Diskominfo Donggala Gelar Bimtek Call Center 112, Operator Dilatih Tangani Laporan Darurat
Fadhila Amalia August 12, 2026 11:24 AM

Laporan Wartawan TribunPalu, Misna Jayanti

TRIBUNPALU.COM, DONGGALA - Dinas Komunikasi dan Informatasi (Diskominfo) Kabupaten Donggala menggelar bimbingan teknis (bimtek) layanan Call Center 112 di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Donggala, Kecamatan Banawa, Sulawesi Tengah, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan tersebut dibuka Kepala Diskominfo Donggala, Hermanto.

Menghadirkan dua narasumber, yakni Direktur Trada Telekom Indonesia, Hary Fridayanto, serta Manager Business Development Trada Telekom Indonesia Regional Indonesia Timur, Ade Nining.

Baca juga: Tiga Terduga Pencuri Sawit di Morowali Utara Diamankan Polisi, Sempat Diamuk Warga

Bimtek diikuti puluhan peserta yang terdiri dari perwakilan kecamatan, puskesmas, Polsek, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta operator (call taker) layanan Call Center 112.

Dalam kegiatan itu, peserta mengikuti simulasi penanganan laporan kedaruratan melalui Call Center 112.

Simulasi diawali dengan skenario adanya masyarakat yang menghubungi layanan 112 untuk melaporkan kondisi darurat. 

Operator kemudian menerima panggilan, memverifikasi informasi, dan mencatat data penting, seperti identitas pelapor, lokasi, waktu, serta jenis kejadian.

Data telah diinput langsung diteruskan secara otomatis kepada responder sesuai jenis kedaruratan. Petugas menerima notifikasi darurat melalui telepon genggam agar segera menuju lokasi kejadian.

Setelah penanganan selesai, responder diwajibkan mengunggah dokumentasi serta memperbarui status penanganan di sistem Call Center 112 sebagai bukti bahwa kejadian telah ditangani.

Kepala Diskominfo Donggala, Hermanto, mengatakan Pemerintah Kabupaten Donggala berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang cepat, mudah, responsif, dan terintegrasi melalui penguatan layanan Call Center 112.

Menurutnya, layanan tersebut diharapkan menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperoleh pertolongan secara cepat saat menghadapi kondisi darurat.

"Keterlambatan beberapa menit saja dapat memberikan dampak besar terhadap keselamatan jiwa maupun penanganan suatu kejadian. Karena itu, keberhasilan Call Center 112 tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya," ungkapnya.

Baca juga: Makna Filosofis Logo HUT ke- 74 Donggala: dari Jejak Budaya hingga Semangat Kejayaan

Ia menjelaskan, bimtek tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan operator dan responder agar mampu memberikan pelayanan secara profesional.

Menurut Hermanto, operator atau call taker memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam menerima laporan masyarakat. 

Mereka dituntut mampu berkomunikasi dengan baik, tetap tenang, cepat memahami situasi, melakukan verifikasi informasi, serta menentukan langkah awal penanganan.

Sementara itu, responder bertanggung jawab memberikan respons cepat, tepat, dan terkoordinasi di lapangan dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat maupun petugas.

"Bimtek ini menjadi sangat penting untuk memastikan seluruh petugas memiliki kompetensi, keterampilan, dan kesiapsiagaan dalam menjalankan pelayanan kedaruratan," jelas Hermanto.

Hermanto juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam pengelolaan Call Center 112.

Layanan tersebut harus menjadi bagian dari sistem penanganan kedaruratan yang terintegrasi dengan berbagai instansi, seperti sektor kesehatan, pemadam kebakaran, ketenteraman dan ketertiban umum, kebencanaan, kepolisian, serta unsur pelayanan darurat lainnya.

"Dengan koordinasi yang baik, setiap laporan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara cepat dan tepat sesuai jenis kedaruratannya," ucapnya.

Ia berharap kehadiran Call Center 112 dapat meningkatkan rasa aman masyarakat karena pemerintah mampu hadir memberikan pertolongan ketika warga menghadapi keadaan darurat.

"Pemerintah tidak boleh hanya hadir ketika masyarakat dalam kondisi normal. Pemerintah harus hadir terutama ketika masyarakat menghadapi keadaan darurat dan membutuhkan pertolongan," tuturnya.

Baca juga: Kabel Internet Semrawut Melintang di Jalan Tanggul Selatan Palu, Dua Warga Jadi Korban

Kepala Diskominfo Donggala itu juga mengajak seluruh pihak yang terlibat dalam pengelolaan Call Center 112 untuk membangun budaya kerja yang responsif, disiplin, dan profesional demi meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Donggala. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.