Sudah Sebulan Beras Premium 5 Kg Langka di Pasar Induk Jakabaring, Pedagang Ungkap Penyebab
Odi Aria August 12, 2026 10:27 AM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Beras premium kemasan 5 kilogram mulai sulit ditemukan di Pasar Induk Jakabaring, Jalan Pangeran Ratu, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Palembang, Sumatera Selatan.

Kondisi tersebut mulai dirasakan pedagang pada Rabu (12/8/2026). Sejumlah pedagang mengaku sudah sekitar satu bulan tidak mendapatkan pasokan beras premium kemasan 5 kilogram dari distributor.

Dalam pantauan Sripoku.com, beberapa toko sembako di Pasar Induk Jakabaring hanya menyediakan beras kemasan 10 kilogram dari berbagai merek.

Beras tersebut dijual dengan harga sekitar Rp165.000 hingga Rp175.000 per karung, atau sekitar Rp16.500-Rp17.500 per kilogram.

Pedagang beras, Dani, mengatakan kelangkaan beras premium kemasan 5 kilogram terjadi karena distributor disebut tidak lagi memproduksi ukuran tersebut.

"Kami sudah satu bulanan ini kosong yang 5 kg, tapi kalau yang 10 kg kami ada banyak," kata Dani, Rabu (12/8/2026).

Menurut Dani, harga beras premium kemasan 10 kilogram juga mengalami kenaikan. Sebelumnya, beras tersebut dijual sekitar Rp150.000-Rp160.000 per karung, kini menjadi Rp165.000-Rp175.000.

"Dari distributor juga sudah tinggi, sedangkan untuk beras SPHP dari pemerintah juga belum masuk lagi," ujarnya.

Pedagang lainnya, Ayu, mengatakan kelangkaan beras kemasan 5 kilogram membuat sebagian masyarakat beralih membeli beras secara kiloan.

"Biasanya banyak yang membeli karungan 5 kg, kini ada yang 2 kilo, ada yang 5 kilo. Jadi kita sediakan kantong besar biar pelanggan enak," katanya.

Ayu mengatakan sebelumnya pedagang bisa mendapatkan sekitar 20 hingga 30 karung beras kemasan 5 kilogram dari distributor.

Namun, pasokan tersebut kini sulit diperoleh. Pedagang berharap beras kemasan 5 kilogram kembali tersedia di pasaran.

Kelangkaan beras premium kemasan 5 kilogram juga dirasakan konsumen. Aminah, salah seorang ibu rumah tangga, mengaku kesulitan mendapatkan beras dengan ukuran tersebut.

"Biasanya saya beli yang 5 kg, tapi sekarang lagi susah dicari, jadi saya beli yang 10 kg," kata Aminah.

Menurutnya, meski beras kemasan 10 kilogram dan 20 kilogram masih tersedia, ukuran 5 kilogram lebih sesuai dengan kemampuan belanja sebagian masyarakat.

Ia juga menyoroti harga beras kemasan 20 kilogram yang kini hampir mencapai Rp380.000.

Aminah berharap pemerintah dapat menghadirkan beras SPHP dalam kemasan 5 kilogram agar masyarakat memiliki pilihan beras dengan harga yang lebih terjangkau.

"Saya minta kepada pemerintah bukan hanya suara saya, melainkan emak-emak yang tengah bingung untuk mengontrol perbelanjaan setiap harinya karena bahan-bahan naik, untuk kembali memproduksi beras ukuran 5 kg," ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.