Terungkap Titik Awal Kebakaran Hebat di Pengantungan Bengkulu Hanguskan 21 Rumah
Rita Lismini August 12, 2026 03:54 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Kelurahan Pengantungan, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu, Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 11.20 WIB.

Dari data yang berhasil dihimpun oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bengkulu, total terdapat 21 rumah yang hangus terbakar.

“Untuk jumlah rumah yang terdampak, berdasarkan informasi dari Pak RW, sementara diperkirakan sekitar 21 rumah,” kata Kadis Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bengkulu, Yuliansyah, Rabu (12/8/2026).

Besarnya jumlah rumah yang terdampak tidak terlepas dari karakter kawasan permukiman yang sangat padat. 

Jarak antarrumah yang berdekatan membuat api berisiko dengan cepat berpindah dari satu bangunan ke bangunan lainnya.

Belum Ada Laporan Korban

Selain kerugian materi, keselamatan warga menjadi perhatian utama dalam penanganan kebakaran tersebut.

Hingga keterangan disampaikan, belum terdapat laporan mengenai adanya korban akibat kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di Kelurahan Pengantungan tersebut.

“Sementara untuk korban, sampai saat ini belum terdapat laporan adanya korban,” ujar Yuliansyah.

Meski demikian, proses penanganan masih berlangsung. Petugas bersama unsur terkait terus melakukan upaya pemadaman dan pelokalisiran api, sementara warga berusaha menyelamatkan barang-barang yang masih dapat diamankan.

Kebakaran Pengantungan menjadi gambaran tantangan penanganan kebakaran di kawasan permukiman padat. 

Selain kecepatan api membesar, akses menuju titik kebakaran menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi proses pemadaman.

Api Pertama Kali Muncul dari Rumah Bedengan

Berdasarkan informasi awal yang diterima dari Ketua RW, titik api pertama kali muncul dari sebuah rumah bedengan yang berada di bagian kolong sebelah kiri kawasan tersebut.

Rumah yang disebut sebagai lokasi awal kebakaran itu diketahui merupakan rumah Bedengan dua pintu

“Informasi awal dari Pak RW, rumah yang pertama kali terbakar berada di bagian kolong sebelah kiri, yakni rumah bedengan dua pintu” jelas Yuliansyah.

Dari titik awal tersebut, api kemudian membesar dengan cepat. Kobaran api yang semakin besar membuat warga kesulitan melakukan upaya pemadaman secara mandiri.

Yuliansyah menjelaskan, informasi mengenai kebakaran tersebut pertama kali diterima petugas melalui layanan darurat 112.

Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan. 

Setibanya di kawasan permukiman, petugas mendapati kondisi bangunan yang sangat padat sehingga ruang gerak kendaraan pemadam menjadi terbatas.

“Rumah-rumah di kawasan ini sangat padat. Tadi kami mendapatkan informasi dari layanan 112 bahwa terjadi kebakaran di lokasi ini,” ujarnya.

Petugas Kesulitan Masuk ke Permukiman

Kondisi permukiman yang padat menjadi persoalan tersendiri dalam penanganan kebakaran Pengantungan.

Bangunan rumah yang berdempetan membuat akses menuju lokasi kebakaran tidak mudah dilalui kendaraan berukuran besar. 

Kondisi tersebut memaksa petugas bekerja dengan ruang gerak yang terbatas.

Di tengah kobaran api, sejumlah warga juga terlihat berupaya menyelamatkan barang-barang berharga maupun perabotan dari rumah mereka.

Petugas turut membantu warga mengamankan barang-barang tersebut dari bangunan yang terdampak kebakaran.

Menurutnya, kepadatan permukiman menjadi salah satu faktor yang membuat unit pemadam kebakaran tidak dapat bergerak secara leluasa.

“Bayangkan, kondisi permukiman di sini sangat padat, sehingga unit kami tidak bisa masuk ke lokasi dengan leluasa,” lanjutnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.