Viral Challenge Hafalan Al-Quran Hadiah Miras di Ancol, Pramono Murka Minta Diproses Hukum: Sensitif
Listusista Anggeng Rasmi August 13, 2026 08:06 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara terkait dugaan kegiatan di kawasan Ancol, Jakarta Utara, yang menjadikan hafalan Al-Qur'an sebagai tantangan dengan hadiah minuman keras (miras).

Menurut Pramono, kegiatan semacam itu tidak bisa dipandang sebagai hiburan biasa karena menyangkut nilai-nilai yang sangat sensitif di tengah masyarakat.

Ia menilai penggunaan ayat maupun hafalan Al-Qur'an yang dikaitkan dengan hadiah minuman beralkohol berpotensi menimbulkan keresahan dan memicu polemik.

Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diminta bergerak cepat untuk menindaklanjuti persoalan tersebut sesuai ketentuan yang berlaku.

Pramono mengungkapkan dirinya telah memberikan instruksi kepada jajaran terkait agar segera mengambil langkah atas dugaan kegiatan tersebut.

"Saya sudah langsung kemarin kepada Pak Asisten Kesejahteraan Rakyat untuk ini diproses, diambil tindakan hukum," ujar Pramono saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Menurutnya, setiap aktivitas yang berpotensi memainkan isu keagamaan harus ditangani secara serius agar tidak memicu perpecahan di tengah masyarakat.

Pramono menegaskan bahwa Jakarta selama ini terus berupaya menjaga situasi yang aman, nyaman, serta kondusif bagi seluruh warganya tanpa membedakan latar belakang apa pun.

Ia berharap proses penanganan kasus tersebut dilakukan secara profesional sehingga seluruh fakta dapat terungkap dan memberikan kepastian hukum.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menegaskan komitmennya untuk menjaga kerukunan masyarakat dengan tidak memberikan ruang bagi kegiatan yang dinilai dapat menimbulkan kegaduhan maupun mengusik nilai-nilai yang dihormati publik.

Baca juga: Diduga Sopir Mengantuk, Truk Muatan Miras Terguling, Tutup Jalur Perbatasan Pekalongan-Pemalang

Ilustrasi miras - Tujuh orang warga Bangil Pasuruan Provinsi Jawa Timur mendadak meninggal dunia diduga setelah menggelar pesta minuman keras (miras) di acara pernikahan.
Ilustrasi miras - viral challenge hafalan Alquran dapat miras (Freepik.com)

Pramono: Tak Ada Kata Maaf

Pramono menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap pihak yang menggunakan isu agama secara tidak semestinya dalam kegiatan tersebut.

Ia menyebut persoalan agama merupakan hal yang sangat sensitif, sehingga harus dihormati dan tidak dijadikan bagian dari kegiatan yang berpotensi menyinggung keyakinan masyarakat.

"Kita enggak ada kata maaf untuk orang Jakarta yang sudah tenang, sejuk, aman, nyaman, orang bermain-main dengan agama yang menurut saya sangat sensitif sekali," tegasnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono sebagai bentuk respons pemerintah daerah setelah video kegiatan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.

Digelar di Kawasan Ancol

Pramono juga mengakui bahwa pihak pengelola Ancol kemungkinan tidak mengetahui adanya kegiatan tersebut.

Namun, menurut dia, hal itu tidak menghapus kebutuhan untuk menindaklanjuti kejadian tersebut karena lokasi kegiatan berada di kawasan Ancol.

"Walaupun saya tahu pasti Ancol enggak tahu sama sekali dengan peristiwa ini, tetapi apa pun kan ini terjadi di Ancol," ujarnya.

Pemprov DKI, kata Pramono, tetap meminta persoalan tersebut ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.

100 HARI KERJA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menggelar rapat dengan pihak terkait dalam mengembangkan Pulau Kucing di Kepulauan Seribu. (Dok. Pemprov Jakarta)

Viral Video Challenge Hafalan Al-Qur'an

Sebelumnya, sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan sebuah booth produk minuman beralkohol di salah satu festival musik menggelar challenge hafalan Al-Qur'an bagi pengunjung.

Dalam video tersebut, pengunjung ditantang menghafalkan salah satu surah dalam Al-Qur'an, yakni Surah Ad-Dhuha.

Pengunjung yang mampu menyelesaikan hafalan disebut mendapatkan imbalan yang diduga berupa minuman keras.

Seorang pengunjung kemudian terlihat melafalkan ayat-ayat Surah Ad-Dhuha satu per satu di depan booth tersebut.

Setelah menyelesaikan hafalannya, pengunjung tersebut mendapat tepuk tangan dari orang-orang yang berada di sekitar booth.

Video itulah yang kemudian memicu perhatian dan respons dari berbagai pihak, termasuk Pemprov DKI Jakarta.

Pramono memastikan persoalan tersebut tidak akan dibiarkan begitu saja dan meminta agar dugaan pelanggaran yang terjadi ditindaklanjuti melalui mekanisme hukum yang berlaku

(Tribunnewsmaker.com/ Wartakotalive/ Yolanda Putri Dewanti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.