atas dukungan yang diberikan sepanjang laga.

Manajer tim futsal SMA PL Santo Yosef, Aldo Yunior, mengatakan aksi tersebut bukan sekadar bentuk dukungan spontan, melainkan tradisi yang sudah melekat.

"Itu memang sudah kebiasaan dari kita, bentuk rasa terima kasih dari pemain kepada suporter, ini sudah jadi tradisi," ungkap Aldo melansir TribunSolo.

Baca juga: Perkuat Fondasi Futsal Pelajar di 20 Kota, Tribun Network dan FFI Berkolaborasi Gelar TPAAF 2026

Yel-yel Suporter Jadi Tradisi SMA PL Santo Yosef

Kekompakan antara pemain dan suporter salah satu pemandangan menarik dalam TPAAF Solo Series karena faktanya sebuah tradisi.

Tradisi tersebut juga menunjukkan bahwa kompetisi futsal antar sekolah tidak hanya menjadi tempat bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan di lapangan.

Di sisi lain, pembukaan TPAAF 2026 Solo Series juga mendapat perhatian dari Wali Kota Solo Respati Ardi yang hadir dan membuka turnamen secara simbolis melalui tendangan penalti.

Respati menilai kompetisi futsal antarsekolah seperti TPAAF dapat menjadi wadah bagi pelajar di wilayah Solo Raya untuk menyalurkan bakat serta kemampuan mereka di bidang olahraga.

Menurut Respati, aktivitas olahraga dan pertandingan antarpelajar juga memiliki nilai penting karena dapat menumbuhkan semangat sportivitas di kalangan generasi muda.

Respati Dorong TPAAF Jadi Percontohan Wisata Olahraga

Tidak hanya melihat TPAAF sebagai kompetisi pelajar, Respati juga menilai gelaran tersebut memiliki potensi lebih luas untuk mendukung konsep wisata olahraga yang tengah diusung Pemerintah Kota Solo.

Menurutnya, penyelenggaraan pertandingan olahraga yang mampu mendatangkan peserta, suporter, dan masyarakat dapat menjadi salah satu bentuk kegiatan yang ikut menghidupkan sektor olahraga sekaligus pariwisata di Kota Solo.

"Aktivitas olahraga dan pertandingan semuanya baik di Kota Solo buat semangat melatih sportivitas, terima kasih untuk Tribun, semoga tahun depan ada lagi dan kita selenggarakan di Solo," ujar Respati mengutip sumber yang sama.

Pernyataan tersebut membuka peluang bagi TPAAF untuk tidak hanya menjadi agenda kompetisi futsal pelajar.

Namun juga bisa berkembang sebagai kegiatan olahraga yang mampu menarik perhatian masyarakat dari luar daerah.

Dengan dukungan suporter yang meriah serta dukungan pemerintah daerah terhadap konsep wisata olahraga, TPAAF Solo Series 2026 menunjukkan bahwa pertandingan futsal antar sekolah dapat menghadirkan dampak yang lebih luas daripada sekadar hasil akhir di lapangan.

(Tribunnews.com/Niken) (TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.