Pemkab Wonosobo Buka Suara Soal Balon Udara Bergambar Program Prabowo: Bukan Bagian HUT Kabupaten
rika irawati August 12, 2026 08:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo buka suara soal polemik penerbangan balon udara yang menampilkan motif dan program pemerintahan Presiden Prabowo dalam Tunas Bumi Fest 2026.

Sekretaris Daerah Wonosobo One Andang Wardoyo mengatakan, berbagai kritik, saran, dan masukan dari masyarakat soal balon udara tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki tata kelola balon udara di Wonosobo.

Andang menegaskan, festival balon udara tersebut merupakan kegiatan yang terpisah dari rangkaian resmi Hari Jadi ke-201 Wonosobo.

"Yang pertama, kegiatan kemarin adalah kegiatan yang terpisah dari kegiatan rangkaian Hari Jadi Wonosobo," kata Andang, Rabu (12/8/2026).

Terkait penerbangan balon, ia mengatakan, proses perizinan menjadi salah satu hal yang diperhatikan.

Balon yang diterbangkan harus mendapatkan izin dari AirNav.

"Balon itu harusnya izin ke AirNav. Nanti akhirnya difasilitasi, dibantu oleh komunitas balon udara untuk mengurus perizinannya," ujarnya.

Baca juga: Balon Udara Bergambar Wajah Presiden Prabowo Hingga Tulisan MBG Terbang di Langit Wonosobo

Menurut Andang, ramainya pembahasan di media sosial justru menjadi kesempatan Pemkab Wonosobo mengevaluasi tata kelola balon udara.

"Terhadap netizen yang kemarin memberikan saran, masukan, kritikan dan sebagainya, saya berterima kasih," katanya.

Ia mengatakan, evaluasi tersebut menjadi penting karena balon udara Wonosobo telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) oleh Kementerian Kebudayaan.

Menurutnya, status tersebut membuat pemerintah perlu memastikan keberadaan tradisi balon udara tetap terjaga, termasuk dalam hal penerbangan, perizinan hingga penggunaan motif.

"Ini bagian dari evaluasi kami terhadap SOP," ujarnya.

Siapkan Aturan

Andang mengatakan, Pemkab Wonosobo perlu memiliki aturan yang lebih jelas mengenai tata kelola balon udara. 

Bentuk aturan tersebut masih akan dibahas, termasuk kemungkinan dituangkan dalam peraturan bupati maupun peraturan daerah.

Satu hal yang menurutnya perlu dibicarakan adalah penggunaan motif atau pesan pada balon.

Andang menilai, pengaturan motif harus dilakukan secara hati-hati agar tidak membatasi kreativitas masyarakat. 

Sebab, selama ini, balon udara Wonosobo memiliki beragam motif, mulai dari budaya, tokoh, hingga promosi.

Andang mengatakan penggunaan gambar atau tulisan pada balon bukan hal yang sepenuhnya baru.

Menurutnya, pada kegiatan-kegiatan sebelumnya, juga pernah terdapat balon dengan beragam motif, termasuk gambar tokoh.

"Dulu ada yang batik, kemudian dulu pernah ada yang menampilkan fotonya Pak Ganjar, Soekarno, Pak Jokowi, hingga Mbah Muntaha."

"Bahkan juga mungkin promosi kaya AirNav, Bank Jateng, Aqua, banyak sekali lah," kata Andang.

Baca juga: Ramai Balon Udara Bergambar Program Prabowo Mengudara di Wonosobo

Andang juga menyinggung tampilan balon dalam kegiatan Tunas Bumi Fest 2026. 

Menurutnya, dibandingkan dengan motif balon yang pernah muncul sebelumnya, motif yang ditampilkan kali ini masih terlihat sederhana.

"Ya memang kemarin yang jadi tidak menarik, mungkin motifnya terlalu sederhana," ujarnya.

Ia juga mengatakan, sebuah gambar atau tulisan pada balon tidak serta-merta dapat dimaknai sebagai pesan politik.

"Apakah salah orang membuat gambar Pak Prabowo? Ini kan bisa jadi karena Pak Prabowo sudah jadi presiden," katanya.

Menurut Andang, pesan yang ingin disampaikan pembuat balon bisa saja berbeda dari penafsiran masyarakat.

"Ini yang perlu di-clear-kan, karena kita tidak mungkin akan tahu karena ngga buat," ujarnya.

Karena itu, Pemkab Wonosobo akan mengevaluasi lebih lanjut tata kelola balon udara, termasuk kemungkinan pengaturan mengenai pesan yang dapat ditampilkan.

Pembahasan tersebut diperlukan untuk menjaga balon udara sebagai warisan budaya masyarakat Wonosobo, sekaligus tetap memberikan ruang bagi kreativitas pembuatnya. 

"Tapi ini kita terima kasih pada para netizen yang sudah mengkritik, bagian dari upaya kami nanti melakukan perbaikan tentang tata kelola perbalonan," katanya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.