TRIBUN-TIMUR.COM — Politeknik Bosowa (Poltekbos) dan Sekolah Vokasi Universitas Terbuka (UT) memperkuat kerja sama di bidang pendidikan vokasi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang dirangkaikan dengan kegiatan benchmarking di Kampus Poltekbos, Makassar, Rabu (12/8/2026).
Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperluas kolaborasi kedua institusi dalam pengembangan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Penandatanganan MoU dihadiri Direktur Poltekbos Dr Ir Isminarti bersama jajaran pimpinan Poltekbos. Dari Universitas Terbuka hadir Direktur Sekolah Vokasi UT Dr Mohamad Yunus, Wakil Direktur I Bidang Akademik Sekolah Vokasi UT Dr Tuti Purwoningsih serta Direktur UT Makassar Prof Dr H Abdul Rahman Rahim.
Ruang lingkup kerja sama mencakup penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta pengembangan program akademik yang menyesuaikan perkembangan kebutuhan dunia kerja.
Dorong Kolaborasi yang Memberikan Dampak Nyata
Direktur Politeknik Bosowa, Dr Ir Isminarti menyampaikan bahwa kerja sama dengan Sekolah Vokasi Universitas Terbuka merupakan bagian dari komitmen Poltekbos dalam memperluas jejaring kemitraan dan meningkatkan kualitas pendidikan vokasi.
Menurutnya, kolaborasi antarlembaga pendidikan menjadi penting untuk membuka ruang pertukaran pengalaman, pengembangan inovasi, sekaligus menciptakan program yang memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa dan institusi.
“Kolaborasi menjadi langkah penting untuk saling menguatkan dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang berkualitas. Kami percaya, melalui sinergi dengan Sekolah Vokasi Universitas Terbuka, akan lahir berbagai inovasi dan program kolaboratif yang mampu meningkatkan kompetensi mahasiswa, kualitas dosen, serta tata kelola institusi,” ujarnya.
Ia berharap kerja sama yang telah disepakati tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dapat diwujudkan melalui berbagai program yang konkret dan berkelanjutan.
Sekolah Vokasi UT Perkuat Ekosistem Pendidikan Vokasi
Direktur Sekolah Vokasi Universitas Terbuka, Dr Mohamad Yunus menyambut positif terjalinnya kerja sama dengan Poltekbos.
Ia menilai kemitraan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan vokasi sekaligus memperluas ruang kolaborasi antarperguruan tinggi.
“Kami sangat mengapresiasi sambutan dan komitmen Politeknik Bosowa dalam membangun kolaborasi ini. Melalui MoU ini, kami berharap kedua institusi dapat saling berbagi pengalaman, memperkuat inovasi pembelajaran, serta mengembangkan berbagai program bersama,” kata Mohamad Yunus.
Menurutnya, sinergi antara Sekolah Vokasi UT dan Poltekbos diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan vokasi, khususnya dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.
Benchmarking Jadi Ruang Berbagi Praktik Baik
Setelah penandatanganan MoU, kegiatan dilanjutkan dengan benchmarking yang melibatkan jajaran pimpinan kedua institusi.
Kegiatan ini menjadi forum untuk saling bertukar pengalaman dan praktik baik dalam pengelolaan pendidikan tinggi vokasi.
Pembahasan mencakup berbagai aspek, mulai dari tata kelola kelembagaan, pengembangan kurikulum berbasis kompetensi, sistem penjaminan mutu, peningkatan kualitas pembelajaran, hingga strategi membangun dan memperkuat kemitraan dengan dunia industri.
Dalam forum tersebut, kedua institusi juga mengeksplorasi sejumlah peluang implementasi kerja sama, seperti penelitian bersama, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan program akademik, peningkatan kapasitas SDM, serta berbagai kegiatan lain yang mendukung penguatan pendidikan vokasi.
Kehadiran Direktur UT Makassar Prof Abdul Rahman Rahim bersama jajaran Sekolah Vokasi UT dalam kegiatan tersebut turut memperkuat komitmen UT untuk membangun jejaring dan kolaborasi pendidikan di tingkat daerah maupun nasional.
Kerja sama antara Poltekbos dan Sekolah Vokasi UT diharapkan menjadi awal dari lahirnya berbagai program kolaboratif yang lebih konkret.
Melalui sinergi kelembagaan, pertukaran pengetahuan, serta penguatan keterhubungan antara pendidikan dan kebutuhan industri, kedua institusi berupaya mendorong lahirnya lulusan vokasi yang kompeten, adaptif, dan siap menghadapi dinamika dunia kerja.
Kolaborasi ini sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga pendidikan dalam menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan industri yang terus berkembang, sekaligus memperkuat peran pendidikan vokasi dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.(*)