Proyek P3-TGAI Rp 48 M di Aceh Tenggara, Syafrepi Hasibuan: Kalau Tak Bagus Dikerjakan, Kita Bongkar
Mawaddatul Husna August 13, 2026 06:51 AM

Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi |Aceh Tenggara

TribunGayo.com, KUTACANE - Sebanyak 247 lokasi proyek Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) dibangun di Aceh Tenggara, Provinsi Aceh.

Proyek ini menyedot anggaran rakyat dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 48.165.000.000 atau Rp 48 miliar lebih.

Setiap titik proyek P3-TGAI merupakan Pokir atau aspirasi dari anggota DPR RI itu dialokasikan anggaran APBN mencapai Rp 195 juta yang dikucurkan ke masing-masing kelompok tani yang mengerjakan langsung proyek tersebut.

"Kalau proyek P3-TGAI dikerjakan tidak berkualitas, tak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) atau spek fisik, kita akan minta dibongkar," kata PPK Operasi dan Pemeliharaan SDA-II Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS 1) Aceh, Syafrepi Hasibuan kepada TribunGayo.com, Rabu (12/8/2026).

Dikatakan proyek tersebut merupakan aspirasi Komisi V DPR RI dari Partai Keadaan Sejahtera (PKS), Partai Demokrat, Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Gerindra dan Partai PKB. 

Dan, proyek P3-TGAI ini didominasi aspirasi dari Partai PKB dan PKS.

Menurutnya, dalam pekerjaan proyek tersebut harus benar-benar dikerjakan oleh masing-masing kelompok tani.

Jadi kepada masyarakat agar melakukan pengawasan terhadap pekerjaan proyek tersebut agar sesuai dengan juknis dan RAB.

Sehingga proyek P3-TGAI yang dikerjakan itu hasilnya berkualitas karena proyek itu untuk masyarakat. 

"Dan pekerjaan tetap melibatkan Konsultan Manajemen Balai (KMB).

Jadi, masyarakat, maupun insan pers (jurnalis) apabila ada menemukan indikasi pekerjaan yang tak berkualitas atau adanya kejanggalan pada pekerjaan proyek senilai Rp 195 juta dari dana APBN setiap satu lokasi.

Kita minta maayarakat silakan disampaikan ke pihak BWSS 1 Aceh. Kalau pekerjaan tak sesuai, kita minta proyek P3-TGAI itu untuk dibongkar," katanya.

Lanjutnya, dalam pekerjaan proyek P3-TGAI itu, sebelum dimulai terhadap 247 titik yang tersebar di Aceh Tenggara itu, pihaknya telah melayangkan surat secara resmi ke dinas terkait.

46 Titik Dibangun Irigasi Perpompaan, GeRAK Aceh Minta Awasi Selektif

Seperti diketahui sebelumnya juga, saat ini sedang dibangun sebanyak 46 titik irigasi Perpompaan yang tersebar di 10 kecamatan dalam Kabupaten Aceh Tenggara.

Proyek yang mulai dikerjakan pada tahun 2026 dialokasikan anggaran dari APBN- BANPEM.

Koordinator Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh Askhalani SHI, mengatakan, proyek irigasi perpompaan ini agar benar-benar diawasi oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh bersama Kejari Aceh Tenggara mulai dari pekerjaan hingga pemanfaatan proyek tersebut.

Ini penting sekali agar seluruh proyek yang dibangun dari uang rakyat yang bersumber dari dana APBN -BANPEM ini benar-benar sesuai spek proyek.

Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan berkualitas serta dapat dimanfaatkan masyarakat petani dan pekebun di Aceh Tenggara.

"Pengawasan dari awal pekerjaan penting dilakukan agar proyek yang dikerjakan berkualitas dan tidak terlantar serta sesuai RAB," kata Askhalani SHI.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Aceh Tenggara Riskan SP, membenarkan 46 titik mulai dibangun perpompaan irigasi yang bersumber dari dana APBN -BANPEM. (*) 

Baca juga: Harga Kakao Kering di Aceh Tenggara Anjlok Menjadi Rp 80.000 per Kilogram

Baca juga: Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Ringkus Pengedar Sabu, Barang Bukti 0,36 Gram Diamankan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.