TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Tradisi Robo-Robo 2026 di Waterfront Mempawah, Rabu 12 Agustus 2026, berlangsung meriah.
Sejak pagi, masyarakat memadati kawasan tersebut untuk mengikuti doa bersama hingga saprahan 1.000 ketupat.
Warga datang dengan membawa beragam hidangan, mulai dari ketupat, kue hingga makanan lainnya.
Baca juga: Robo-Robo Pontianak Digelar di Tengah Kemarau, Edi Kamtono Ajak Warga Berdoa agar Hujan Turun
Suasana kebersamaan semakin terasa ketika masyarakat berkumpul dan menikmati rangkaian tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Menariknya, kemeriahan Robo-Robo tahun ini tidak hanya menarik perhatian masyarakat lokal.
Tradisi tersebut juga memikat wisatawan dari negeri jiran Malaysia.
Salah satunya Azizul, warga asal Kedah, Malaysia, yang sengaja datang ke Mempawah untuk menyaksikan langsung pelaksanaan Robo-Robo.
Azizul mengaku kagum melihat antusiasme masyarakat Mempawah dalam mempertahankan tradisi leluhur.
Baca juga: Dian Sastra Dianugerahi Gelar Datok Petinggi Warta oleh Raja Mempawah XIV di Istana Amantubillah
"Saya sangat senang dan takjub melihat Robo-Robo di Mempawah. Pagi-pagi masyarakat sudah ramai datang membawa ketupat, kue dan makanan," ujar Azizul.
Menurutnya, hal yang paling berkesan bukan hanya kemeriahan acara, tetapi juga kuatnya semangat gotong royong yang masih terlihat di tengah masyarakat.
"Saya lihat gotong royong masih kuat. Adat dan budaya juga masih terjaga. Ini yang membuat saya kagum," katanya.
Azizul juga menikmati berbagai pertunjukan budaya yang menjadi bagian dari rangkaian Robo-Robo. Salah satu yang menarik perhatiannya adalah tradisi berbalas pantun.
"Apalagi ada berbalas pantun. Itu sangat menarik. Budaya seperti ini masih hidup dan terus dijaga oleh masyarakat," ungkapnya.
Bagi Azizul, Robo-Robo bukan sekadar agenda tahunan. Tradisi tersebut dinilainya menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Mempawah kepada masyarakat dari luar daerah, bahkan luar negeri.
Ia berharap tradisi Robo-Robo terus dipertahankan dan diperkenalkan kepada generasi muda agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
"Saya berharap tradisi ini terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda. Kalau terus dilestarikan, Robo-Robo bisa semakin dikenal sampai mancanegara," tuturnya.
Kehadiran Azizul dari Kedah, Malaysia, menjadi warna tersendiri dalam pelaksanaan Robo-Robo 2026.
Dari Waterfront Mempawah, tradisi lokal kembali menunjukkan daya tariknya.
Ketika budaya dirawat melalui kebersamaan, gotong royong dan keterlibatan generasi muda, tradisi tersebut tak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga mampu menarik perhatian hingga melintasi batas negara.