Robert Alberts Jelaskan Kronologi Polemik Dengan Persib: Saya Sudah Mengurangi Hak Saya
Mutiara Suci Erlanti August 12, 2026 05:33 PM

 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Persib Bandung sempat terkena FIFA Registration Ban terkait kasus mantan Pelatih Persib, Robert Rene Alberts.

Managemen Persib Bandung telah memberikan klarifikasi dan membayarkan sisa tunggakannya kepada Robert Alberts, namun kini Persib sudah terlepas dari FIFA Registration Ban.

Robert Alberts mengaku, dirinya telah diam mengenai masalah ini cukup lama, dan ada alasannya.

"Saya tidak pernah ingin membawa sengketa pribadi ke ranah publik, atau menciptakan masalah yang tidak perlu bagi siapa pun," ujar Robert Alberts saat memberikan klarifikasinya, Rabu (12/8/2026).

Robert Alberts mengaku, dirinya memilih untuk mengikuti proses yang tepat dan membiarkan FIFA menangani masalah ini.

"Tapi baru-baru ini, saya telah melihat dan mendengar komentar-komentar dari orang-orang yang jelas tidak tahu ceritanya, dan mereka mulai menyalahkan keluarga saya serta diri saya sendiri," kata dia.

Robert mengatakan, sejujurnya, itu tidak baik dan tidak adil juga, jadi, itulah alasan mengapa akhirnya menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

Baca juga: Alhamdulillah FIFA Registration Ban Persib Bandung Dicabut, Ragnar Oratmangoen Cs Bisa Main di ACL

Robert mengaku, dirinya menjelaskan melalui kronologi berdasarkan dokumen-dokumen dan proses FIFA.

"Kembali pada tahun 2021, saya menandatangani perjanjian saya dengan Persib, dan kontrak saya berlangsung hingga Mei 2025. Penting untuk dicatat bahwa saya tidak pernah dipecat pada saat itu, melainkan saya mengundurkan diri dari posisi saya sebagai pelatih kepala. Hal ini juga berkat hubungan baik dengan manajemen pada saat itu," kata dia.

Menurut Robert, manajemen selalu transparan kepadanya, dan mencoba menyelesaikan masalah
pembayaran.

"Saya menunggu dengan sabar untuk tindak lanjut mereka. Manajemen Persib berubah, setelah dengan manajemen yang baru, saya mencoba mendiskusikan pembayaran yang tertunda dalam sebuah rencana pembayaran," kata dia.

Robert memaparkan, pihaknya merundingkan pengaturan pembayaran selama masa durasi kontrak.

"Pada Januari 2025, saya secara pribadi bertemu dengan Aditia (Putra Herawan) dari manajemen baru. Kami duduk berhadapan, mencoba menyelesaikan semuanya bersama-sama, sebuah solusi yang seharusnya lebih baik bagi kedua belah pihak," ujar Robert.

Tentu kata, Robert, dirinya  juga tertarik untuk membantu klub karena memahami situasi mereka, sehingga mencapai kesepakatan untuk melakukan cicilan dari Maret hingga Desember 2025.

"Sebenarnya, saya setuju untuk mengurangi jumlah awal, dan saya bersedia berkompromi, menerima kurang dari jumlah kontrak asli karena saya juga memahami situasi klub dan benar-benar berusaha membantu Persib juga," kata Robert.

Robert menegaskan, jadi ini bukan situasi di mana dirinya tiba-tiba menuntut sesuatu yang tidak masuk
akal dari klub.

"Saya sudah berkompromi, sudah mengurangi apa yang menjadi hak saya, dan menyetujui pengaturan pembayaran dengan niat baik. Yang saya harapkan
setelah itu hanyalah agar perjanjian yang telah ditandatangani tersebut dihormati," ujar Robert.

Robert mengungkapkan, ada satu poin lagi yang ingin diklarifikasi karena dirinya telah mendengar pernyataan bahwa Persib tidak tahu-menahu mengenai kasus ini.

"Saya merasa sulit untuk memahaminya karena ini bukanlah sesuatu yang terjadi secara diam-diam, atau
tanpa sepengetahuan klub. Izinkan saya mengingatkan Anda bahwa kita telah mengadakan pertemuan pada Januari 2025 di mana kita telah menyelesaikan
masalah-masalah ini," kata dia.

Baca juga: Duduk Perkara Persib Bandung Kena FIFA Registration Ban Lagi, Terkait Aduan Robert Rene Alberts

Menurut Robert, klub mengetahui tentang pengaturan pembayaran, klub mengetahui tentang pembayaran yang tertunda, lalu masalah ini dibawa ke hadapan FIFA, dan FIFA mengeluarkan keputusan resmi.

"Ini bukan sekadar klaim pribadi saya atau sesuatu yang saya putuskan sendiri. Ini adalah proses resmi FIFA, bukti-bukti telah diserahkan dan FIFA telah membuat keputusannya," ujarnya.

Robert menjelaskan, FIFA telah menentukan bahwa Persib memiliki kewajiban yang belum diselesaikan
kepadanya, dan memerintahkan pembayaran tahun lalu.

"Ketika pembayaran masih belum dilakukan oleh Persib, konsekuensi di bawah proses FIFA pun mengikuti, termasuk sanksi pendaftaran tahun lalu. Setelah FIFA memerintahkan sanksi tersebut tahun lalu, Persib segera membayar saya, tetapi itu baru sebagian dari
pembayaran," ucapnya.

Menurut Robert,  masih banyak bulan-bulan lainnya yang harus dibayarkan hingga Desember 2025, dan dia mencoba menyelesaikan masalah ini secara langsung sepanjang waktu menghubungi klub.

"Saya inginkan penjelasan mereka, dan saya memberi mereka kesempatan untuk memperbaiki keadaan. Saya diam cukup lama karena ingin melindungi hubungan baik, dan juga karena saya sungguh berharap kita bisa
menyelesaikan semuanya tanpa harus melalui FIFA," tuturnya.

Sayangnya, kata Robert, hal itu tidak terjadi, selama proses berlangsung, dirinya tetap diam,  tidak pergi ke media sama sekali.

"Jadi, ketika orang-orang mengatakan itu adalah keserakahan, atau upaya untuk merugikan klub, atau entah bagaimana saya yang bertanggung jawab atas situasi ini. Saya rasa penting bagi orang-orang untuk mengetahui fakta-faktanya terlebih dahulu baru kemudian mulai berbicara mengenai apa yang mereka anggap benar dan salah," kata dia.

Jadi, menurut Robert, sekarang sudah sangat jelas bahwa orang-orang tahu, itu adalah kesepakatan yang dibuat antara manajemen baru pada Januari 2025, di mana mereka harus membayar sisa uangnya yang jumlahnya sudah lebih sedikit dari sebelumnya.

"Karena uang tersebut tidak dibayarkan, FIFA bertindak sebagaimana mestinya dan saya pun bertindak sebagaimana mestinya. Nilailah situasi berdasarkan fakta, jangan berasumsi, jangan mendengarkan rumor dan tolong jangan berbicara buruk tentang saya atau keluarga saya karena sekarang Anda sudah mengetahui faktanya," kata dia.

Robert mengatakan, sebagai informasi, kemarin Persib telah membayar penuh seluruh jumlah yang tertunda dan kemarin  juga sudah menginformasikan kepada FIFA untuk mencabut sanksi tersebut.

"Dengan ini, saya akan meninggalkan masalah ini dan tidak akan memberikan komentar lebih lanjut lagi. Dan seperti biasa, saya akan mengatakan, bagus," ucapnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.