Bromo Ditutup Imbas Kebakaran, Kunjungan Wisatawan ke Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang Naik 40 Persen
Dwi Prastika August 12, 2026 10:22 PM

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Imam Nawawi

TRIBUNMADURA.COM, LUMAJANG - Kawasan Gunung Bromo ditutup sementara akibat kebakaran hutan membuat wisatawan mancanegara mencari destinasi alternatif.

Air Terjun Tumpak Sewu di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menjadi salah satu pilihan para pemandu wisata untuk menggantikan agenda kunjungan ke kawasan Bromo.

Dampaknya mulai terasa di Tumpak Sewu.

Pengelola mencatat kunjungan wisatawan meningkat sekitar 30-40 persen, dengan turis dari Eropa, China, dan Malaysia mulai banyak berdatangan sejak penutupan wisata Bromo.

Istikmal, seorang pemandu wisata Bromo, mengaku harus menjelaskan ulang kondisi lapangan terhadap wisatawan asing, sebab wisata tersebut sebelumnya telah masuk rencana perjalanan mereka.

Hal tersebut tidaklah mudah dilakukan, bahkan dia harus menunjukkan foto dan video kebakaran kepada wisatawan untuk meyakinkan wisatawan terkait alasan Bromo sementara tidak dapat dikunjungi.

"Yang sulit itu menjelaskan ke wisatawan, utamanya yang mancanegara kalau Bromo tidak bisa dikunjungi," katanya, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia umumnya telah menyusun rencana perjalanan selama beberapa hari.

Bromo biasanya menjadi salah satu tujuan dalam rangkaian perjalanan tersebut.

Baca juga: 176 Hektare Kawasan Bromo Terbakar, Gubernur Khofifah Kawal Water Bombing dengan Helikopter

Namun karena Bromo ditutup, pemandu wisata kemudian menawarkan sejumlah destinasi alternatif agar perjalanan wisatawan tetap jalan.

Satu di antaranya adalah Air Terjun Tumpak Sewu di Kabupaten Lumajang.

"Biasanya kan turis asing itu bisa lima hari di sini dan Bromo didatangi di hari kedua atau tiga. Karena tidak bisa dikunjungi kita arahkan ke tempat wisata lain," ujar Istikmal.

Pemandangan Indah

Istikmal mengaku sengaja memilih Tumpak Sewu karena lokasinya relatif dekat dengan Bromo, serta memiliki pemandangan yang sesuai minat wisatawan luar negeri.

"Yang susah kalau mereka minta refund, tapi sejauh ini belum ada yang minta refund. Jadi kami arahkan untuk ke tempat wisata lain," katanya.

Baca juga: Cerita Teguh Selamat dari Kecelakaan Maut Bus di Bromo, Syok Lihat 2 Rekan Penggantinya Tewas

Jumlah Kunjungan Meningkat

Dampak penutupan wisata Gunung Bromo, kunjungan pengunjung di Wisata Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang naik hingga 40 persen, dibandingkan situasi normal sebelum terjadi kebakaran hutan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

"Kunjungan wisatawan melonjak 30-40 persen sejak Bromo ditutup, utamanya yang dari luar negeri," kata Pengelola Tumpak Sewu Lumajang, Dewi Rumanto.

Pada kondisi normal, wisatawan mancanegara di air terjun tersebut paling banyak biasanya dari Tiongkok.

Tetapi sejak Bromo ditutup, kata Dewi, turis asal Eropa dan Malaysia banyak berdatangan.

"Paling banyak itu dari Eropa, China dan Malaysia," bebernya.

Baca juga: BPBD Jatim Ungkap Kendala Padamkan Kebakaran Kawasan Gunung Bromo, 2 Helikopter segera Diterjunkan

Oleh karena itu, Dewi berharap hal ini menjadi momentum untuk mempromosikan Wisata Tumpak Sewu Lumajang di banyak negara, sehingga makin banyak turis berkunjung.

"Dengan adanya mereka (wisatawan asing) secara tidak langsung membantu mempromosikan kami di luar negeri melalui media sosial mereka," pungkasnya.

Sekadar informasi, kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) berlangsung sejak Senin (3/8/2026).

Kabarnya, kebakaran hutan mencapai 889 hektare hingga aktivitas wisata di kawasan Bromo ditutup sementara selama proses pemadaman.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.