Cegah Penurunan Permukaan Air Tanah,  Pelaku Usaha di Sleman Didorong Beralih ke Layanan PDAM
Muhammad Fatoni August 12, 2026 06:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Direktur Utama PDAM Tirta Sembada, Edy Nugroho, mengimbau para pelaku usaha di sektor hotel dan restoran di Kabupaten Sleman agar mulai beralih menggunakan layanan air dari PDAM.

Langkah ini dinilai penting sebagai upaya preventif mencegah penurunan permukaan tanah akibat eksploitasi air tanah dalam yang berlebihan.

Edy mencontohkan dampak lingkungan yang telah terjadi di beberapa kota besar di Indonesia.

Misalnya seperti Jakarta, Pantura hingga Semarang. 

"Kalau sumur dalam dibor, dieksploitasi besar-besaran kan nanti permukaan tanahnya akan turun. Ini yang menjadi konsen kita untuk memakai air permukaan," kata Edy, Rabu (12/8/2026). 

Menurutnya, PDAM Tirta Sembada terus berupaya memperluas jaringan dan menyediakan sumber air alternatif, termasuk bekerja sama dengan Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) Tirtatama DIY.

Saat ini, PDAM Sleman telah menerima alokasi air sebesar 150 liter per detik dari PDAB, dan diharapkan ke depan alokasi tersebut dapat ditingkatkan.

Edy mengakui bahwa kesadaran pelaku usaha hotel dan restoran di Sleman untuk beralih ke PDAM sudah cukup baik, dengan lebih dari seratus pelanggan dari sektor niaga, termasuk beberapa hotel besar seperti Pakuwon, Marriott, SCH, dan JCM yang telah memanfaatkan layanan tersebut.

Baca juga: Waspada, Daftar Insiden Kebakaran saat Kemarau di Sleman Makin Panjang

Perusahaan air minum milik Kabupaten Sleman itu juga kini mulai memisahkan jaringan khusus bagi pelanggan niaga berskala besar.

Hal ini untuk memastikan pasokan air yang mengalir stabil. 

"Contohnya yang JCM ini kan, penggunaan tinggi, risiko tinggi ya, kita jadikan jaringan tersendiri.Kalau disatukan dengan itu (sambungan rumah tangga) rawan, kalau beban puncak pasti akan ada yang kalah," jelasnya. 

Edy berkomitmen untuk terus mendatangi dan menjembatani para pelaku usaha melalui pemberian Surat Perjanjian Pelanggan (SPL).

Ini untuk memastikan transisi ke penggunaan air permukaan berjalan secara berkelanjutan.

Sejalan dengan upaya itu, Pemkab Sleman juga tengah memperketat izin penggunaan sumur bor dalam.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menegaskan komitmen pemerintah dalam melestarikan lingkungan jangka panjang.

"Ini kami lakukan pengetatan pemakaian sumur dalam. Pelaku usaha restoran dan hotel kami minta untuk lebih banyak memanfaatkan air dari PDAM," kata dia.(*) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.