Laporan Muhammad Azzam
TRIBUNBEKASI.COM, BEKASI- Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) memberikan penjelasan mengenai curhatan atlet Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Jawa Barat 2025 dan Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) 2025 kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, karena belum menerima bonus.
Kepala Disbudpora Kabupaten Bekasi Iman Nugraha mengungkapkan, peningkatan prestasi atlet merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan melalui keikutsertaan dalam berbagai kompetisi.
Sepanjang 2025, atlet Kabupaten Bekasi turut berpartisipasi dalam sejumlah ajang penting, di antaranya POPDA Jawa Barat 2025, POPNAS 2025, Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (PEPARPEDA) Jawa Barat 2025, Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (PEPARPENAS) 2025, serta Festival Olahraga Masyarakat Nasional (FORNAS) NTB 2025.
Beragam ajang tersebut menjadi ruang bagi atlet untuk mengasah kemampuan sekaligus mengukur hasil pembinaan di tingkat daerah, Jawa Barat, hingga nasional.
“Prestasi atlet terus kami dorong melalui pembinaan dan keikutsertaan dalam berbagai kejuaraan. Mulai dari POPDA, Pekan Olahraga Paralimpik Pelajar Daerah, dan berbagai event olahraga lainnya,” ujar Iman pada Rabu (12/8/2026).
Seiring dengan capaian tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi juga menyiapkan apresiasi bagi atlet yang berhasil meraih prestasi. Salah satu bentuk apresiasi tersebut berupa pemberian bonus.
Iman mengatakan, realisasi bonus saat ini tengah disesuaikan dengan ketersediaan anggaran daerah. Pemerintah daerah juga melakukan penyesuaian anggaran dengan melihat kembali sejumlah kegiatan yang tidak dilaksanakan.
“Bonus itu tetap ada. Hanya memang ada penyesuaian dalam realisasinya karena berkaitan dengan ketersediaan anggaran,” kata Iman.
Ia menyebutkan, penyaluran bonus atlet dan penggiat olahraga untuk lima event tersebut ditargetkan pada anggaran perubahan tahun 2026.
Sehingga dipastikan dapat dilaksanakan pada November atau Desember 2026, setelah seluruh proses penganggaran dan mekanisme administrasi diselesaikan sesuai ketentuan.
“Insyaallah penyalurannya November atau Desember 2026,” ujarnya.
Iman menegaskan, pemberian bonus merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap perjuangan atlet yang telah membawa nama Kabupaten Bekasi dalam berbagai pertandingan, baik mewakili daerah maupun memperkuat Jawa Barat.
Karena itu, proses penganggaran terus disiapkan agar bonus dapat direalisasikan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Ia juga memastikan penyaluran bonus dilakukan secara langsung kepada penerima melalui rekening masing-masing atlet.
“Bonus diberikan langsung melalui rekening penerima. Selama ini tidak pernah ada pemotongan satu rupiah pun dari pihak dinas kepada para penerima bonus,” kata Iman.
Selain pemberian bonus, Disbudpora terus mendorong pembinaan atlet melalui kompetisi dan kejuaraan sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan prestasi olahraga Kabupaten Bekasi.
Menurut Iman, semakin banyak ruang kompetisi akan memberikan pengalaman sekaligus kesempatan bagi atlet untuk meningkatkan kemampuan dan bersaing di level yang lebih tinggi.
Dengan rangkaian keikutsertaan pada POPDA Jabar 2025, POPNAS 2025, PEPARPEDA Jabar 2025, PEPARPENAS 2025, hingga FORNAS NTB 2025, pembinaan olahraga di Kabupaten Bekasi diharapkan terus melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah.
“Pembinaan dan prestasi atlet tetap menjadi perhatian kami. Kami ingin atlet Kabupaten Bekasi terus berkembang dan mampu memberikan prestasi terbaik di berbagai ajang,” tegasnya.
Atlet Curhat ke Dedi Mulyadi
Diketahui, atlet muda tersebut curhat saat Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menghadiri kuliah umum interaktif bersama calon mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad) di Jatinangor, Jawa Barat, Senin (10/8/2026).
Dalam forum tersebut, ia menampung berbagai aspirasi mahasiswa, termasuk aduan seorang atlet mengenai bonus prestasi olahraga yang tak kunjung diterima.
Di hadapan peserta, Dedi langsung menindaklanjuti keluhan tersebut dengan menelepon Bupati Bekasi.
Bonus tingkat provinsi senilai Rp30 juta disebut sudah ditandatangani oleh atlet, namun hingga kini belum masuk ke tangan penerima.
Dedi meminta agar proses pencairan segera dipastikan dan diselesaikan dalam pekan ini.
Dedi Mulyadi juga mendadak menghubungi Bupati Bekasi setelah menerima keluhan dari atlet POPDA dan POPNAS yang menyebutkan bonus kemenangan mereka belum dicairkan. (Maz)