Rekomendasi Wisata di Solo: Berburu Barang Lawas hingga Kuliner Tradisional di Pasar Triwindu
Hanang Yuwono August 12, 2026 04:16 PM

 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Kota Solo memiliki beragam destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi, salah satunya Pasar Triwindu Ngarsopuro.

Pasar yang berada di kawasan Ngarsopuro, Jalan Diponegoro, Keprabon, Banjarsari, Solo, ini dikenal sebagai pusat perdagangan barang antik dan benda-benda lawas.

Lokasinya juga strategis karena berada tidak jauh dari Pura Mangkunegaran sehingga wisatawan dapat mengunjungi beberapa destinasi sekaligus dalam satu perjalanan.

Baca juga: Rekomendasi Wisata Murah Meriah di Karanganyar: Taman Pancasila, Bisa untuk Santai hingga Kulineran

Pasar Triwindu telah berdiri sejak 1939 dan memiliki sejarah yang berkaitan dengan Mangkunegaran.

Sejarah Nama Pasar Triwindu

Nama Triwindu berasal dari istilah Jawa yang terdiri dari kata "tri" dan "windu".

Tri berarti tiga, sedangkan satu windu berarti delapan tahun. Dengan demikian, triwindu berarti 24 tahun.

Nama tersebut berkaitan dengan perayaan 24 tahun atau tiga windu masa naik takhta KGPAA Mangkunegara VII.

Pasar ini kemudian dikenal dengan nama Pasar Triwindu dan hingga kini menjadi salah satu ikon wisata sejarah serta perdagangan barang antik di Kota Solo.

Pada awal keberadaannya, pasar tersebut tidak langsung dikenal sebagai pusat barang antik seperti sekarang.

Pasar Triwindu pernah digunakan untuk menjual berbagai kebutuhan masyarakat, seperti kue tradisional, pakaian, majalah, dan koran.

Seiring perkembangan kawasan, Pasar Triwindu kemudian semakin dikenal sebagai tempat berburu barang antik.

Bangunan pasar yang telah mengalami pemugaran juga memiliki karakter arsitektur yang membuatnya menarik untuk dikunjungi.

Baca juga: Rekomendasi Wisata Malam di Klaten, Taman Lampion Hadirkan Suasana Penuh Warna dan Romantis

Surga bagi Penggemar Barang Antik

Daya tarik utama Pasar Triwindu adalah koleksi barang-barang lawas yang dijual para pedagang.

Wisatawan dapat menemukan berbagai benda, mulai dari guci, keramik, lampu antik, topeng, perabot kayu, lukisan, kain batik kuno, hingga uang dan koin lama.

Beberapa kios juga menawarkan onderdil dan benda-benda otomotif yang sudah sulit ditemukan.

Bagi kolektor, aktivitas berburu barang di pasar ini memberikan pengalaman tersendiri karena setiap kios memiliki koleksi yang berbeda.

Tidak jarang pengunjung harus berkeliling dari satu kios ke kios lainnya untuk menemukan barang yang sesuai dengan keinginan.

Selain transaksi jual beli, terdapat pula pedagang yang melayani sistem barter atau tukar tambah barang antik berdasarkan kesepakatan.

PASAR ANTIK SOLO - Barang-barang antik dan kuno yang dijual di Pasar Triwindu di Jalan Diponegoro Keprabon, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Kamis (10/1/2019). Begini asal-usul Pasar Triwindu di Solo. (KOMPAS.com/LABIB ZAMANI)
PASAR ANTIK SOLO - Barang-barang antik dan kuno yang dijual di Pasar Triwindu di Jalan Diponegoro Keprabon, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Kamis (10/1/2019).  (KOMPAS.com/LABIB ZAMANI) (Kompas.com/LABIB ZAMANI)

Bisa Berburu Foto hingga Kebaya Lawas

Tidak hanya berbelanja, wisatawan juga dapat menjadikan Pasar Triwindu sebagai lokasi berburu foto.

Deretan barang antik, ornamen lawas, serta suasana pasar memberikan banyak pilihan latar foto dengan nuansa klasik.

Pasar ini juga dapat menjadi tujuan bagi pencinta busana tradisional yang ingin mencari kebaya lawas.

Koleksi kebaya dengan warna dan desain bernuansa vintage dapat ditemukan di sejumlah pedagang.

Wisatawan dapat menghabiskan waktu dengan berjalan menyusuri lorong pasar sembari melihat berbagai benda yang memiliki karakter dan cerita berbeda.

Baca juga: Rekomendasi Wisata di Karanganyar: De Tjolomadoe, Destinasi Heritage dengan Spot Foto Ikonik

Mencicipi Kuliner di Sekitar Pasar

Berwisata ke Pasar Triwindu juga dapat dilengkapi dengan berburu kuliner tradisional di kawasan sekitarnya.

Salah satu yang cukup dikenal adalah kuliner soto di sekitar Ngarsopuro.

Selain soto, wisatawan dapat menemukan berbagai pilihan makanan tradisional lainnya, termasuk nasi pecel, mi, hingga es puter.

Dengan demikian, kunjungan ke Pasar Triwindu tidak hanya menawarkan pengalaman berbelanja, tetapi juga kesempatan menikmati suasana dan kuliner khas Solo.

Lokasi dan Jam Buka Pasar Triwindu

Pasar Triwindu berada di Jalan Diponegoro, Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Lokasinya dapat dijangkau menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum.

Bagi wisatawan yang datang dari luar kota menggunakan kereta, perjalanan dapat dilanjutkan dari sejumlah stasiun di Solo menggunakan ojek atau transportasi lainnya.

Pasar juga berada tidak jauh dari Jalan Slamet Riyadi sehingga cukup mudah diakses.

Berdasarkan informasi yang tersedia, jam operasional Pasar Triwindu sekitar 09.00-16.00 WIB.

Wisatawan tetap disarankan mengecek kondisi dan jam operasional terbaru sebelum berkunjung karena waktu buka kios dapat berbeda.

Tips Berburu Barang Antik

Bagi wisatawan yang baru pertama kali datang, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli barang antik.

Pertama, cermati kondisi dan keaslian barang. Tidak semua benda lawas yang dijual otomatis memiliki nilai sejarah atau usia yang sama.

Kedua, bandingkan harga di beberapa kios sebelum menentukan pilihan. Berkeliling terlebih dahulu dapat membantu mendapatkan gambaran harga dan kondisi barang.

Ketiga, jika membeli barang berukuran besar, pastikan ukurannya sesuai dengan tempat yang tersedia di rumah.

Wisatawan juga sebaiknya membawa uang tunai secukupnya karena metode pembayaran dapat berbeda di setiap kios.

Bagi penggemar barang antik, kemampuan bernegosiasi juga menjadi bagian dari pengalaman berbelanja di Pasar Triwindu.

(*) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.