Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Petugas gabungan butuh waktu empat jam lebih, untuk mengevakuasi jasad perempuan yang jatuh ke dalam sumur tua, karena sempat terhalang seekor ular kobra.
Korban diketahui bernama Aam Amelia (46), asal Kampung Cilolohan, Desa Cilolohan, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya yang sebelumnya dilaporkan hilang selama kurang lebih 12 hari.
Mendapati informasi tersebut, Kantor SAR Bandung bersama Tim Rescue Pos SAR Tasikmalaya diberangkatkan pada pukul 09.05 WIB menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi SAR.
Proses evakuasi pun berjalan alot, karena terkendala ada seekor ular kobra di dalam sumur tua.
Petugas pun harus mengeluarkan terlebih dahulu ular tersebut, untuk memudahkan mengevakuasi jasad perempuan di dalam sumur.
Baca juga: Polisi Ungkap Perempuan yang Jatuh ke Dalam Sumur di Tasikmalaya Alami Gangguan Jiwa
Tim Rescue Pos SAR Tasikmalaya tiba di lokasi pada pukul 09.28 WIB dan langsung berkoordinasi dengan unsur SAR Gabungan untuk melakukan asesmen serta menentukan langkah evakuasi yang aman.
Pada pukul 10.05 WIB, berdasarkan hasil asesmen, Tim SAR Gabungan mengupayakan proses evakuasi.
Namun, keberadaan ular di dalam sumur menjadi kendala sehingga proses evakuasi jenazah ditunda sementara demi keselamatan personel.
Sekitar pukul 12.20 WIB, kendala keberadaan ular berhasil ditangani. Tim SAR Gabungan kemudian melanjutkan proses evakuasi jenazah korban dari dalam sumur.
Pada pukul 12.46 WIB, jenazah korban berhasil dievakuasi dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka.
Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengatakan proses evakuasi menghadapi kendala karena terdapat ular kobra jawa di dalam sumur bersama jenazah korban.
“Tim SAR Gabungan telah melakukan asesmen setibanya di lokasi. Namun, saat akan melaksanakan evakuasi, ditemukan ular kobra jawa di dalam sumur. Dengan mempertimbangkan keselamatan seluruh personel, kami memutuskan untuk menangani dan mengeluarkan ular tersebut," ucap Ade kepada TribunPriangan.com.
Dalam operasi tersebut, unsur SAR Gabungan mengedepankan aspek keselamatan personel serta melakukan penanganan terhadap kondisi di lapangan sebelum proses evakuasi korban dilaksanakan.
“Setelah jenazah berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga, pada pukul 13.01 WIB seluruh unsur SAR Gabungan melaksanakan briefing dan evaluasi.
Dengan telah ditemukannya dan dievakuasinya korban, operasi SAR diusulkan untuk ditutup dan seluruh personel dikembalikan ke satuannya masing-masing.
Senada disampaikan Kapos SAR Tasikmalaya, Bagus P menegaskan, bahwa ular beberapa kali bersembunyi di balik tubuh korban sehingga evakuasi tidak bisa langsung dilakukan.
"Kami putuskan tangkap dulu ularnya dengan libatkan Damkar Kabupaten Tasikmalaya. Tentu hati-hati sekali," kata Bagus.
Petugas Damkar turun ke mulut sumur dengan pakaian pelindung dan membawa tabung oksigen, mengantisipasi adanya gas beracun di dalam sumur. Ular cukup sulit ditangkap karena terus bersembunyi.
"Alhamdulillah tim gabungan bisa mengevakuasi jenazah menggunakan teknik vertical rescue, seusai mengeluarkan seekor ular kobra," katanya.(*)