IHSG Diperkirakan Kembali Menguat, Investor Wait And See Hasil Review MSCI
Choirul Arifin August 12, 2026 09:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini diproyeksikan rebound setelah pada perdagangan Selasa kemarin indeks ditutup melemah 97,49 poin atau turun 1,53 persen ke 6.267,88. 

Head of Retail Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan, pelemahan IHSG kemarin sejalan dengan pergerakan bursa global dan Asia. Investor masih mencermati akan kesepakatan perundingan damai Amerika Serikat (AS) dan Iran belu mendapatkan kesepakatan.

Hal tersebut mengakibatkan naiknya harga minyak WTI dan minyak mentah ke level US$ 84 - US$ 89 per barel dan harga emas juga melemah ke level US$ 4.370 per ons troi. Nilai tukar rupiah juga melemah terhadap dolar AS di level Rp 17.883 per dolar AS.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan, tekanan terhadap IHSG terutama berasal dari kembali memanasnya hubungan AS–Iran setelah tuntutan kompensasi dari AS berpotensi memperumit pembukaan kembali Selat Hormuz. 

“Dampaknya langsung terlihat pada harga minyak, sehingga kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global,” ujarnya dikutip Kontan.

Dari faktor domestik, retail sales Juni 2026 membaik, dengan kontraksi menyempit menjadi -3,0 persen year on year (YoY) dari -3,9 persen pada Mei dan tumbuh 0,7 persen month to month (MoM), menjadi pertumbuhan bulanan pertama dalam tiga bulan.  

Baca juga: IHSG Ambruk 1,33 Persen ke Level 6.280, Ini Penyebabnya

Sentimen positif tersebut belum mampu menahan tekanan global. Investor juga cenderung wait and see menjelang review MSCI pada 12 Agustus, yang berpotensi menjadi katalis penting bagi arah IHSG dan aliran dana asing. 

“Selain itu, pasar mulai mencermati Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI, yang dapat memberikan kepastian terhadap arah kebijakan moneter ke depan,” ungkapnya.

Dia memperkirakan, IHSG berpeluang rebound terbatas dengan support 6.246 dan resistance 6.275 pada perdagangan Rabu (11/8/2026). 

“Investor juga mencermati akan adanya rilis MSCI dan inflasi AS pada pekan ini,” paparnya. Herditya menyarankan investor untuk mencermati saham AMRT di kisaran harga Rp 1.440 - Rp 1.590 per saham, HRUM di kisaran level Rp 910 - Rp 970 per saham, dan ICBP di kisaran Rp 7.800 - Rp 8.200 per saham.

Sementara, Reza memproyeksikan IHSG pada Rabu (12/8/2026) berpeluang mengalami technical rebound setelah terkoreksi cukup dalam.  

Baca juga: IHSG Tutup Bulan Juli 2026 di Zona Hijau, Naik 0,8 Persen ke Level 6.236

Secara teknikal, support berada di 6.200–6.240, dengan potensi rebound menuju resistance 6.300–6.385, selama area support tersebut mampu dipertahankan.

Dari sisi sentimen, pasar akan mencermati rilis inflasi AS Juli, dengan konsensus inflasi headline 3,4 persen YoY dan core 2,5 persen yoy. Selain itu, pengumuman review MSCI pada 12 Agustus menjadi katalis penting yang berpotensi meningkatkan volatilitas.

”Perkembangan konflik AS–Iran dan kondisi Selat Hormuz, serta pergerakan harga minyak dan komoditas, juga tetap menjadi perhatian karena dapat mempengaruhi sentimen risiko global,” ungkapnya.

Dia merekomendasikan beli untuk MEDC, ESSA, dan WIRG dengan target harga masing-masing Rp 1.370 - Rp 1.400 per saham, Rp 715 - Rp 740 per saham, dan Rp 68 - Rp 72 per saham.

Laporan Reporter: Pulina Nityakanti | Sumber: Kontan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.