Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ahmad Faisol
TRIBUNJATIM.COM, BANGKALAN - Kegiatan lomba gerak jalan tingkat SMA sederajat dan umum di Kabupaten Bangkalan, Minggu (9/8/2026), menuai antusiasme masyarakat.
Antusiasme warga diaktualisasikan melalui beragam kreativitas.
Baca juga: PG Meritjan Kediri Jadi Tuan Rumah Konsolidasi PT SGN, Kejar Target Revolusi 888
Mulai dari penyajian kostum unik hingga gerakan-gerakan yang bersifat hiburan, mewarnai semarak momen lomba Agustusan dalam setiap peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI.
Namun, kemunculan sebuah video yang menyuguhkan tim peserta gerak jalan pria dengan cosplay wanita, menuai sorotan.
Lantaran memperagakan gerakan-gerakan tubuh tidak senonoh di tengah khalayak penonton gerak jalan.
Dalam video berdurasi 1 menit 18 detik yang beredar secara masif di media sosial, tim peserta gerak jalan pria tersebut kompak mengenakan kostum seragam menyerupai penampilan perempuan.
Mulai dari wig atau rambut palsu pirang, topi pantai berwarna merah muda, kaos berwarna putih, rok di atas lutut berwarna putih, serta sepatu dan kaos kaki berwarna putih.
Terpasang pula nomor 380 yang terpasang pada salah satu peserta yang berada di barisan dengan sisi tengah.
"Kalau urusan cosplay atau kostum unik, itu tidak masalah. Tapi ketika gestur tubuh mereka seperti itu, apalagi dengan cosplay wanita seksi, saya sebagai kaum perempuan merasa direndahkan," kata salah satu penonton, Nia Kurnia, kepada TribunJatim.com, Selasa (11/8/2026).
"Ada juga beberapa peserta tim gerak jalan pria yang sama-sama cosplay perempuan, tapi tidak melakukan gerakan-gerakan yang aneh-aneh. Saya melihatnya masih wajar, tapi kalau sambil menampilkan gerakan tubuh yang tidak pantas, itu yang merendahkan nilai-nilai perempuan," pungkas Nia.
Sekretaris I Panitia Pelaksanaan Peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI Kabupaten Bangkalan, Moawi Arif, mengungkapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tentunya kepada masyarakat Kabupaten Bangalan atas ketidaknyamanan tersebut.
"Insiden dari salah satu peserta yang terindikasi kurang pantas dan dipertontonkan di khalayak umum, kami selaku panitia memastikan bahwa peserta tersebut tidak terdaftar dalam pelaksanaan lomba," tegas Arif yang juga menjabat Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangkalan tersebut.
Sejak satu pekan sebelum pelaksanaan lomba, lanjutnya, pihak panitia dalam kesempatan technical meeting (TM) telah memaparkan aturan, hak, dan kewajiban peserta yang telah disepakati bersama.
Termasuk penilaian perlombaan yang telah ditetapkan berdasarkan jarak tempuh dan ketepatan waktu.
"Juga tentang pakaian, kerapian, kekompakan, itu sudah dituangkan dalam technical meeting."
"Bahwa pakaian disepakati tidak lepas dari rambu-rambu dan nilai-nilai sesuai Perda Bangkalan sebagai Kabupaten Dzikir dan Sholawat," jelas Arif.
Ia menambahkan, pihaknya berkoordinasi dengan seluruh panitia bahwa pelaksanaan gerak jalan yang melintasi rute-rute tertentu telah ditempatkan personel pengamanan dari unsur Satpol PP dan kepolisian.
Namun, pihaknya mengakui, masih ada keterbatasan personel sehingga ada celah-celah yang dimanfaatkan peserta tak terdaftar untuk masuk ke rute jalur gerak jalan.
"Sempat dikeluarkan oleh petugas keamanan, tapi yang namanya masyarakat, tetap ingin berpartisipasi. Sekali lagi, kami meminta maaf yang sebesar-besarnya. Ini menjadi atensi dan evaluasi kami di kegiatan-kegiatan mendatang," pungkas Arif.