TRIBUNSUMSEL.COM – Artis Jessica Mila membantah tuduhan terkait hak istimewa atau pemanfaatan "orang dalam" agar bisa lolos masuk ke kawasan Pulau Padar dan Pink Beach saat jalur pelayaran ditutup.
Kunjungan tersebut disorot lantaran bertepatan dengan masa penutupan sementara kawasan tersebut oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo akibat cuaca buruk.
Usai memberikan klarifikasi mengenai ketahuannya soal imbauan keselamatan kapal, Jessica Mila kini kembali angkat bicara untuk meluruskan tuduhan baru yang menyudutkan dirinya.
Baca juga: Kapal Rombongan Jessica Mila Terancam Kena Sanksi, Diduga Terobos Larangan Berlayar ke Pulau Padar
Artis berusia 33 tahun itu dituding sempat mengunggah postingan bernada menyindir di Instagram Story (IGS) yang menyinggung soal "orang dalam"
Melalui tangkapan layar yang dibagikan ulang dari kerabatnya di akun Instagram pribadinya (@jscmila) pada Selasa (11/8/2026), Jessica Mila membantah keras narasi tersebut.
Ia menegaskan bahwa gambar Instagram Story yang beredar luas di media sosial dan diunggah ulang oleh akun-akun hiburan tersebut merupakan hasil rekayasa atau editan oknum tidak bertanggung jawab.
Dalam unggahan pembuktiannya, Jessica Mila memperlihatkan perbedaan mencolok antara unggahan aslinya yang diunggah pada 9 Agustus pukul 13.00 WIB dengan gambar rekayasa yang beredar.
Postingan asli sang aktris sejatinya hanya menampilkan pemandangan sunset indah di perairan Labuan Bajo tanpa tulisan apa pun.
Namun, oleh oknum tersebut, foto pemandangan milik Mila ditambah narasi bernada provokatif: "Sapa yg punya orang dalam itu yg bisa masuk padar dan pink beach."
Baca juga: Jessica Mila Diduga Masuk Pulau Padar Saat Pelayaran Ditutup, Unggahan Orang Dalam Disorot
Guna menghentikan simpang siur serta fitnah yang kian melebar, istri Yakup Hasibuan ini secara tegas menandai gambar palsu itu sebagai editan dan berharap publik tidak terprovokasi.
"Editan - IGS Mila yang dibuat oleh orang yang ga bertanggung jawab," tulis akun tulis @nurrihardi yang diunggah ulang Jessica Mila.
"Semoga ini bisa bantu meluruskan ya," tulis Jessica Mila melengkapi unggahan klarifikasinya.
Sebelum isu postingan "orang dalam" ini mencuat, Jessica Mila telah lebih dahulu memberikan penjelasan mendalam terkait kronologi perjalanan wisatanya ke Taman Nasional Komodo.
Ia menegaskan bahwa keluarganya sangat mengutamakan keselamatan, terlebih perjalanan tersebut turut memboyong anak-anak.
"Aku dan keluarga sangat mengutamakan keamanan dan keselamatan dalam bepergian, apalagi dengan adanya Kyarra dan anak-anak lain di rombongan kami. Untuk penentuan rute perjalanan ini, tentu kami menyerahkan sepenuhnya ke Captain kapal karena seluruh tanggung jawab dan keputusan mengenai rute, keamanan dan keselamatan kami adalah tanggung jawab Captain kapal," terangnya pada Senin (10/8/2026).
Ia meluruskan bahwa seluruh keputusan rute dan keberangkatan diserahkan sepenuhnya kepada nakhoda kapal.
Ia menegaskan, apabila sejak awal pihak kapal menginformasikan adanya bahaya cuaca buruk serta larangan resmi dari otoritas pelabuhan, keluarganya dipastikan akan memilih untuk menunda perjalanan ketimbang mengambil risiko keselamatan.
Namun, ia menegaskan bahwa narasi yang menyebut pihaknya memaksakan diri berangkat meski sudah tahu ada edaran adalah sebuah kekeliruan dan bentuk fitnah.
"Aku sangat paham perasaan dan berempati kepada teman-teman turis dan agents yang harus menunda pelayaran dan dirugikan karena adanya surat edaran mengenai cuaca buruk dari DJPL tersebut, namun adalah TIDAK BENAR dan merupakan fitnah kalau ada yang mengatakan kami telah mengetahui mengenai surat edaran tersebut dari sebelumnya dan seakan-akan kami tetap mengabaikannya, apalagi ada tuduhan bahwa kami memaksa kehendak untuk tetap berangkat," tegasnya.
Di sisi lain, KSOP Labuan Bajo sendiri memastikan akan memberikan sanksi tegas kepada pihak pengelola atau nakhoda kapal yang terbukti nekat berlayar dan melanggar maklumat pelayaran di tengah ancaman cuaca ekstrem.
Atas dugaan pelanggaran itu, KSOP Labuan Bajo telah melayangkan surat panggilan kepada tiga nakhoda kapal yang diduga tetap berlayar ke Pulau Padar.
Ketiga nakhoda tersebut berasal dari dua kapal wisata, yakni King Nepthune dan Sea Safari, serta satu kapal pesiar atau yacht, Grand Maoloekoe.
(*)
Ikuti dan bergabung dalam saluran WhatsApp Tribunsumsel.com