2 Kelompok SAD di Merangin Saling Lempar Batu, Gesekan Tumenggung Jon vs Tumenggung Pak Jang
asto s August 12, 2026 06:11 PM

Keributan dua kelompok Suku Anak Dalam di Kabupaten Merangin, dari kelompok Tumenggung Jon dan Tumenggung Pak Jang saling lempar batu. Kejadian di pinggir jalan lintas sebelum BTN Zahdan.

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Pekerja Sosial (Peksos) Ahli Muda Bidang Pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (PKAT) DSPPPA Merangin, Azrul Affandi, menuturkan bentrok antarkelompok Suku Anak Dalam (SAD) terjadi di kawasan Desa Mentawak, Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.

"Diduga dipicu persoalan internal antar kelompok SAD," ujar Azrul saat ditemui TribunJambi.com di ruang kerjanya, Rabu (12/8/2026).

Desa Mentawak dengan Bangko yang merupakan 

Desa Mentawak merupakan sebuah desa di Kabupaten Merangin. Tempat tersebut dikenal  sebagai satu di antara pemukiman menetap kelompok Suku Anak Dalam (SAD). Ada sekira 97 kepala keluarga (KK) SAD di sana.

Dari Bangko, pusat Kabupaten Merangin, lokasi tersebut berjarak sekira 12 kilometer, yang dapat ditempuh dalam 12 menit perjalanan darat.

Peristiwa bentrokan terjadi Senin (10/8/2026) malam.

BENTROKAN SAD - Bentokan antarkelompok Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, sempat memanas. Sempat terjadi saling lempar batu di kawasan Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Merangin, Senin (10/8/2026).
BENTROKAN SAD - Bentokan antarkelompok Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, sempat memanas. Sempat terjadi saling lempar batu di kawasan Jalan Lintas Sumatera, Kabupaten Merangin, Senin (10/8/2026). (Ist)

Azrul mengatakan, awalnya melihat unggahan video di media sosial yang memperlihatkan sejumlah warga SAD berkumpul di sekitar jalan lintas.

"Pada hari Senin (10/8/2026), terjadi permasalahan internal antar kelompok warga SAD di Merangin, di dekat BTN Zahdan di pinggir jalan lintas. Saat itu, saya baru pulang dari kantor sekitar pukul 17.30 WIB dan melihat postingan video di media sosial ada sekelompok warga SAD berkumpul di sekitar jalan lintas," kata Azrul.

Kemudian, Azrul mendatangi lokasi untuk mengetahui persoalan yang terjadi.

Setibanya di lokasi, dia mendapati kelompok warga SAD yang berkumpul merupakan kelompok Tumenggung Pak Jang.

"Saya langsung ke lokasi, ternyata warga SAD yang sedang berkumpul di pinggir jalan lintas itu merupakan warga Tumenggung Pak Jang. Saya bertanya ada masalah apa? Mereka menjawab sedang ada masalah dengan kelompok Tumenggung Jon," jelasnya.

Menurut Azrul, persoalan tersebut berkaitan dengan masalah internal keluarga antarkelompok SAD.

Sebelumnya, kedua kelompok telah melakukan pertemuan dan mediasi secara kekeluargaan untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Baca juga: Macet Jalintim Palembang-Jambi, Apindo: Tambah Beban Dunia Usaha

Dalam pertemuan itu, kedua kelompok disebut telah menyepakati penyelesaian melalui mekanisme denda adat.

"Namun, saat melakukan proses mediasi denda adat itu, ada ucapan yang tidak mengenakkan dari salah satu kelompok warga SAD sehingga terjadi cekcok mulut antara kedua kelompok, yakni kelompok Tumenggung Pak Jang dan Tumenggung Jon," ungkap Azrul.

Cekcok, Lempar Batu

Cekcok tersebut kemudian berkembang menjadi keributan di pinggir jalan lintas sebelum BTN Zahdan.

Dalam keributan itu, kedua kelompok diduga saling melempar batu.

Melihat situasi semakin memanas, Azrul menghubungi aparat untuk membantu melerai kedua kelompok dan menenangkan situasi di lokasi.

"Saya menelepon aparat untuk membantu melerai keributan dan menetralisir suasana di lokasi," tuturnya.

Pemerintah Upayakan Mediasi

Azrul mengatakan dirinya bersama tim dari Dinas Sosial terus berupaya melakukan mediasi agar persoalan antarkelompok SAD tersebut dapat segera diselesaikan.

Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah konflik kembali terjadi serta menjaga kondisi Kabupaten Merangin tetap aman dan kondusif.

Ia juga mengimbau kedua kelompok yang terlibat agar mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan.

Azrul mengingatkan kedua kelompok masih memiliki ikatan keluarga sehingga persoalan tersebut diharapkan tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

"Kami mengimbau kepada seluruh kelompok warga SAD di Kabupaten Merangin untuk berdamai karena masih satu ikatan keluarga," katanya.

Ia juga mengajak seluruh pihak menjaga keamanan dan kondusivitas menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Selalu jaga kondusivitas menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI," pungkasnya. (TribunJambi.com/Frengky Widarta)

Baca juga: Breaking News Pembobol BBM Subsidi di Kota Jambi Pakai Banyak Barcode Dihukum 7 Bulan Penjara

Baca juga: Pengetahuan Masyarakat Adat, Pijakan untuk Masa Depan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.