Kerangka Manusia yang Ditemukan di Perkebunan Desa Toulimembet Minahasa Diduga Seorang Pria
Frandi Piring August 12, 2026 08:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - MINAHASA - Polres Minahasa masih melakukan penyelidikan terkait kerangka manusia yang ditemukan di gubuk perkebunan cengkih, Desa Toulimembet, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) pada Selasa, 11 Agustus 2026.

Sebab hingga saat ini belum diketahui identitas dari kerangka manusia tersebut.

"Sebab sampai sekarang juga belum ada yang datang melapor kehilangan orang atau anggota keluarga," kata AKP Raudo Perdana Kasat Reskrim Polres Minahasa, Rabu 12 Agustus 2026.

Kerangka manusia tersebut untuk sementara disimpan di ruang inafis Polres Minahasa.

"Besok kami akan bawa ke laboratorium forensik RS Bhayangkara Manado untuk mendapatkan informasi terkait kerangka tersebut, termasuk mengetahui jenis kelamin," jelasnya.

Untuk sementara itu adalah cara yang bisa ditempuh untuk mendapatkan identitas kerangka manusia yang ditemukan tersebut.

"Memang susah dikenali, karena sudah jadi tengkorak," kata dia.

Ia mengakatan, dari pakaian yang digunakan ada dugaan bahwa itu adalah kerangka seorang pria.

"Namun itu baru dugaan saja, belum bisa dipastikan, tetap akan menunggu hasil labfor nanti seperti apa," katanya.

Untuk sementara Polres Minahasa juga sudah meminta keterangan saksi yang pertama kali melihat kerangka tersebut.

Kronologi Penemuan

Penemuan kerangka tersebut berawal dari informasi masyarakat.

Polsek Kakas bersama Tim Inafis, Unit Jatanras, dan Pemerintah Desa Toulimembet kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan.

Kapolsek Kakas Ipda Daniel Pangau mengatakan, saat ditemukan, kerangka manusia tersebut masih lengkap dengan pakaian.

Berdasarkan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara (TKP), kerangka ditemukan dalam posisi menyamping.

Sebagian bagian kerangka juga telah terpisah dari bagian rangka lainnya.

Kerangka tersebut pertama kali ditemukan Sisko Walintukan, warga Toulimembet.

Sekitar pukul 14.00 Wita, Sisko bersama ayahnya pergi ke kebun milik mertuanya, Harly Sangkoy, untuk membersihkan kebun cengkih.

Saat masuk ke dalam gubuk, keduanya terkejut karena mendapati kerangka manusia.

Sisko bersama ayahnya kemudian kembali ke kampung dan menyampaikan temuan tersebut kepada pihak terkait.

Harly Sangkoy selaku pemilik kebun juga belum mengetahui identitas kerangka tersebut.

Ia mengaku terakhir kali datang ke lokasi perkebunan pada 2025.

Menindaklanjuti penemuan itu, aparat kepolisian bersama pihak terkait melakukan olah TKP, mendokumentasikan lokasi, serta mengumpulkan informasi bersama Pemerintah Kecamatan Kakas.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui kemungkinan adanya laporan orang hilang.

Polsek Kakas juga berkoordinasi dengan polsek terdekat terkait penemuan kerangka manusia tersebut.

Selanjutnya, kerangka diserahkan kepada Unit Inafis untuk dilakukan rekonstruksi terhadap bagian-bagian kerangka serta pencarian dan pencocokan data yang dapat membantu proses identifikasi.

"Kalau ada masyarakat yang merasa memiliki anggota keluarga yang hilang agar segera melaporkannya kepada Polres Minahasa," ujar Kapolsek Kakas Ipda Daniel Pangau.

Informasi dari masyarakat diharapkan dapat membantu proses pencocokan data dan identifikasi kerangka yang ditemukan.

Adapun jarak Desa Toulimembet - Kakas ke Polres Minahasa - Kelurahan Kembuan, Kecamatan Tondano Utara, sejauh 26,7 kilometer dengan waktu tempuh 51 menit menggunakan kendaraan lewat Jalan Kakas - Tondano.

Ke RSUD Sam Ratulangi - Minahasa, Kelurahan Luaan, Kecamatan Tondano Utara, berjarak 25,8 kilometer lewat Jl. Tondano - Kakas. Waktu tempuh 50 menit dengan berkendara. (amg)

Baca juga: Kerangka Manusia Ditemukan di Gubuk Perkebunan Desa Toulimembet Minahasa, Identitas Belum Diketahui

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.