BINTAN, TRIBUNBATAM.id - Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) Tanjungpinang dan sejumlah instansi terkait memperluas jangkauan pencarian empat kru KM Putra Buluh yang hingga kini belum ditemukan.
Hari ini, Rabu (12/8/2026), sudah masuk hari ketiga upaya pencarian. Tim SAR memusatkan operasi penelusuran di jalur perairan dari Pengikik hingga kawasan Tambelan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Tanjungpinang, Eryk Subariyanto, mengatakan pencarian terus dilakukan.
Wilayah perairan Pengikik jadi prioritas. Karena di lokasi tersebut merupakan tempat kapal KM Putra Buluh ditabrak kapal kargo.
"Kami mengerahkan sejumlah armada dan personel untuk menelusuri setiap sudut perairan, berharap ada jejak atau tanda keberadaan para nelayan tersebut," ujar Eryk.
Kondisi perairan yang dipantau cukup menantang dengan arus yang berubah-ubah, namun tim tetap berupaya maksimal.
Pencarian dilakukan dengan menyisir permukaan laut sekaligus memantau pantai-pantai di sepanjang jalur tersebut, guna memastikan tidak ada yang terhanyut ke tepian.
"Sampai siang ini, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan empat nelayan tersebut," ujarnya.
Tim SAR akan terus berupaya semaksimal mungkin dan berkoordinasi dengan nelayan yang melintas untuk turut membantu memantau kondisi di laut.
"Seperti biasa kita akan lakukan pencarian hingga hari ke-7. Doakan semoga korban segera ditemukan," harapnya.
Sebelumnya, kejadian kapal nelayan KM Putra Buluh ditabrak kapal kargo viral di media sosial (medsos).
Insiden itu belakangan diketahui terjadi di Perairan Pengikik, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (8/8/2026) pagi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kelas A Tanjungpinang Fazzli, menyampaikan, usai tabrakan itu satu kru ditemukan selamat, sedangkan empat kru lainnya masih hilang.
"Empat kru itu saat ini masih dilakukan proses pencarian," kata Fazzli.
Mulanya, informasi kecelakaan laut ini diterima lewat Com Center Kantor SAR Tanjungpinang. Informasi datang dari Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepulauan Riau.
Sebelum terjadi kecelakaan, KM Putra Buluh membawa lima orang kru.
Kapal itu bertolak dari Tanjungpandan, Belitung, pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 07.00 WIB untuk melakukan aktivitas memancing di perairan sekitar Pulau Pengikik, Tambelan, Bintan.
Sejak Selasa - Jumat (4-7/8/2026) kapal KM Putra Buluh sudah berada di perairan tersebut.
"Kapal mereka dilaporkan ditabrak kapal kargo yang berlayar menuju Kalimantan, Sabtu (8/8/2026) dini hari," katanya.
Peristiwa itu membuat KM Putra Buluh mengalami kerusakan berat hingga terbelah menjadi dua bagian dan tenggelam.
Satu kru kapal bernama Khairul (30) berhasil menyelamatkan diri dengan berpegangan pada tutup fiber sebagai alat bantu apung.
Korban kemudian ditemukan dan dievakuasi kru kapal KM Lima Saudara Kandung yang melintas di area kejadian.
Sedangkan empat kru lainnya masih hilang. Mereka masing-masing Samsir Arwan (27), Andi Syamsu (53), Muhammad Irfan (28), dan Agustono (28).
Fazzli mengatakan pihaknya melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi setelah menerima laporan, antara lain SROP Tanjungpinang, KSOP Kelas II Tanjungpinang, HNSI Kepri, Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, serta pihak pemilik kapal.
Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak terkait kemungkinan pengerahan unsur Kapal Negara (KN) SAR untuk mendukung operasi pencarian.
SROP Tanjungpinang turut berkoordinasi dengan SROP Natuna dan SROP Sintete guna memantau pergerakan kapal di sekitar lokasi kejadian.
"Tim SAR gabungan hingga pagi ini melakukan pencarian empat kru yang masih hilang," ujar sembari berharap empat kru kapal segera ditemukan dalam kondisi selamat.
(TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)