- Koalisi yang beranggotakan 41 negara mengeluarkan peringatan kepada negara-negara yang memiliki senjata nuklir.
Peringatan itu tertuang dalam pernyataan bersama di Konferensi Perlucutan Senjata di Swiss pada Selasa (11/8/2026).
Pernyataan bersama yang dirilis Misi AS untuk Organisasi Internasional tersebut menyoroti pentingnya keterbukaan dan kepatuhan terhadap Kode Etik Den Haag Melawan Proliferasi Rudal Balistik (HCOC).
Pernyataan ini muncul setelah China mengeklaim berhasil melakukan uji peluncuran rudal strategis dari kapal selam nuklir pada Juli 2026.
Sayangnya, uji coba itu dilakukan hanya beberapa jam setelah China memberi tahu sejumlah negara Pasifik tentang rencana tersebut.
Ini menandai uji coba rudal strategis kedua China sejak menembakkan rudal balistik antarbenua (ICBM) ke Samudra Pasifik pada September 2024.
Koalisi itu berjanji untuk meminta pertanggungjawaban negara-negara jika tindakan mereka tidak memenuhi tanggung jawab internasional.
Namun, Duta Besar China untuk Urusan Perlucutan Senjata, Li Chijiang, menolak pernyataan tersebut.
Ia menekankan, modernisasi pertahanan China yang sah dan masuk akal tidak boleh dipertanyakan.