Plaza Citra Menuju Akhir Perjalanan di Pekanbaru
Ariestia August 13, 2026 12:17 AM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Bagi sebagian warga Pekanbaru, Plaza Citra bukan sekadar sebuah pusat perbelanjaan.

Gedung yang berada di Jalan Pepaya, Kota Pekanbaru, itu pernah menjadi salah satu tempat yang begitu dekat dengan kehidupan masyarakat. 

Kini, Plaza Citra sedang menunggu akhir perjalanannya.

 Pada tahun 2026 ini, pusat perbelanjaan yang telah hadir selama puluhan tahun ini dikabarkan akan berhenti beroperasi secara penuh dan permanen.

Kabar tersebut tentu menjadi sesuatu yang berbeda bagi warga Pekanbaru, terutama mereka yang tumbuh bersama Plaza Citra. Sebelum Pekanbaru dipenuhi pusat perbelanjaan modern seperti sekarang, Plaza Citra sudah lebih dahulu menjadi salah satu tempat warga mencari berbagai kebutuhan.

Bukan hanya pakaian, tetapi juga kebutuhan lainnya, tempat makan, bertemu teman, hingga sekadar cuci mata dan menghabiskan waktu bersama keluarga.

Bagi sebagian warga Pekanbaru, datang ke Plaza Citra bahkan pernah menjadi bagian dari rutinitas akhir pekan. Apalagi bagi mereka yang tumbuh pada era 1990-an hingga awal 2000-an.

Saat itu, pusat perbelanjaan belum sebanyak sekarang. Plaza Citra bersama sejumlah pusat perbelanjaan generasi awal lainnya menjadi salah satu tujuan warga untuk menghabiskan waktu.

Plaza Citra dikenal sebagai salah satu pusat perbelanjaan tertua di Pekanbaru setelah Plaza Senapelan. Lokasinya yang berada di Jalan Pepaya membuat pusat perbelanjaan ini cukup dikenal dan mudah diakses masyarakat. Selama puluhan tahun, tempat ini menjadi bagian dari perkembangan Kota Pekanbaru sekaligus menjadi saksi perubahan gaya hidup masyarakatnya.

Namun, suasana Plaza Citra kini sudah jauh berbeda dibandingkan masa kejayaannya. Memasuki bagian dalam gedung, suasana tidak lagi seramai dulu. Sejumlah toko dan tenant terlihat sudah tutup. Beberapa ruang usaha tampak kosong, meninggalkan jejak bahwa tempat yang dahulu ramai oleh aktivitas perdagangan kini perlahan mulai kehilangan denyutnya.

Meski begitu, Plaza Citra belum sepenuhnya sepi. Masih ada warga yang datang dan berbelanja. Aktivitas pengunjung terutama masih terlihat di Matahari.

Beberapa lantai di atas masih digunakan untuk aktivitas perdagangan dan masyarakat masih terlihat mencari pakaian maupun berbagai kebutuhan lainnya.

Menjelang berakhirnya masa operasional Plaza Citra, masih ada aktivitas perdagangan yang bisa dimanfaatkan masyarakat. Di lantai dasar, misalnya, saat ini digelar bazar dengan berbagai promo dan potongan harga.

Bagi warga yang ingin berburu barang dengan harga lebih murah, momen ini bisa menjadi kesempatan untuk kembali berbelanja di tempat yang telah menjadi bagian dari sejarah perjalanan Kota Pekanbaru.

Namun, di balik aktivitas tersebut, suasana perpisahan perlahan mulai terasa. Satu demi satu tenant meninggalkan Plaza Citra.

Tenant yang sebelumnya menjadi bagian dari keseharian pengunjung juga mulai menghilang. Bakso Lapangan Tembak menjadi salah satu tenant yang menjadi favorit bagi masyarakat juga sudah mulai tutup, demikian juga beberapa tempat makan lainnya.

Bagi warga yang baru mengenal Plaza Citra dalam beberapa tahun terakhir, mungkin penutupan ini hanya dianggap sebagai berakhirnya sebuah pusat perbelanjaan lama.

Tetapi bagi mereka yang telah mengenalnya sejak puluhan tahun lalu, ceritanya tentu berbeda. Ada kenangan yang jauh lebih panjang di dalamnya.

