TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Mobil tangki water cannon milik Polres Jembrana dikerahkan menuju wilayah Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, Jembrana, Rabu (12/8).
Adalah proses penyaluran air bersih ke warga di Banjar Benel yang terdampak musim kemarau yakni kekeringan hingga kesulitan akses air bersih sejak satu pekan belakangan ini. Total air bersih yang disalurkan sebanyak 12.000 liter atau dua tangki mobil taktis tesebut.
Selain menyalurkan ke bak penampungan milik warga setempat, mobil tangki tersebut juga kerap berhenti di depan rumah warga yang sudah menyediakan penampungan seperti ember maupun galon air.
Baca juga: Tiga Orang Luka-luka Usai Kecelakaan di Jembrana Bali, Sugiadnyani Alami Cedera Kepala Berat
"Total 12.000 liter air bersih yang kita salurkan hari ini di Banjar Benel," kata Kasat Samapta Polres Jembrana, AKP I Nyoman Arnama saat dikonfirmasi, Rabu 12 Agustus 2026.
AKP Arnama menyebutkan, penyaluran air bersih sendiri akan terus dilakukan sesuai laporan yang diterima. Warga yang terdampak kekeringan dan membutuhkan air bersih bisa segera melapor ke bhabinkamtibmas setempat untuk segera ditindaklanjuti.
"Di lokasi ini ada puluhan KK yang mulai terdampak kekeringan yakni kesulitan air bersih. Kedepannya setiap laporan yang masuk akan diupayakan dibantu pendistribusiannya," tandasnya.
Baca juga: Kebakaran Dapur Rumah Warga di Jembrana Bali, Warga Cium Bau Gosong Sebelum Api Membesar
Terpisah, Kelian Banjar Benel, I Gede Sunarianta menyebutkan, total warga yang terdampak kekeringan adalah sebanyak 90 KK. Tentunya distribusi air bersih ini sangat bermanfaat untuk warga yang kesulitan air bersih terutama untuk minum dan memasak sepekan belakangan ini.
"Air bersih ini kita manfaatkan untuk minum dan memasak. Di luar itu kita upayakan untuk mencari tempat lain misalnya sungai atau lainnya," sebutnya.
Kedepannya, kata dia, pihaknya akan meminjam tandon atau bak penampungan air yang bakal dipasang atau diletakan di pinggir jalan utama. Selain mempermudah warga mengambil air juga mempermudah bagi para pihak yang hendak menyalurkan air bersih.
"Kami harap kedepannya masyarakat tak lagi kesulitan air bersih. Tahun ini kemarau ekstrem ini memang sangat berdampak ke kita," harapnya. (*)