BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Kabupaten Banjar masih punya ruang cukup besar untuk mengejar target investasi Rp2,14 triliun yang dipatok tahun ini. Hingga akhir Triwulan I 2026, realisasi investasi baru mencapai 27 persen dari target tersebut.
Capaian itu tetap dinilai sebagai sinyal positif karena kinerja investasi Banjar sebelumnya menunjukkan hasil cukup kuat. Pada 2025, realisasi investasi bahkan berhasil melampaui target dengan selisih sekitar Rp1,6 triliun.
Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banjar, Santi Nurlaela, Rabu (12/8/2026), mengatakan capaian awal 2026 menunjukkan aktivitas investasi masih bergerak positif.
“Hingga Triwulan I 2026, capaian realisasi investasi mencapai 27 persen dari target tahunan,” ujarnya.
Dengan masih tersisanya tiga triwulan, Pemkab Banjar berupaya menjaga momentum tersebut agar target Rp2,14 triliun dapat tercapai.
Sekda Banjar H Yudi Andrea menyebut letak geografis menjadi salah satu keunggulan yang dapat ditawarkan kepada calon investor. Kabupaten Banjar berada berdampingan dengan Kota Banjarbaru yang menjadi pusat pemerintahan Provinsi Kalimantan Selatan.
Posisi tersebut dinilai memberikan keuntungan karena turut membuka akses terhadap aktivitas ekonomi dan peluang pengembangan usaha.
Baca juga: Jabat Kapolsek Banjarmasin Tengah, AKP Bimasa Zebua Janji Siaga 24 Jam Terima Laporan Masyarakat
Pemkab Banjar juga mengarahkan investasi ke sejumlah sektor yang dinilai memiliki prospek besar. Tiga sektor yang menjadi perhatian utama adalah pertanian, perikanan dan pariwisata.
“Ketiga sektor ini memiliki potensi besar untuk menyerap investasi,” kata Yudi.
Tak hanya mengandalkan promosi potensi daerah, pemerintah daerah juga berupaya membangun komunikasi yang lebih intensif dengan dunia usaha. DPMPTSP Banjar menggagas forum komunikasi yang mempertemukan pemerintah, pengusaha dan asosiasi bisnis.
Melalui forum tersebut, berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha dapat dibahas bersama, sekaligus menjadi sarana pemerintah menyampaikan perkembangan kebijakan investasi.
Menurut Yudi, hubungan yang lebih terbuka antara pemerintah dan pelaku usaha penting untuk menciptakan kepastian serta kenyamanan dalam menjalankan bisnis.
Sementara itu, Santi mengatakan asosiasi pengusaha juga memiliki peran dalam memperkenalkan potensi investasi Banjar kepada jaringan usaha yang lebih luas.
HIPMI dan Kadin Kabupaten Banjar termasuk organisasi yang dilibatkan dalam upaya tersebut.
Dengan realisasi baru mencapai 27 persen pada awal tahun, capaian investasi Banjar masih akan sangat ditentukan oleh kinerja tiga triwulan berikutnya. Rekor realisasi pada 2025 menjadi salah satu alasan Pemkab Banjar tetap optimistis target tahun ini dapat dikejar. (Banjarmasin Post/Nurholis Huda)