Tertimpa Pohon Kedondong, 7 Perempuan yang Numpang Pikap Tewas, Dimakamkan dalam Dua Liang
Murhan August 12, 2026 03:08 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Tertimpa pohon kedondong, tujuh perempuan yang menumpang pikap tewas. Mereka kini dimakamkan dalam dua liang.

Sebelumnya, pikap Minibus Suzuki BL 8160 AN membawa sebelas penumpang tertimpa pohon besar jenis kedondong di jalan nasional, tepatnya di Gampong Tanjong Krueng, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.

Adanya insiden maut menyebabkan tujuh penumpang meninggal dunia, yang semuanya perempuan.

Berdasarkan informasi dihimpun Serambinews.com, kejadian tersebut bermula saat mobil bak terbuka jenis Suzuki meluncur di jalan nasional dari arah Banda Aceh menuju RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli. 

Diduga pikap yang membawa sebelas penumpang hendak menjenguk orang sakit di RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigl, yang berangkat dari Gampong Puli, Kecamatan Grong-Grong. 

Baca juga: Plt Kepala KUA Tewas Ditusuk Tetangga, Awalnya Cekcok Masalah Parkir Mobil di Depan Rumah Pelaku 

Namun, saat itu terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang. 

Nahas, saat pikap memasuki jalan dua jalur arah dari Banda Aceh, tiba-tiba satu pohon besar jenis kedondong berada di pinggir jalan tumbang yang menimpa pikap tersebut.

Sehingga penumpang di belakang dan sopir terhimpit pohon besar tersebut. Proses evakuasi berlangsung dramatis, karena pohon kedondong harus dipotong menggunakan chainsaw.

Sehingga saat pohon di ataa pikap dipindah, jasad penumpang dievakuasi satu persatu dengan mobil yang melintas, untuk dibawa ke RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli.

Kondisi pikap rusak parah setelah ditimpa pohon besar jenis kedondong.

Kapolres Pidie, AKBP Jaka Mulyana SIK MIK, yang ditemui Serambinews.com, di RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli, Selasa (11/8/2026) mengatakan, tujuh penumpang Pikap Minibus Suzuki meninggal dunia. Semuanya perempuan, dari 12 penumpang termasuk sopir.

"Jasad korban yang meninggal dievakuasi di IGD RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli. Sementara lima orang mengalami luka-luka terdiri tiga anak-anak, satu wanita dan satu pria sebagai sopir yang selamat dalam kejadian tersebut," sebutnya. 

Kata Kapolres Pidie, mobil bak terbuka itu dari kampung hendak pergi membezuk keluarganya yang sakit di RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli.

"Kasus ini telah ditangani Unit Laka Polres Pidie. Mobil pikap telah ditarik ke Mapolres Pidie," pungkasnya. 

Dimakamkan Satu Liang

Tujuh korban yang meninggal tertimpa pohon direncakan akan dikebumikan di dua liang di Gampong Puli, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, Rabu (12/8/2026), hari ini. 

Ketujuh korban meninggal dalam tragedi pohon besar jenis kedondong tumbang menimpa pikap jenis Suzuki Carry BL 8160 AN, saat rombongan dalam perjalanan menuju RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli. 

Data polisi tujuh penumpang meninggal, dan lima selamat termasuk sopir mengalami luka berat. Kelima korban masih dirawat di RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli. 

"Ketujuh jenazah akan dikebumikan di dua liang. Satu liang empat jenazah dan satu liang tiga jenazah," kata Keuchik Puli, Razali, kepada Serambinews.com, Rabu (12/8/2026).

Ia menjelaskan, saat ini warga melaksanakan fadhu kifayah terhadap proses dikebumikan ke tujuh korban.

Selain itu, masyarakat datang ke rumah duka untuk memberikan semangat kepada keluarganya yang masih hidup. 

Kata Razali, rombongan itu menggunakan pikap hendak ke rumah sakit menjenguk anaknya bernama Tgk Zainal Abidin, yang dirawat di rumah sakit. 

Dalam rombongan, ternyata ikut ibu kandung Tgk Zainal Abidin bernama Zubaidah (68).

"Zubaidah ibu kandung Tgk Zainal Abidin ikut meninggal. Tgk Zainal Abidin anak pertama dari almarhumah. Tapi, saya tidak mengetahui penyakit apa didera Tgk Zainal Abidin," ujarnya. 

Kronologis Kejadian

Pohon besar jenis kedondong tumbang menimpa pikap jenis Suzuki Carry BL 8160 AN, yang merenggut tujuh nyawa dari 12 penumpang sangat mengejutkan warga. 

Insiden maut itu terjadi di jalan nasional Banda Aceh-Medan, tepatnya di Gampong Tanjog Krueng, Kecamatan Kota Sigli, Pidie, Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 21.00 WIB, saat hujan turun bersamaan angin kencang.

Berdasarkan informasi bersuber dari lepolisian, kejadian itu bermula saat pikap jenis Carry BL 8160 AN membawa 12 penumpang (bukan sebelas penumpang). 

Pikap tersebut dikemudikan M Hidayat, (25)  membawa 12 penumpang dengan tujuan RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli, untuk membezuk saudara sakit di rumah sakit plat merah tersebut.

Mobil tersebut meluncur di jalan nasional Banda Aceh Medan. 

Pikap yang membawa 12 penumpang turun dari jembatan kembar Gampong Baro.

Sekitar 30 meter dari jembatan, tiba-tiba pohon besar jenis kedondong berada di pinggir jalan tumbang menimpa pikap Carry.  

Akibatnya penumpang dibelakang terhimpit dengan kayu besar tersebut.

Proses evakuasi sangat dramatis karena harus memotong kayu pakai chainsaw untuk mengeluarkan jasad korban. 

Evakuasi dilakukan polisi bersama masyarakat untuk memberikan pertolongan membantu korban yang dikeluarkan dari dalam mobil, yang terhimpit pohon tumbang.

Korban bernama, Fatima Wati (50) ibu rumah tangga atau IRT, Zainabon (57) IRT, Nurma Husen (50) IRT, Rafasah (60) IRT, Halimah (68) IRT, Salhiah (76) IRT, Zubaidah (68) IRT meninggal dunia diduga terhimpit kayu yang tumbang menimpa pikap. Ketujuh korban itu warga Gampong Puli, Kecamatan Pidie, sempat dievakuasi ke IGD RSUD Tgk Chik Di Tiro.

Sementara korban lainnya dari gampong yang sama bernama Sapuan (70) IRT, Muhammad Kausar (6) pelajar, Huwaidi (10) pelajar, Ahmad Syahir (11) dan  Hidayat (30) buruh harian lepas mengalami luka berat, yang langsung dievakuasi ke RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli

(Banjarmasinpost.co.id/SerambiNews.com)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.