TRIBUNJATENG.COM, BATANG – Target pendapatan parkir Kabupaten Batang tahun 2026 dipatok sekitar Rp800 juta.
Namun, memasuki periode triwulan ketiga, realisasinya masih belum mencapai target 75 persen yang ditetapkan.
Kondisi tersebut membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Batang harus bekerja lebih keras mengejar penerimaan hingga akhir tahun.
Pengawasan setoran juru parkir juga menjadi perhatian agar tidak ada potensi pendapatan daerah yang hilang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kabupaten Batang, Agung Widodo, mengatakan target Rp800 juta tersebut berasal dari pengelolaan parkir dengan jumlah pemegang Surat Perintah Kerja (SPK) sebanyak 214 orang.
“Target kami di tahun ini dengan jumlah SPK yang menerima ada 214. Target satu tahun sekitar di angka Rp800 juta,” kata Agung kepada Tribunjateng, Rabu (12/8/2026).
Dia mengakui mengejar target pendapatan parkir bukan perkara mudah. Aktivitas parkir sangat bergantung pada kondisi dan dinamika di lapangan.
Baca juga: Viral MC Hajatan di Sragen Babak Belur Dikeroyok Warga Gegara Musik Hendak Dihentikan
Karena itu, Dishub berupaya memastikan kewajiban setoran berjalan sebagaimana mestinya.
“Kami berharap jangan sampai terjadi kebocoran,” tegasnya.
Agung juga mengingatkan juru parkir agar tidak menunggak kewajiban setoran.
Selain itu, petugas yang melakukan penarikan di lapangan diminta tidak menyalahgunakan uang parkir yang seharusnya disetorkan.
“Kami berharap teman-teman itu amanah. Jangan sampai yang harusnya disetor malah dipakai,” ujarnya.
Berdasarkan evaluasi sementara, realisasi pendapatan parkir saat ini berada di kisaran Rp 503 juta.
Perwakilan Dishub Batang, Lantri, mengatakan capaian ideal pada triwulan ketiga seharusnya sudah mencapai 75 persen dari target tahunan.
Dengan target sekitar Rp800 juta, angka tersebut setara kurang lebih Rp595 juta.
Artinya, masih terdapat kekurangan sekitar Rp90 juta untuk mengejar target triwulan ketiga.
Meski demikian, Dishub masih memiliki waktu hingga berakhirnya periode triwulan ketiga untuk mengejar kekurangan tersebut.
Agung pun menyatakan tetap optimistis target tahunan dapat tercapai.
“Harapannya sampai dengan Desember, target yang sudah dibahas dan disetujui di angka Rp800 juta itu bisa tercapai,” tutupnya. (Ito)