Laporan Wartawan TribunPalu.com, Zulfadli
TRIBUNPALU.COM, PALU - Kementerian Pertanian mencatat produksi durian Indonesia mencapai sekitar 1,37 juta ton pada 2025.
Dari jumlah tersebut, Sulawesi Tengah mencatat produksi durian sebanyak 951.402 kuintal atau sekitar 95.140 ton pada tahun yang sama.
Data tersebut disampaikan Direktur Buah dan Florikultura Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Fausiah T Ladja, saat menghadiri kegiatan Merdeka Ekspor Durian Sulawesi Tengah 2026 di Halaman Kantor Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sulteng, Rabu (12/8/2026).
Baca juga: Bupati Sigi: Pramuka Jadi Garda Terdepan Bentuk Karakter Generasi Muda
Fausiah mengatakan produksi durian Indonesia dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan yang signifikan.
Pada 2025, produksi durian nasional mencapai sekitar 1,37 juta ton dengan luas panen sekitar 105 ribu hektare.
"Indonesia merupakan produsen terbesar durian ketiga di dunia saat ini," kata Fausiah.
Sementara itu, berdasarkan data Dinas TPH Sulteng, produksi durian di Sulawesi Tengah pada 2025 mencapai 951.402 kuintal.
Produksi tersebut berasal dari sekitar 4.658.434 pohon durian dengan luas tanam mencapai 46.584 hektare.
Fausiah menilai besarnya produksi tersebut menunjukkan potensi Sulawesi Tengah untuk dikembangkan sebagai salah satu sentra durian untuk pasar ekspor.
Namun, ia mengingatkan produksi yang besar harus diikuti dengan peningkatan kualitas dan kontinuitas pasokan.
Menurutnya, terdapat sejumlah hal penting yang harus diperhatikan dalam pengembangan ekspor durian, yakni kualitas produk, kontinuitas, persyaratan negara tujuan, branding, dan mapping.
"Empat poin itu yang saya kira perlu kita highlight. Kemudian yang terakhir adalah mapping," ujarnya.
Baca juga: Pasar Modal Indonesia Genap 49 Tahun, Jumlah Investor Tembus 30,3 Juta
Khusus untuk ekspor ke China, Fausiah mengatakan terdapat persyaratan yang harus dipenuhi melalui General Administration of Customs of China (GACC).
Karena itu, kualitas durian harus dikawal sejak dari hulu hingga hilir, termasuk pada tahap pascapanen.
Ia berharap potensi produksi durian Sulteng yang besar dapat diikuti dengan tata kelola yang baik sehingga mampu memperkuat posisi daerah tersebut di pasar ekspor.
"Keberhasilan ekspor bukan hanya seberapa ton durian yang diekspor, tapi juga berapa peningkatan pendapatan petani dan berapa besar nilai tambah untuk daerah," pungkasnya.(*)