Viral Tukang Cukur Jawab “Kata Siapa Sudah Merdeka” Saat Ditegur Camat, Akhirnya Klarifikasi
Rita Lismini August 12, 2026 04:40 PM

TRIBUNBENGKULU.COM - Video Camat Rancabungur, Dita Aprillia, menegur seorang tukang cukur soal pemasangan bendera Merah Putih menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia viral di media sosial.

Video tersebut memperlihatkan Dita mendatangi tempat pangkas rambut di kawasan Bantar Kambing, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Video itu diunggah akun X @txtmedia pada Rabu (12/8/2026) dan kemudian ramai dibicarakan warganet.

Dalam rekaman tersebut, Dita meminta tukang cukur memasang bendera Merah Putih pada keesokan harinya.

“Besok pasang, ya?” ujar Dita.

Tukang cukur kemudian menyinggung soal bendera.

Dita lalu meminta tukang cukur membeli bendera jika memang belum memilikinya.

“Beli dong, masa nggak sanggup. Saya udah ngasih banyak,” lanjut Dita.

Percakapan kemudian berlanjut ketika seorang pria yang berada di lokasi meminta tukang cukur menjelaskan alasan dirinya belum memasang bendera.

“Alasan abang nggak mau memasang bendera apa? Alasan yang saya tanya apa?” tanya pria tersebut.

Pria itu kemudian menyinggung soal kemerdekaan Indonesia dan meminta tukang cukur menjelaskan alasannya kepada Camat.

“Ya, alasannya abang ini kan sudah merdeka. Abang disuruh memasang bendera sama ibu camat. Bu, ini ibu camat, loh. Alasannya apa dulu?” ujarnya.

Tukang cukur kemudian memberikan jawaban singkat.

“Kata siapa sudah merdeka?” jawabnya.

Ucapan tersebut kemudian membuat pria itu kembali meminta penjelasan.

“Iya, jawab. Emang katanya itu belum merdeka? Alasannya belum merdeka apa? Apa alasannya?” tanyanya.

Pria tersebut beberapa kali meminta tukang cukur menjelaskan maksud pernyataannya mengenai Indonesia yang disebut belum merdeka.

“Abang tadi bilang belum merdeka. Apa yang abang pikirkan belum merdeka negara ini? Coba ngomong, silakan,” katanya.

Ia juga menyebut dirinya bersama pihak kecamatan dan menyinggung soal penghormatan terhadap Camat.

“Iya, harus ini, harus dipublikasikan. Kami dari kecamatan, loh. Apa, nggak menghargai ibu camat tadi? Ini adalah dasar perintah dari Bupati,” ujarnya.

Pria tersebut kembali meminta tukang cukur menjelaskan maksud perkataannya.

“Alasan apa tadi abang belum merdeka? Alasannya dulu. Iya, alasannya dulu. Tadi belum merdeka, saya penasaran,” katanya.

Namun, pada beberapa bagian video, suara percakapan terdengar kurang jelas sehingga tidak seluruh perkataan dapat dipastikan secara utuh.

Tukang Cukur Buat Klarifikasi

Setelah video tersebut ramai di media sosial, tukang cukur yang diketahui bernama Nur Hidayat kemudian membuat video klarifikasi.

Dalam video tersebut, Nur Hidayat menyampaikan permintaan maaf atas ucapannya yang menyebut Indonesia belum merdeka.

“Assalamualaikum. Saya Nur Hidayat selaku usaha pangkas rambut yang berada di Bantar Kambing. Dengan ini saya menyatakan permohonan maaf atas ucapan saya yang mengatakan bahwa Indonesia itu belum merdeka,” ujar Nur Hidayat.

Ia juga mengakui pernyataannya tersebut sebagai sebuah kesalahan.

“Kesalahan saya, seharusnya Indonesia itu sudah merdeka. Merdeka,” lanjutnya.

Klarifikasi tersebut kemudian kembali menjadi perhatian warganet.

Sejumlah netizen menilai tukang cukur berada dalam posisi tertekan hingga akhirnya menyampaikan permintaan maaf.

“Memaksa orang ngomong 'MERDEKA' sambil diintimidasi itu adalah definisi paling sempurna dari TIDAK MERDEKA. Abang cukurnya cuma menyuarakan realita rakyat, tapi malah dihadiahi panggung klarifikasi!” tulis seorang netizen.

Netizen lainnya menilai peristiwa tersebut justru menunjukkan masih adanya persoalan yang membuat sebagian masyarakat merasa belum benar-benar merdeka.

“Justru ini bukti bahwa si abang tukang cukur benar... kita belum merdeka! Di bawah tekanan rezim feodal fasis!!!” tulisnya.

Sementara itu, ada pula warganet yang menilai persoalan tersebut seharusnya dapat diselesaikan dengan pendekatan yang lebih santai dan edukatif.

“Sampai minta maaf berarti mereka membuktikan omongan masnya kalau belum merdeka, dan netizen ada di pihak masnya. Emang pejabat itu nggak pinter ya, nggak bisa riding the wave memanfaatkan atensi publik biar namanya naik, harusnya camat tampil ke publik kasih bendera dan edukasi masnya baik-baik,” tulis netizen tersebut.

Hingga kini, video teguran Camat Rancabungur dan video klarifikasi Nur Hidayat sama-sama menjadi perhatian di media sosial.

Peristiwa tersebut kemudian memunculkan perdebatan warganet, mulai dari persoalan pemasangan bendera Merah Putih, cara menegur warga, hingga maksud ucapan tukang cukur mengenai kemerdekaan Indonesia.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.