Liputan6.com, Beijing - Dua warga Beijing, China, yang terjebak di kawasan pegunungan sempat menolak pertolongan tim penyelamat karena percaya pada takhayul bahwa menjawab panggilan seseorang di gunung dapat membawa nasib buruk.
Dikutip dari South China Morning Post, Rabu (12/8/2026), kejadian itu bermula ketika polisi dan petugas pemadam kebakaran di Distrik Huairou menerima laporan pada malam 29 Juli 2026 mengenai dua warga desa yang hilang saat mencari tanaman obat di kawasan pegunungan.
Kedua warga tersebut merupakan seorang pria berusia 73 tahun dan wanita berusia 58 tahun yang memang kerap mencari tanaman obat bersama. Keduanya diketahui memiliki gangguan pendengaran.
Saat pergi ke gunung, mereka tidak membawa ponsel karena kawasan tersebut tidak memiliki jaringan komunikasi. Tim penyelamat juga mendapat informasi bahwa keduanya mulai kehabisan makanan dan minuman.
Tim pencarian kemudian dikerahkan pada malam hari. Setelah melakukan pencarian selama sekitar 17 jam, petugas akhirnya menemukan keduanya dalam kondisi sangat lelah. Saat ditemukan, mereka telah berada di kawasan tersebut selama sekitar 30 jam.
Namun, setelah berhasil dievakuasi, tim penyelamat mengetahui fakta mengejutkan. Kedua warga tersebut ternyata sudah mendengar teriakan petugas jauh sebelum lokasi mereka ditemukan.
Mereka memilih tidak menjawab karena percaya pada sebuah takhayul yang melarang seseorang merespons ketika mendengar namanya dipanggil di gunung.
Menurut kepercayaan yang mereka yakini, seseorang yang mendengar panggilan di gunung sebaiknya tidak menjawab ataupun menunjukkan bahwa dirinya sedang lapar dan haus.
Kepercayaan tersebut berkaitan dengan cerita rakyat China mengenai keberadaan "hantu gunung" yang diyakini dapat meniru suara orang yang dikenal untuk memancing orang tersesat keluar dari tempat persembunyiannya.
Dalam sejumlah cerita rakyat, menjawab panggilan tersebut dipercaya dapat membuat seseorang kehilangan arah dan berada dalam bahaya. Ada pula kepercayaan bahwa roh-roh yang berkeliaran di kawasan hutan belantara dapat memanggil orang yang tersesat dan menyebabkan kerasukan jika panggilan itu ditanggapi.
Akibat keyakinan tersebut, kedua warga lanjut usia itu tidak merespons panggilan tim penyelamat meski sebenarnya telah mendengar suara mereka.
Tim akhirnya berhasil menemukan keduanya setelah pencarian berlangsung selama berjam-jam dan membawa mereka keluar dari kawasan pegunungan dalam kondisi selamat.

Takhayul ini juga melebar ke situasi lain, seperti mendengar nama sendiri dipanggil saat berjalan di jalan yang sepi atau di depan pintu rumah pada tengah malam, disarankan untuk tidak ditanggapi.
Dalam kasus kedua orang ini, mereka tidak hanya menahan diri untuk tidak menjawab panggilan tim penyelamat, tapi juga berjalan ke arah yang berlawanan untuk menjauh dari suara-suara tersebut. Hal ini melewatkan beberapa kesempatan untuk diselamatkan. Ditambah lagi, medan yang sulit dan jalan yang licin semakin mempersulit pencarian.
Menurut laporan, mereka baru merespons tim penyelamat ketika tim tersebut tiba di bagian belakang gunung.
Berita tentang pengalaman sulit ini tuai banyak sekali komentar penasaran di dunia maya setelah dibagikan ke media sosial. “Dari pandangan para lansia, 17 jam itu pasti sangat menyakitkan. Mereka mungkin mengira raja neraka mengutus banyak hantu untuk mengambil nyawa mereka,” tulis seorang pengguna.
“Jika aku tersesat di gunung hampir setengah hari dan mendengar namaku dipanggil, aku juga akan takut,” gurau pengguna lain. Ada juga yang berkomentar bahwa dia tidak bisa menertawakan hal tersebut karena ayahnya percaya takhayul tersebut dan ia tinggal di Huairou.
Para petugas pemadam kebakaran Huairou mengimbau masyarakat agar tidak menjelajahi gunung sendirian. Mereka juga meminta agar jika menghadapi bahaya di alam liar, jangan terpengaruh kepercayaan takhayul, melainkan meminta bantuan.