Banyak warga Pekanbaru memiliki cerita masing-masing tentang Plaza Citra. Ada yang mengingat tempat ini sebagai lokasi berbelanja bersama orang tua. Ada yang mengenangnya sebagai tempat makan bersama keluarga. Ada pula yang dulu datang hanya untuk melihat-lihat barang, menikmati suasana, atau sekadar menghabiskan waktu bersama teman.

Bagi salah seorang warga Sukajadi, Kiki mengatakan, Plaza Citra menjadi tempat yang wajib dikunjungi setiap akhir pekan bersama keluarganya.

Sejak kecil mulai dari berbelanja baju lebaran hingga makan serta nongkrong bersama kawan-kawan, menjadi rutinitas wajib baginya. Sehingga kenangan di Plaza Citra sangat berkesan baginya dan keluarga. 

"Sejak kecil sudah di bawa orang tua ke Plaza Citra. Sudah menjadi agenda rutin tiap akhir pekan. Bahkan walaupun kadang tidak belanja setidaknya cuci mata, atau sekedar bermain di sana," kata Kiki kepada Tribun.

Kiki bahkan berharap agar Plaza Citra tidak tutup, agar kenangannya di sana tetap ia kunjungi ketika ia merindukan masa-masa kecil bersama orang tua di sana.

"Saya sih berharapnya agar Plaza Citra tidak tutup, kalau bisa direnovasi saja dan diperbaharui jadi tempat favorit lagi bagi masyarakat apalagi lokasinya cukup strategis kan di tengah kota. Sayang sekali kalau untuk rasanya, saya merasa sedih mengingat Plaza Citra akan ditutup," tuturnya.

Begitulah Plaza Citra, yang memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar tempat transaksi. Bangunannya mungkin hanya terdiri dari lantai, toko, restoran, dan berbagai ruang usaha.

Namun bagi orang-orang yang pernah datang ke sana, setiap sudutnya bisa menyimpan cerita. Ada cerita tentang keluarga, persahabatan, cinta, dan masa muda yang tidak mungkin kembali.

Kini, cerita itu perlahan memasuki bab terakhir. Plaza Citra yang dahulu menjadi salah satu tujuan utama warga Pekanbaru harus berhadapan dengan perubahan zaman. Kota berkembang, pusat-pusat perbelanjaan baru bermunculan, dan pilihan masyarakat untuk berbelanja serta menghabiskan waktu juga berubah.

Tetapi perubahan itu tidak serta-merta menghapus posisi Plaza Citra dalam ingatan warga. Sebab, sebuah tempat tidak selalu dikenang karena seberapa besar bangunannya atau seberapa banyak toko yang ada di dalamnya. Kadang, sebuah tempat dikenang karena siapa yang pernah datang bersama kita ke sana.

Karena percakapan yang pernah terjadi. Karena makanan yang pernah disantap. Karena seseorang yang pernah digandeng tangannya. Atau karena keluarga yang dulu masih lengkap, tetapi kini sudah tidak mungkin berkumpul lagi. Semua itu menjadi bagian dari cerita yang tidak bisa diukur dengan nilai transaksi atau jumlah pengunjung.

Hari ini, suasana Plaza Citra memang sudah tidak seramai dahulu. Toko-toko yang tutup semakin banyak. Ruang-ruang yang dulu dipenuhi pengunjung kini mulai lengang.

Namun selama masih ada pengunjung yang datang, masih ada orang yang berbelanja, dan masih ada warga yang menyimpan kenangan, Plaza Citra sebenarnya belum benar-benar pergi.

Ia masih meninggalkan jejak. Dan ketika Oktober nanti pintu operasional Plaza Citra benar-benar ditutup, yang berakhir hanyalah aktivitas sebuah pusat perbelanjaan. Sementara kenangan warga Pekanbaru tentang Plaza Citra akan tetap tinggal.

Puluhan tahun telah berlalu sejak tempat ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Kini, waktunya hampir tiba untuk mengucapkan selamat tinggal.

Selamat tinggal Plaza Citra, sebuah pusat perbelanjaan yang pernah menjadi tempat orang berbelanja, makan, bertemu, bercanda, jatuh cinta, membangun keluarga, dan menyimpan begitu banyak cerita.

Sebuah bagian dari sejarah Kota Pekanbaru yang sebentar lagi mungkin hanya tersisa dalam ingatan. Namun bagi mereka yang pernah tumbuh bersamanya, Plaza Citra tidak akan pernah benar-benar hilang. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.