Tak Banyak Kendala, 7 Pemain Asing Baru PSS Sleman Mulai Terbiasa dengan Cuaca Yogyakarta
Hari Susmayanti August 12, 2026 03:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - PSS Sleman menghadapi Super League 2026/2027 memiliki komposisi pemain asing yang cukup berbeda. 

Tim berjuluk Super Elang Jawa itu merekrut tujuh pemain asing baru untuk memperkuat skuadnya.

Mayoritas pemain tersebut juga baru pertama kali merasakan atmosfer sepak bola Indonesia. Mereka di antaranya Moussa Bagayoko, Hiromu Tanaka, Stefan Ashkovski, Melvyn Lorenzen, Matheus Fornazari, dan Pedro Caracoci.

Sementara itu, Christophe Nduwarugira menjadi satu-satunya rekrutan asing baru PSS yang sudah memiliki pengalaman bermain di Indonesia.

Kondisi tersebut membuat proses adaptasi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan PSS, terutama karena para pemain baru harus menyesuaikan diri dengan cuaca dan karakter sepak bola Indonesia.

Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, menilai sejauh ini proses adaptasi para pemain asing barunya berjalan dengan baik. Menurutnya, kondisi cuaca di Yogyakarta justru cukup mendukung persiapan tim selama pramusim.

“Ya, kita beruntung di Jogja cuacanya selalu bagus. Itulah mengapa banyak tim datang ke Jogja untuk pra-musim,” kata Huistra, Rabu (12/8/2026).

Baca juga: Gebyar TJSP Merdeka 2026: 49 Perusahaan di Sleman Salurkan Bantuan Rp6,7 Miliar untuk Masyarakat

Ia menyebut iklim Yogyakarta relatif lebih bersahabat untuk aktivitas olahraga dibandingkan sejumlah kota lain di Indonesia. Kondisi tersebut membantu para pemain baru membiasakan diri dengan rutinitas latihan.

“Dibandingkan dengan banyak kota lain di Indonesia, iklim di sini lebih baik untuk olahraga. Jadi pemain kami sekarang semua pemain baru juga sudah terbiasa dengan berlatih setiap hari,” ujarnya.

Meski demikian, Huistra menyadari tantangan berbeda bisa muncul ketika PSS harus menjalani pertandingan di daerah dengan cuaca yang lebih panas.

“Nanti ketika kita pergi ke tempat lain yang bisa sangat panas, mari kita lihat apa yang terjadi. Tapi saya pikir mereka cukup fit,” tutur pelatih asal Belanda tersebut.

Huistra pun tidak terlalu khawatir jika ada pemain yang belum mampu bermain selama 90 menit penuh. Ia memastikan PSS memiliki opsi pemain pengganti yang siap memberikan kontribusi.

“Dan jika mereka tidak bisa bermain penuh 90 menit, kami punya pemain pengganti yang bagus yang siap masuk,” katanya.

Ketika kembali ditanya apakah sejauh ini ada kendala berarti dalam proses adaptasi para pemain asing baru tersebut, Huistra memberikan jawaban singkat.

“Tidak ada masalah, tidak,” tegasnya.

Dengan waktu persiapan yang masih berjalan, PSS terus mematangkan kesiapan skuad sebelum menghadapi persaingan Super League 2026/2027. 

Chemistry antarpemain dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru menjadi bagian penting dari proses tersebut. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.