Gelombang Tinggi Hantam Pesisir Selatan DIY, Pantai Baron & Pelabuhan Gesing Terdampak Paling Parah
Hari Susmayanti August 12, 2026 12:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Gelombang laut yang menghantam pesisir selatan DIY pada Selasa (11/8/2026) pagi menyisakan kerusakan parah di sejumlah pantai di Kabupaten Gunungkidul.

Tercatat, puluhan perahu milik nelayan mengalami kerusakan.

Gelombang tinggi lebih dari 4 meter juga menyebabkan jembatan penghubung antara Pantai Buluk dan Pantai Krakal terputus.

Selain itu, hantaman gelombang tinggi juga menyebabkan warung milik warga mengalami kerusakan.

Berdasarkan data sementara, wilayah yang terdampak paling parah adalah Pantai Gesing dan Pantai Baron.

Di pelabuhan Pantai Gesing, ada 11 perahu milik nelayan yang mengalami kerusakan.

Rinciannya, sebanyak empat perahu mengalami kerusakan parah, dua perahu tenggelam dan lima perahu lainnya mengalami kerusakan ringan.

Di Pantai Baron, gelombang tinggi menyebabkan empat perahu mengalami kerusakan berat dan tujuh lainnya mengalami kerusakan ringan.

Dikutip dari Kompas.com, Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Marjono mengatakan total ada 22 perahu milik nelayan yang mengalami kerusakan akibat hantaman gelombang tinggi pada Selasa pagi kemarin.

 "Total ada 22 perahu terdampak. Selain itu jembatan penghubung pantai Buluk dan Krakal putus," kata Marjono saat dihubungi melalui telepon, Selasa (11/8/2026).

Ancaman gelombang tinggi ini menurut Marjono diperkirakan terjadi hingga Sabtu (15/8/2026) mendatang.

Untuk itu pihaknya mengimbau kepada warga untuk waspada.

"Pada 16 dan 17 Agustus mulai ada penurunan," kata Marjono. 

Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Surisdiyanto menambahkan jembatan penghubung antara Pantai Buluk dan Pantai Krakal yang terputus merupakan jembatan yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat.

"Untuk dampak lainnya sementara belum ada, semoga gelombang aman kedepannya," kata Suris. 

Petugas telah mengimbau masyarakat dan nelayan yang beraktivitas di kawasan pantai agar meningkatkan kewaspadaan selama gelombang tinggi.

 "Berkunjung ke pantai masih aman, asal mengikuti imbauan petugas di lapangan," kata Suris.

Di pantai Jungwok, gelombang tingga menyebabkan warung milik warga mengalami kerusakan tingan.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi I Pantai Wediombo, Sunu Handoko Bayu Sagara, mengatakan gelombang tinggi terjadi sejak Senin (10/8/2026).

 Pada Selasa pagi, gelombang bahkan mencapai daratan hingga ke warung warga.

"Ada satu warung kecil pinggir pantai rusak ringan, di Pantai Jungwok," kata Sunu saat dihubungi melalui telepon, Selasa (11/8/2026).

Sunu mengatakan, petugas telah menerima informasi mengenai potensi gelombang tinggi sejak beberapa hari sebelumnya.

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada masyarakat dan nelayan agar dapat melakukan antisipasi.

"Sudah diinformasikan para pedagang sudah mengungsikan dagangannya, sehingga dampaknya tidak begitu banyak," ucap Sunu.

Baca juga: Update Korban Dugaan Keracunan MBG: Masuk RS Lagi, Sejumlah Siswa SMPN 3 Candimulyo Harus Opname

Peringatan Dini BMKG

Adapun pada Rabu (12/8/2026) hari ini, BMKG Stamet YIA sudah mengeluarkan peringatan dini potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di pesisir selatan DIY.

" Peringatan Dini: Waspada potensi gelombang laut tinggi di Perairan Selatan Yogyakarta. Tinggi gelombang laut di Perairan Daerah Istimewa Yogyakarta berkisar antara 2.5 – 4.0 m  (kategori Tinggi),"tulis dalam laporan harian BMKG.

Kerusakan di Bantul dan Kulon Progo

Tak hanya di Gunungkidul, hantaman gelombang tinggi juga menyebabkan kerusakan perahu dan warung milik nelayan di Bantul dan Kulon Progo.

Di Bantul, air laut yang pasang menyebabkan perahu KNMP pecah akibat berbenturan dengan perahu lain serta merobohkan dua bangunan rumah warga.

Sementara di kawasan Pantai Trisik hingga Pantai Glagah, Kabupaten Kulon Progo, hantaman gelombang meluluhlantakkan enam lapak pedagang, tiga warung, dan merusak dua bangunan kamar mandi umum.

​Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, menjelaskan bahwa cuaca laut saat ini sangat fluktuatif dan masyarakat pesisir perlu menaati pedoman keselamatan serta terus memantau peringatan resmi terkait aktivitas maritim di pesisir pantai selatan.

​"Pada hari Selasa, 11 Agustus 2026 ada peningkatan tinggi gelombang laut di sepanjang pantai selatan. Terjadi air pasang hingga menimbulkan kerusakan kapal, bangunan rumah, dan lapak. Namun, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kami kembali mengingatkan masyarakat agar waspada gelombang tinggi di Perairan Selatan Yogyakarta, mengingat tinggi gelombang laut bisa mencapai 2,5 sampai 4,0 meter," jelas Agustinus merujuk pada pembaruan peringatan dini cuaca.

​Berdasarkan prakiraan Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta, kecepatan angin di wilayah perairan selatan DIY diprediksi sanggup menyentuh 35 kilometer per jam.

Kondisi inilah yang memicu tingginya fluktuasi gelombang.

​BPBD DIY terus bersiaga di kawasan pesisir bersama aparat terkait guna membantu nelayan mengevakuasi sisa-sisa perahu serta membersihkan puing bangunan.

Warga pesisir dan wisatawan dilarang keras mendekati bibir pantai hingga situasi dipastikan kembali kondusif, sembari disarankan untuk memantau informasi kebencanaan resmi dan menyiapkan skema evakuasi darurat jika alam menunjukkan anomali lanjutan.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.