TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Jambi menerjunkan tim investigasi untuk mengusut kasus dugaan intimidasi dan perundungan (bullying) yang menimpa seorang guru di SD Negeri 64 Kota Jambi.
Langkah itu guna mengumpulkan informasi secara objektif dari berbagai pihak sebelum menentukan sikap resmi.
Ketua PGRI Kota Jambi, Arman, menyatakan keprihatinannya atas insiden yang mencoreng lingkungan pendidikan tersebut. Menurutnya, sekolah seharusnya menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.
"PGRI sebagai wadah persatuan guru sangat prihatin dengan kejadian ini. Seharusnya sekolah menjadi tempat yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi siswa, guru, maupun kepala sekolah," ujar Arman, Rabu (12/8/2026).
Kumpulkan Fakta demi Pulihkan KBM
Arman menjelaskan, tim investigasi saat ini tengah menggali fakta di lapangan agar persoalan dapat dilihat secara utuh dan tidak menimbulkan spekulasi sepihak.
PGRI berharap masalah ini bisa segera dituntaskan agar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SDN 64 Kota Jambi kembali berjalan kondusif.
"Kami sedang mengumpulkan informasi dari berbagai pihak agar dapat menyimpulkan masalah ini dengan benar. Kami berharap suasana di sekolah segera kondusif kembali," tuturnya.
Sosialisasi Perlindungan dan Gandeng Polri
Guna mencegah kejadian serupa terulang, PGRI Kota Jambi menyiapkan sejumlah langkah preventif. Salah satunya adalah memasifkan sosialisasi mengenai regulasi perlindungan guru saat menjalankan tugas profesinya.
"PGRI terus melakukan tindakan preventif agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Kami akan memasifkan sosialisasi tentang perlindungan guru," kata Arman.
Selain itu, PGRI Kota Jambi menegaskan telah membangun sinergi dengan kepolisian untuk menjamin keamanan dan keselamatan para tenaga pendidik di sekolah.
"PGRI telah bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk perlindungan guru," tegasnya.(Tribunjambi.com/M Yon Rinaldi)
Baca juga: Guru SD di Kota Jambi Diduga Korban Bullying, Dilarikan ke IGD dan Psikiater
Baca juga: Resepsionis Ketuk Kamar Hotel di Tanjabbar, lalu Naik Tangga Intip Ventilasi