TRIBUNWOW.COM - Video perdebatan seorang tukang cukur dengan Camat Rancabungur, Kabupaten Bogor, terkait pemasangan bendera Merah Putih viral di media sosial.
Tukang cukur bernama Nurhidayat tersebut menjadi sorotan setelah menolak memasang bendera di depan tempat usahanya.
Dalam video yang beredar, Nurhidayat terlihat sedang mencukur rambut seorang pelanggan ketika Camat Rancabungur datang.
Camat kemudian meminta Nurhidayat memasang bendera Merah Putih di depan kiosnya.
"Besok pasang ya (benderanya)," kata Camat Rancabungur.
"Mana benderanya?" tanya Nurhidayat.
"Beli dong. Masa enggak sanggup beli. Saya sudah ngasih banyak," jawab camat.
Perdebatan kembali terjadi ketika seorang pria yang diduga pegawai kecamatan menanyakan alasan Nurhidayat tidak memasang bendera.
Nurhidayat kemudian mengatakan dirinya belum merasa sepenuhnya merdeka.
Baca juga: Akui Salah Sebut Indonesia Belum Merdeka, Tukang Cukur di Rancabungur Minta Maaf
"Alasan abang enggak pasang bendera apa?" tanya perekam video.
"Alasannya?" jawab Nurhidayat.
"Iya. Abang, ini kan sudah merdeka, abang disuruh pasang bendera sama Ibu Camat," ujar perekam.
"Kata siapa sudah merdeka?" jawab Nurhidayat.
Saat kembali diminta menjelaskan maksud pernyataannya, Nurhidayat memilih menghentikan perdebatan.
"Lagi kerja, jangan ganggu deh," ujarnya.
Ia kemudian kembali mencukur rambut pelanggannya dan meminta perekam tidak mengganggu aktivitasnya.
Video tersebut kemudian menyebar luas di media sosial dan mendapat beragam tanggapan dari warganet.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin turut merespons video tersebut.
Jenal meminta agar alamat tempat usaha Nurhidayat dikirimkan kepadanya.
Ia menyatakan ingin memberikan bendera Merah Putih kepada tukang cukur tersebut.
"Eta bisi ka keureut. Nu di cukur (Itu bisa kepotong yang dicukur). Kirim alamat tukang cukur, saya kirim benderanya, Mang," tulis Jenal dalam komentar pada unggahan akun Liputan Cibinong.
Dalam konteks penyuntingan, tidak terdapat unsur sadisme dalam naskah. Konten yang berpotensi sensitif adalah perdebatan mengenai sikap terhadap simbol negara dan pernyataan Nurhidayat yang mempertanyakan makna kemerdekaan. Keduanya sebaiknya disampaikan secara faktual tanpa memberi label atau menghakimi pihak tertentu. (*)