TRIBUNWOW.COM - Asosiasi Lawyer Muslim Indonesia (ALMI) menduga terdapat pihak lain yang memiliki pengaruh di balik kontroversi tantangan hafalan Al-Qur'an berhadiah minuman beralkohol dalam festival musik The Sounds Project.
ALMI pun meminta kepolisian mengusut secara menyeluruh dugaan penistaan agama yang muncul akibat kegiatan tersebut. Ketua ALMI Zainul Arifin mengatakan pihaknya menduga ada pihak yang lebih besar di balik penyelenggaraan aktivitas tersebut.
"Pasti ada orang-orang besar di balik peristiwa ini. Kita tahu orang-orang yang bermain dalam alkohol ini tidak mungkin orang kecil," ujar Zainul di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Atas dugaan tersebut, ALMI mendatangi Bareskrim Polri untuk menyampaikan aduan masyarakat. Zainul juga menyatakan pihaknya akan mempertimbangkan aksi jika kepolisian tidak segera menindaklanjuti dugaan pelanggaran tersebut.
Kasus ini bermula dari beredarnya video seorang perempuan yang melafalkan Surah Ad-Duha di salah satu booth dalam festival musik The Sounds Project di Jakarta Utara.
Baca juga: Korban Tewas Gempa Kolombia Tembus 250 Orang, Tim Penyelamat Berpacu Cari Korban Selamat
Dalam video tersebut, seorang pengunjung disebut mendapatkan hadiah berupa minuman beralkohol setelah mampu melafalkan salah satu surah Al-Qur'an.
Peristiwa tersebut kemudian menuai kecaman dari berbagai pihak. Pembawa acara atau MC dalam kegiatan tersebut, Ega, telah memberikan klarifikasi mengenai kejadian tersebut.
Ega menjelaskan bahwa tantangan tersebut bermula dari audiens yang berada di depan booth. Menurutnya, sayembara untuk melafalkan salah satu surah Al-Qur'an muncul secara spontan dari pengunjung kepada pengunjung lainnya.
Ega mengakui adanya kelalaian dalam kejadian tersebut dan menyampaikan permintaan maaf atas kontroversi yang muncul.
Baca juga: Suami Dituding Numpang Hidup, Nathalie Holscher Ungkap Alasan Tinggal di Rumahnya
Sementara itu, manajemen The Sounds Project menyatakan kecewa dan mengecam kegiatan tantangan hafalan Al-Qur'an yang dikaitkan dengan pemberian minuman beralkohol tersebut.
Manajemen juga menegaskan sikapnya terhadap peristiwa yang terjadi di salah satu area festival tersebut.(*)