PBNU Tandatangani SK 4 PCNU di Papua Barat Daya
Petrus Bolly Lamak August 12, 2026 01:30 PM

TRIBUNSORONG.COM, AIMAS - Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Faisal Saimima memastikan Surat Keputusan (SK) pengesahan empat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Provinsi Papua Barat Daya yang telah melaksanakan konferensi kini telah ditandatangani PBNU.

Hal itu disampaikan Faisal saat menghadiri Konferensi Wilayah (Konferwil) Ke-I PWNU Papua Barat Daya di Sekretariat PCNU Kabupaten Sorong, Selasa (12/8/2026).

Faisal mengatakan, sebelumnya terdapat empat PCNU di Papua Barat Daya yang telah melaksanakan konferensi, tetapi belum menerima SK pengesahan dari PBNU.

Baca juga: Hadiri Konferwil I, Ketua PWNU PBD: NU Tidak ke Mana-mana, Tapi Ada di Mana-mana

Setelah melakukan pengecekan langsung dengan pengurus PBNU di Jakarta, ia memastikan SK tersebut telah selesai diproses dan ditandatangani.

“Tadi saya ingin mengecek. Ada empat PCNU yang sudah konferensi, tapi belum memperoleh surat pengesahan. Alhamdulillah, setelah saya cek, ternyata jam 6 atau setengah 7 pagi tadi di Jakarta, SK sudah ditandatangani,” ujar Faisal.

Menurutnya, pengesahan tersebut merupakan bagian dari penataan organisasi NU di Tanah Papua setelah terbentuknya sejumlah provinsi baru.

PWNU Papua Barat Daya Masih dalam Masa Percobaan

Faisal menjelaskan, PWNU Papua Barat Daya merupakan hasil pemekaran dari PWNU Papua Barat. 

Sementara itu, PWNU Papua melahirkan PWNU Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan.

Sesuai aturan organisasi NU, kepengurusan PWNU hasil pemekaran tidak dapat langsung ditetapkan sebagai kepengurusan definitif. 

Organisasi harus melalui masa percobaan selama dua tahun sebelum memasuki proses definitif.

“Karena sesuai dengan aturan Nahdlatul Ulama, maka tidak bisa langsung kita definitifkan. Harus melalui tahapan yang namanya masa percobaan, dan waktunya dua tahun,” jelasnya.

Baca juga: Disperindag Dorong UMKM Papua Barat Daya Urus Sertifikasi Halal

Ia mengatakan masa percobaan PWNU Papua Barat Daya bersama sejumlah PWNU hasil pemekaran lainnya akan berakhir pada Agustus 2026. Karena itu, Konferwil menjadi tahapan penting untuk menentukan kepengurusan definitif.

“Untuk mendefinitifkan masa percobaan ini, harus melalui tahapan namanya Konferensi Wilayah. Maka saat ini kita melaksanakan Konferwil yang pertama,” katanya.

Faisal juga mengapresiasi pelaksanaan Konferwil Ke-I PWNU Papua Barat Daya. 

Menurutnya, antusiasme PCNU, badan otonom NU, serta dukungan pemerintah daerah menunjukkan perkembangan positif organisasi NU di wilayah tersebut.

Apresiasi itu disampaikan setelah dirinya mengunjungi sejumlah wilayah di Tanah Papua untuk menghadiri berbagai agenda organisasi NU, termasuk konferensi wilayah dan konferensi cabang.

“Untuk Papua Barat Daya, alhamdulillah saya lihat antusiasmenya PCNU, kemudian para badan otonom, apalagi dukungan dari pemerintah daerah. Ini merupakan harapan besar kami,” ujarnya.

Baca juga: Dinsos PPPA Papua Barat Daya Bentuk Puspaga untuk Cegah Kekerasan Anak

Ia menilai kaderisasi NU di Papua Barat Daya juga mulai menunjukkan hasil. 

Sejumlah kader NU telah mengambil peran di pemerintahan maupun lembaga perwakilan.

Menurut Faisal, kondisi tersebut menjadi indikator bahwa khidmat dan pengabdian kader NU di daerah telah berjalan dengan baik.

“Ini menunjukkan bahwa salah satu perkhidmatan kader-kader ulama yang ada di sini itu berjalan dengan baik,” katanya.

Faisal Minta Sekretariat NU Tak Hanya Berisi Stempel

Dalam kesempatan tersebut, Faisal meminta jajaran PCNU di Papua Barat Daya memperkuat fungsi sekretariat sebagai pusat aktivitas organisasi.

Menurutnya, sekretariat penting untuk memastikan roda organisasi berjalan aktif dan tidak hanya bergantung pada kegiatan seremonial.

Ia mengaku melihat langsung kondisi sejumlah sekretariat NU di Papua Barat Daya yang masih menggunakan tempat sementara. 

Baca juga: Sosialisasi Perlindungan Anak dan Guru SLB Se-Papua Barat Daya Cipatakan Sekolah Aman dan Inklusif

Namun, menurutnya, kondisi tersebut bukan persoalan selama organisasi tetap memiliki ruang untuk menjalankan aktivitas.

“Minimal kontrak. Jangan sampai organisasi itu ada di dalam tas, isinya stempel,” tegas Faisal.

Ia berharap setelah kepengurusan definitif terbentuk, NU di Papua Barat Daya semakin aktif melakukan konsolidasi, memperkuat kaderisasi, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Konferwil Ke-I PWNU Papua Barat Daya mengusung tema “Bergerak, Berdayakan Umat Memasuki Abad Ke-2”. 

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi NU Papua Barat Daya untuk memasuki fase kepengurusan definitif sekaligus memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat. (tribunsorong.com/ismail saleh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.