TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Suasana aksi mahasiswa di depan Kantor Gubernur Riau mulai memanas, Rabu (12/8/2026) siang.
Ketegangan terjadi setelah koordinator aksi meminta massa bergerak mendekati gerbang masuk Kantor Gubernur Riau.
Massa yang sebelumnya menyampaikan orasi mulai maju. Namun, langkah mereka tertahan oleh barisan aparat keamanan yang sudah berjaga di depan gerbang.
Mahasiswa dan petugas pun berhadapan. Barisan aparat tetap bertahan untuk menjaga pintu masuk kompleks Pemerintah Provinsi Riau.
Dari tengah massa, koordinator aksi meminta Pemerintah Provinsi Riau menghadirkan Plt. Gubernur Riau dan Sekretaris Daerah Provinsi Riau untuk menemui mahasiswa.
"Kami ingin bertemu dengan Plt. Gubernur dan Sekda. Kalau tidak ada, kami akan merangsek masuk ke dalam," teriak koordinator aksi dari tengah kerumunan.
Teriakan tersebut disambut oleh massa yang berada di depan gerbang. Mahasiswa terus mendesak agar pejabat Pemprov Riau datang langsung menemui mereka.
Baca juga: Sudah Ada yang Gratis, Disdik Pekanbaru Ingatkan Sekolah Jangan Lagi Menjual Seragam kepada Siswa
Baca juga: Meresahkan, Pencuri Kabel Beraksi Malam Hari di Siak Raya, Aksinya Terekam CCTV
Aksi ini merupakan kelanjutan demonstrasi ratusan mahasiswa yang berlangsung sejak Rabu siang.
Sebelumnya, massa bergerak dari kawasan Jalan Cut Nyak Dien dan sekitar Perpustakaan Soeman HS menuju Kantor Gubernur Riau.
Mahasiswa datang menggunakan sepeda motor hingga mobil bak terbuka. Mereka membawa bendera organisasi, poster, spanduk kritik, serta keranda bertuliskan "RIP".
Aksi sempat dihentikan ketika azan Zuhur berkumandang. Sejumlah mahasiswa kemudian menggelar salat berjamaah di tengah jalan antara Kantor Gubernur Riau dan Perpustakaan Soeman HS.
Spanduk yang sebelumnya digunakan sebagai atribut aksi dibentangkan di atas aspal menjadi alas salat. Sementara mahasiswa lainnya beristirahat di trotoar dan berteduh di bawah pepohonan dari teriknya matahari.
Usai salat Zuhur, massa kembali melanjutkan aksi. Orasi kembali bergema dari mobil komando hingga akhirnya situasi mulai memanas ketika mahasiswa bergerak mendekati gerbang.
Aksi bertajuk #RiauBertuahRakyatBertaruh tersebut membawa sejumlah persoalan daerah.
Mulai dari kebakaran hutan dan lahan, kondisi jalan rusak, persoalan beasiswa, hingga kasus hukum yang menyeret pejabat.
Hingga aksi berlangsung, aparat kepolisian dan Satpol PP masih bersiaga di depan gerbang Kantor Gubernur Riau.
Sementara mahasiswa bertahan dan meminta Plt. Gubernur Riau serta Sekda menemui massa secara langsung. (Syaiful Misgiono)