Panen Raya Desa Binaan Imigrasi di Kampung Desay: Bukti Nyata “Imigrasi untuk Rakyat”
Hans Arnold Kapisa August 12, 2026 04:44 PM

 

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Program Desa Binaan Imigrasi kembali menunjukkan hasil nyata melalui pelaksanaan Panen Raya di Desa SP 2, Kampung Desay, Kabupaten Manokwari, Selasa (11/8/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum untuk melihat langsung hasil pembinaan dan pemberdayaan masyarakat yang dilakukan jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjenim) Papua Barat.

Panen raya dihadiri oleh Kepala Kanwil Ditjenim Papua Barat, Kepala Kanwil Ditjenpas Papua Barat, Kepala Kantor Imigrasi Manokwari, anggota DPRK Manokwari, kepala desa beserta perangkat, kelompok tani, serta masyarakat setempat. 

Dari total 6 hektare lahan binaan, sekitar 1 hektare lahan telah siap dipanen. Hasil ini menjadi bukti bahwa pembinaan berkelanjutan mulai memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Di balik kegiatan pemberdayaan tersebut, terdapat peran strategis Program Imigrasi Membangun Perdesaan dan Pencegahan TPPO/TPPM (PIMPASA).

Baca juga: Kanwil Ditjenim Papua Barat dan PT Conch West Papua Cement Teken PKS Layanan Keimigrasian

Program ini tidak hanya fokus pada pembinaan ekonomi masyarakat, tetapi juga memperkuat pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM) melalui edukasi keimigrasian.

Sosialisasi dilakukan agar masyarakat memahami prosedur keberangkatan resmi ke luar negeri, penggunaan dokumen sah, serta bahaya perekrutan ilegal.

Kepala Kanwil Ditjenim Papua Barat, Asrul, menegaskan bahwa Desa Binaan Imigrasi merupakan wujud perubahan paradigma pelayanan.

“Panen hari ini bukan hanya tentang hasil pertanian. Ini adalah gambaran bahwa ketika Imigrasi hadir, berkolaborasi, dan membangun komunikasi dengan masyarakat, maka kehadirannya memberi dampak nyata. Melalui PIMPASA, kita ingin memastikan masyarakat terlindungi dari ancaman TPPO dan TPPM,” ujarnya.

Kegiatan ini memperlihatkan kuatnya kolaborasi antara Imigrasi, pemerintah desa, legislatif, kelompok tani, dan masyarakat dalam mengembangkan potensi desa.

Lahan yang dikelola bersama tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga menjadi ruang membangun kedekatan dan komunikasi.

Baca juga: Imigrasi Papua Barat Tanam 1.500 Bibit Pohon Kelapa di Lapas Perempuan

Bagi masyarakat Kampung Desay, kehadiran Imigrasi menjadi bukti bahwa institusi pemerintah dapat hadir langsung dan memberi manfaat nyata.

Panen perdana dari 1 hektare lahan binaan menjadi langkah awal untuk mengoptimalkan seluruh potensi 6 hektare lahan.

Ke depan, pembinaan diharapkan terus berlanjut sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Lebih dari sekadar hasil pertanian, panen raya ini menjadi simbol bahwa kehadiran Imigrasi mampu memberdayakan ekonomi desa sekaligus meningkatkan kesadaran hukum keimigrasian.

Semangat tersebut sejalan dengan tagline Direktorat Jenderal Imigrasi, “Imigrasi untuk Rakyat” - komitmen menghadirkan pelayanan, edukasi, perlindungan, dan manfaat nyata bagi masyarakat.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.