Urban Digifest X Sulut Coffee Fest2026, BI Sulawesi Utara Libatkan 200 Pelaku UMKM
Ventrico Nonutu August 12, 2026 10:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara kembali menggelar Urban Digifest.

Event promosi UMKM, kreatif dan digital ini berlangsung di Atrium Manado Town Square (Mantos) 3, Rabu hingga Sabtu, 12-15 Agustus 2026.

Penyelenggaraan Urban Digifest edisi kesepuluh ini berbeda dari penyelenggaraan sebelumnya.

Kali ini, Urban Digifest dikolaborasikan dengan Sulut Coffee Fest. 

Sebuah sinergi untuk mendorong akselerasi ekosistem kopi daerah ini.

Pada gelaran kali ini, total ada 200 pelaku UMKM di Sulawesi Utara yang dilibatkan. Mereka berasal dari berbagai bidang, yakni wastra, kriya dan rupa; kuliner dan ekosistem kopi. 

Urban Digifest 2026 mengusung tema “Rupa Rasa Kawanua: Meracik Tradisi, Menyeduh Inovasi.”

Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara, Joko Supratikto menjelaskan tema tersebut membawa tiga pesan utama. 

Pertama, rupa rasa Kawanua yang menggambarkan upaya mengangkat identitas dan potensi unggulan Sulawesi Utara.

"Rupa ini menggambarkan kekayaan karya dan kreativitas, sementara rasa ini merepresentasikan kekayaan kuliner dan komoditas unggulan Kawanua,” ujar Joko saat soft opening Urban Digifest 2026 di Mantos 3, Rabu 12 Agustus siang.

Hadir dalam pembukaan ini, Wakil Ketua Dekranasda Sulut, Merry Kalau; Kepala Dinas Pariwisata Sulut, Kartika D. Tanos dan pimpinan perbankan di Sulut. 

Menurut Joko, kekayaan tersebut menjadi cermin identitas Sulawesi Utara yang perlu terus dijaga, dikembangkan dan dipromosikan.

Karena itu, Urban Digifest 2026 menghadirkan lebih dari 200 UMKM dengan berbagai produk kreatif unggulan daerah yang ditampilkan melalui sejumlah area.

Antara lain Wale Rupa yang berkaitan dengan wastra, fashion dan kerajinan; Wale Rasa yang menghadirkan makanan, minuman dan produk siap santap.

Tahun ini, perhatian khusus juga diberikan terhadap komoditas kopi melalui penyelenggaraan Sulut Coffee Fest 2026.

Ia menjelaskan, kopi memuliki ekosistem ekonomi yang luas. Mulai dari petani, roastery, barista, kafe hingga pelaku usaha lainnya di Sulawesi Utara.

Pesan kedua yang diangkat adalah “Meracik Tradisi”, yakni menjadikan kearifan lokal sebagai kekuatan ekonomi tanpa meninggalkan akar budaya.

Tradisi dan kearifan lokal dapat dikembangkan menjadi sumber kreativitas sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru.

Semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan, termasuk pengembangan wastra Sulawesi Utara, modest fashion, kegiatan membatik bersama Dekranasda, pengembangan kuliner, komunitas lokal melalui booth showcasing, hingga video storytelling mengenai destinasi wisata.

BI berharap semakin banyak generasi muda melihat budaya lokal bukan sekadar warisan, tetapi sebagai sumber inspirasi, peluang usaha dan identitas produk yang memiliki daya saing.

Pesan ketiga adalah “Menyeduh Inovasi”, yang diarahkan untuk mendorong UMKM naik kelas dan semakin mampu memanfaatkan teknologi digital.

Joko mengatakan Urban Digifest tidak hanya menjadi tempat showcasing dan berjualan, tetapi juga ruang bagi UMKM untuk belajar, berkolaborasi, mendapatkan akses pembiayaan, memperluas usaha dan melakukan transformasi digital.

Berbagai kegiatan disiapkan, mulai dari talkshow, workshop, business matching pembiayaan UMKM, promosi perdagangan dan ekspor hingga pengembangan keterampilan di bidang kopi.

(TribunManado.co.id/Ndo)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.