Hamka Hamzah Nafas Baru PSIS Semarang, Ogah Dipanggil Coach
khoirul muzaki August 12, 2026 02:29 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG- Hamka Hamzah menjadi salah satu asisten pelatih Widodo C Putro di PSIS Semarang untuk musim 2026/2027.


Kehadiran Hamka menjadi warna tersendiri sebab selain dikenal sebagai legenda Tim Nasional Indonesia, Hamka juga dikenal dengan kemampuan leadershipnya.


Hal itu dibuktikan dengan statusnya sebagai kapten tim di berbagai klub yang pernah dia bela.


Meski sudah berganti profesi sebagai pelatih, Hamka masih lekat dengan panggilan capt.


Bahkan ketika berbincang dengan awak media, Hamka justru ogah jika dipanggil coach.


"Panggil capt saja," kata pelatih asal Makassar, Sulawesi Selatan itu saat menyapa wartawan usai latihan di lapangan Terang Bangsa Semarang.


Disinggung soal keputusan bergabung dengan PSIS, Hamka mengatakan tidak sebatas kesepakatan profesional dengan manajemen.


Hamka menyebut, ia sudah lama kepincut untuk bergabung dengan PSIS.


Bermula ketika dia bermain untuk Arema FC pada tahun 2018. Arema melawat ke kandang PSIS yang masih bertempat di Stadion Moch Soebroto Magelang kala itu.


Di tengah permainan, Hamka mengaku merinding tatkala mendengar suporter PSIS menyanyikan chant Bersinar yang begitu menggema seisi stadion.


"Sebagai pemain tim lawan saya saja merinding, apalagi jadi pemainnya," ungkapnya.


Dalam laga itu Arema FC kalah dengan skor 2-1. Hamka juga sekaligus berencana agar bisa main di Semarang musim depannya.


Namun nasib tampaknya belum mempertemukan.


Karier Hamka sudah memasuki senjakala sebagai pemain.


Di Arema, dia di sana sampai tahun 2020 lalu musim depannya ia berlabuh ke Persita Tangerang.


Saat ini Hamka mulai menekuni sebagai pelatih. 

Baca juga: Sempat Santap MBG, Kronologi Ratusan Siswa MAN 2 Banyumas Diduga Keracunan


Lisensinya memang masih B AFC namun ia diminta oleh Widodo C Putro untuk membantu membentuk tim, bahkan Hamka diberi tugas khusus untuk melatih barisan lini belakang agar semakin tangguh.


"Sebetulnya masih ingin main. Tetapi sudah nggak boleh sama coach Widodo. Ya semoga bisa bawa PSIS promosi ke Liga 1," terangnya.


Di PSIS, Hamka menjadi mentor untuk para juniornya. 


Bicara soal perjalanan karier, Hamka Hamzah selama berkarir dikenal suka gonta-ganti klub. 


Sebutan Si Kutu Loncat pantas diberikan untuk mantan bek tengah yang juga punya insting gol tinggi itu.


Sejumlah tim yang pernah ia bela seperti Persija Jakarta, Persipura Jayapura, Arema FC, Persisam Samarinda, sampai Sriwijaya FC.


Selama berganti klub pula, Hamka tampaknya punya peruntungan yang baik di Jawa Timur. 


Maka tak heran Persik Kediri dan Arema FC punya kesan mendalam selama ia bermain di sana.


Bahkan, Hamka juga fasih berbahasa jawa.


"Saya kalau di klub memang semusim-semusim. Cuma kalau di Jatim mungkin karena saya balik lagi jadi kesannya lama," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.