Viral Terpopuler: Kurir Rugi Rp4,4 Juta usai COD HP hingga Tukang Cukur Diintimidasi Perkara Bendera
Ani Susanti August 13, 2026 07:31 AM

Diawali dengan seorang kurir ekspedisi di Palembang, Sumatera Selatan menanggung kerugian setelah mengantarkan paket ponsel senilai Rp4,4 juta kepada seseorang yang mengaku sebagai dosen.

Selanjutnya seorang bocah berusia 6 tahun di Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara mengalami penelantaran setelah tinggal bersama ayahnya yang disebut mengalami gangguan kejiwaan atau ODGJ.

Terakhir Nurhidayat alias Abuy, tukang cukur asal Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, masih diliputi kekhawatiran setelah video dirinya saat diduga diintimidasi untuk memasang bendera Merah Putih menyebar luas di media sosial.

Berikut selengkapnya:

Baca juga: Viral Terpopuler: Pasangan Kekasih Begal Polisi hingga Guru Honorer Nangis Dapat Motor dari Igun

Kurir Rugi Rp4,4 Juta usai COD Handphone Pesanan Oknum Dosen, Panik Uang Tak Kunjung Ditransfer

Modus penipuan dengan sistem cash on delivery (COD) kembali memakan korban.

Kali ini, seorang kurir ekspedisi di Palembang, Sumatera Selatan harus menanggung kerugian setelah mengantarkan paket ponsel senilai Rp4,4 juta kepada seseorang yang mengaku sebagai dosen.

Korban diketahui bernama Rico (36), warga Lorong Aman, Kecamatan Plaju, Palembang.

Kasus tersebut kemudian dilaporkan Rico ke Polrestabes Palembang.

Peristiwa bermula ketika Rico mendapat tugas mengantarkan paket ponsel dengan metode COD ke sebuah kampus di Jalan Mayjen HM Ryacudu, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I (SU I), Palembang.

Paket itu diantar pada Selasa (11/8/2026) sekitar pukul 12.04 WIB.

Setibanya di lokasi, Rico bertemu dengan seseorang yang mengaku sebagai dosen di kampus tersebut.

Namun, setelah proses penyerahan paket berlangsung, situasi justru berubah menjadi masalah bagi Rico. 

BACA SELENGKAPNYA >>

Bocah 6 Tahun Makan dari Sisa Sampah karena Kondisi Mental Ayah, Kini Dapat Tempat Tinggal Layak

Kisah seorang bocah berusia 6 tahun di Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mengundang perhatian warga.

Ia diduga mengalami penelantaran setelah tinggal bersama ayahnya yang disebut mengalami gangguan kejiwaan atau ODGJ.

Kondisi bocah tersebut diketahui setelah warga kerap melihatnya tidur di berbagai tempat tanpa pengawasan.

Untuk memenuhi kebutuhan makan, ia bahkan disebut beberapa kali mengambil sisa makanan dari tong sampah.

Warga kemudian membawa bocah tersebut ke Polsubsektor Sebatik Tengah.

Setelah mendapat penanganan awal, anak itu dijemput oleh Pekerja Sosial (Peksos) dari Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Nunukan.

Kabid Rehabilitasi Sosial DSP3A Nunukan, Yarius, mengatakan kondisi pengasuhan di rumah tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Ayah kandung bocah tersebut diduga mengalami gangguan kejiwaan sehingga belum dapat memenuhi fungsi pengasuhan secara optimal.

BACA SELENGKAPNYA >>>

Tukang Cukur Ketakutan hingga Tak Bisa Tidur usai Viral Diintimidasi Pasang Bendera, Malu ke Istri

Nurhidayat alias Abuy, tukang cukur asal Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, masih diliputi kekhawatiran setelah video dirinya saat diduga diintimidasi untuk memasang bendera Merah Putih menyebar luas di media sosial.

Abuy mengaku kejadian tersebut membuat pikirannya terus dihantui rasa takut.

Bahkan, pada Minggu, ia mengaku kesulitan tidur karena khawatir mendapat reaksi negatif dari warganet.

"Hari Minggu terus terang enggak bisa tidur, kepikiran takut jempol netizen, takut salah ngomong bahaya," kata Abuy saat ditemui Kompas.com, Rabu (12/8/2026).

Pria yang berasal dari Kecamatan Pamijahan itu awalnya tidak mengetahui video tersebut telah menjadi viral.

Ia baru menyadarinya setelah sang istri menerima pesan melalui WhatsApp.

"Saya ge sempat malu ke istri," tuturnya.

Namun, setelah mendapat masukan dari keluarga dan teman-temannya, Abuy mulai kembali percaya diri.

Ia juga melihat banyak pengguna media sosial yang justru memberikan dukungan kepadanya.

"Ternyata netizen pro-na ka urang (saya), saya jadi PD kan, aman cenah (kata) orang," ungkapnya.

Meski sempat tidak terima karena direkam dan videonya kemudian viral, Abuy memilih meminta maaf dan memberikan klarifikasi terkait ucapannya "belum merdeka".

BACA SELENGKAPNYA >>>

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.