Nelayan di Trisik Kulon Progo Libur Melaut Akibat Gelombang Tinggi, Pilih Beralih Jadi Petani
Muhammad Fatoni August 12, 2026 06:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Gelombang laut tinggi kini sedang terjadi di perairan selatan DIY.

Kondisi ini berdampak pada aktivitas masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir, termasuk para nelayan di Kulon Progo yang kini harus menahan diri untuk tidak melaut.

Giyanto, seorang nelayan di Pantai Trisik, Kapanewon Galur, mengaku sudah tidak melaut sejak Senin (10/08/2026) akibat gelombang tinggi.

"Sejak gelombang tinggi muncul ya selama 2 hari ini tidak melaut," katanya ditemui pada Selasa (11/08/2026).

Giyanto mengatakan saat gelombang laut tinggi, ketinggiannya bisa mencapai 3 sampai 4 meter.

Biasanya, ketinggian gelombang laut yang aman untuk melaut di kisaran 1,5 meter hingga 2 meter.

Tingginya gelombang laut akan sangat berisiko bagi nelayan saat hendak berangkat.

Sebab perahu yang digunakan bisa terbalik bahkan pecah akibat terjangan gelombang laut tinggi.

"Bahayanya pas mau berangkat sama kembali ke daratan," ujar Giyanto.

Padahal saat ini juga sedang musim Ikan Gogokan atau Ikan Kakap Cina yang sedang melimpah di perairan.

Harganya bisa mencapai Rp300 ribu per kilogram (kg) untuk Ikan Gogokan kuning.

Namun karena gelombang laut tinggi, praktis para nelayan enggan mengambil risiko jika nekat melaut.

Baca juga: Minibus Adu Banteng dengan Truk Tronton di Wates Kulon Progo, 2 Orang Terluka

Beralih Jadi Petani

Menurut Giyanto, saat ini para nelayan memilih beralih profesi menjadi petani.

"Selama tidak melaut ya beralih ke lahan pertanian untuk persiapan tanam, karena saat ini sedang musim tanam cabai, melon, dan semangka," jelas Giyanto.

Setidaknya ada sekitar 30 sampai 40 nelayan di Pantai Trisik.

Selain jadi nelayan, mereka juga menjadi petani agar tetap ada penghasilan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulon Progo, Aris Widiatmoko mengatakan saat ini para nelayan di sepanjang pesisir Kulon Progo memilih untuk tidak melaut sementara waktu.

Sebab gelombang lautnya cukup tinggi, bahkan sampai merusak bangunan milik warga.

"Nelayan sudah menaikkan perahunya ke daratan karena tidak melaut sementara ini," kata Aris.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan gelombang laut tinggi bisa terjadi selama sepekan ke depan atau setidaknya sampai Jumat (14/08/2026). Ketinggiannya bisa mencapai 4 meter.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.