Usai Piala Presiden, Shin Tae-yong Genjot Fisik Pemain Persija di Thailand
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Persija Jakarta langsung mengalihkan fokus ke persiapan musim 2026/2027 setelah tampil di Piala Presiden 2026.
Macan Kemayoran menuju Thailand untuk menjalani pemusatan latihan selama 13 hari, mulai 10 hingga 23 Agustus 2026.
Pemusatan latihan tersebut menjadi kesempatan bagi pelatih anyar Persija, Shin Tae-yong, untuk membangun fondasi tim sebelum menghadapi kompetisi resmi.
Salah satu perhatian utama pelatih asal Korea Selatan itu adalah peningkatan kondisi fisik para pemain.
Shin menilai Persija belum memiliki cukup waktu untuk mematangkan taktik selama mengikuti Piala Presiden.
Untuk itu, sesi latihan di Thailand dimanfaatkan untuk kembali membangun dasar permainan sekaligus meningkatkan kekuatan fisik skuad.
“Ketika menghadapi pertandingan secara mendadak pada musim ini, para pemain belum bisa menunjukkan taktik tim secara maksimal. Kali ini saya ingin fokus pada dua hal, yaitu kekuatan fisik dasar dan taktik tim," ujar Shin Tae-yong, Rabu (12/8/2026).
Program latihan di Thailand juga dibuat lebih intensif dibandingkan periode sebelum Piala Presiden.
Para pemain menjalani dua sesi latihan setiap hari, yakni pada pagi dan sore.
“Kemarin kami tidak memiliki cukup waktu untuk berlatih taktik karena adanya Piala Presiden. Jadi, selama pemusatan latihan kali ini, kami fokus pada taktik dasar dan kekuatan fisik dasar,” bebernya.
Shin Tae-yong tidak langsung memberikan porsi latihan yang sama kepada seluruh pemain.
Dalam tiga hingga empat hari pertama, tim pelatih lebih dulu melakukan pengukuran kondisi fisik untuk mengetahui kebutuhan masing-masing pemain.
“Kami melakukan pengukuran kondisi fisik para pemain, seperti kekuatan, komposisi tubuh, dan kadar lemak tubuh. Setelah itu, kami menyusun program latihan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing pemain,” ujar eks pelatih Timnas Indonesia tersebut.
Data mengenai massa otot dan kadar lemak menjadi acuan dalam menentukan program latihan.
Dengan pendekatan tersebut, setiap pemain bisa mendapatkan menu latihan yang disesuaikan dengan kondisi fisiknya.
Perhatian terhadap aspek fisik memang menjadi salah satu ciri pendekatan Shin Tae-yong dalam melatih.
Menurutnya, kekuatan tubuh merupakan fondasi penting dalam sepak bola karena berkaitan dengan kemampuan pemain menjaga konsentrasi selama pertandingan.
“Hal paling dasar dalam sepak bola adalah kondisi fisik. Pemain harus memiliki fisik yang kuat agar bisa menjaga konsentrasi dan fokus selama pertandingan. Menurut saya, itu sangat penting," ucapnya.
Meski menempatkan fisik sebagai prioritas, Shin Tae-yong tidak ingin pemain mendapatkan beban latihan secara berlebihan.
Peningkatan kondisi fisik harus dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kebutuhan dan kondisi masing-masing pemain.
“Kami tidak perlu berlatih secara berlebihan. Yang penting adalah membangun kekuatan sesuai dengan kebutuhan pemain. Saya rasa dalam pertandingan melawan Thailand sebelumnya, para pemain juga tidak banyak mengalami cedera,” ujar pelatih asal Korea Selatan tersebut.
Program fisik dan taktik akan terus berjalan secara beriringan selama Persija berada di Thailand.
Shin Tae-yong berharap latihan bersama yang dilakukan secara konsisten dapat meningkatkan kemampuan individu sekaligus kekompakan tim.
“Ke depan kami akan melakukan latihan fisik dan berlatih bersama-sama. Jika kami berlatih bersama secara konsisten, para pemain akan semakin berkembang,” pungkasnya.