Laporan Wartawan Tribunlombok.com, Dzul Fikri
TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Korban selamat KMP Putri Yasmin menceritakan detik-detik mencekam saat kapal yang mereka tumpangi terbakar, dalam pelayaran dari Pelabuhan Padangbai menuju Lembar-Lombok, NTB, Rabu (12/8/2026) dini hari.
Rio, salah seorang korban yang berhasil selamat menuturkan betapa mencekamnya suasana saat api dan asap tebal membakar kapal.
"Lama banget (bertahan) sampai kepanasan di dalam (kapal) itu, keluar api, dan (kami) sesak napas," tutur pria asal Bima ini.
Ia mengaku mereka lumayan lama bertahan di dalam kapal dengan pelampung, sembari menunggu instruksi dari kapten kapal untuk langkah selanjutnya.
Tapi api semakin membesar dan mereka mulai merasa kepanasan di dalam. Para penumpang pun mulai khawatir kapal bisa meledak jika api makin besar. Akhirnya mereka nekat melompat ke laut dengan segala risiko.
"Harus punya keberanian, daripada tidak meloncat pasti kita kebakaran dan meninggal di dalam (kapal)," ujar Rio.
Meski demikian, tidak semua penumpang kapal berani melompat ke laut. Seperti salah seorang bule asing yang ketakutan saat diajak melompat dari kapal.
Rio malah menduga banyak penumpang yang meninggal karena tidak berani keluar melompat dari kapal. Menurut dugaan dan info yang didapatkannya, sekitar tiga orang meninggal, termasuk bule yang tidak berani melompat. Meski demikian, data resmi baru 1 orang yang dinyatakan meninggal.
"Di Lembar itu hanya dua tiga orang (sedikit korban), sedangkan penumpang itu banyak," katanya.
Baca juga: ASDP Dukung Upaya Evakuasi Penumpang KMP Putri Yasmin dengan Mengerahkan KMP Portlink II
Korban mengungkapkan bahwa mereka terombang-ambing di laut dalam waktu yang cukup lama, bahkan hingga berjam-jam.
Dalam situasi tersebut, penumpang saling bantu, meskipun ada juga yang terpisah dari anggota keluarganya saat melompat.
Mereka juga sempat melihat kapal lain yang melintas di dekat lokasi, namun kapal tersebut tidak memberikan bantuan meskipun mereka sudah meminta tolong.
Proses Evakuasi
Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin yang melayani rute Padangbai-Lembar dilaporkan mengalami kebakaran di perairan Selat Lombok, Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 04.00 WITA.
Kebakaran tersebut membuat penumpang harus dievakuasi dari kapal. Proses evakuasi turut dikabarkan dibantu KMP Port Link II yang kebetulan melintas di sekitar lokasi kejadian.
Tim SAR gabungan bersama unsur terkait merespons kejadian dengan mengerahkan sejumlah kapal evakuasi.
Sekitar dua jam setelah kejadian, dilaporkan sudah ada enam kapal yang berada di sekitar lokasi untuk melakukan evakuasi.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 173 penumpang berhasil dievakuasi dan dibawa menuju Pelabuhan Lembar maupun Padang Bai.
Pihak berwenang mencatat terdapat satu korban meninggal dunia dan beberapa korban luka-luka yang langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak terkait (KNKT).