Kondisi 423 Siswa dan Guru SMPN 1 Trenggalek Diare usai Makan MBG Mulai Pulih, Dinkes Usut SPPG
Sarah Elnyora Rumaropen August 13, 2026 10:00 AM

Laporan Reporter SURYAMALANG.COM, Madchan Jazuli 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK - Kondisi 404 siswa dan 19 guru SMPN 1 Trenggalek yang mengalami mual hingga diare usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan mulai berangsur membaik.

Puskesmas Trenggalek memastikan mayoritas korban hanya mengalami gejala ringan dan hingga kini belum ada pasien yang membutuhkan penanganan intensif di rumah sakit.

Seiring proses pemulihan para korban, Dinas Kesehatan bersama pihak terkait mulai menelusuri dugaan keterlibatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Dapur MBG Tamanan sebagai penyedia makanan.

Puskesmas Pastikan Kondisi Pasien

Kepala Puskesmas Trenggalek, dr. Murti Rukiyandari, mengonfirmasi kondisi terbaru dari para pasien.

"Iya, intinya belum ada laporan kasus serius yang perlu penanganan intensif dirawat di RS atau puskesmas," ujar Murti saat dikonfirmasi, Kamis (13/8/2026).

Murti mengatakan, seluruh siswa dan guru yang dilaporkan mengalami diare kini telah berangsur membaik. Sementara itu, jumlah pasti warga sekolah yang mengalami keluhan masih dalam proses pendataan.

"Alhamdulillah, semua yang sakit diare dilaporkan sudah membaik. Untuk jumlah pastinya korban yang sakit atau mengalami keluhan diare masih terus berproses, mungkin angka pastinya baru bisa difiksasi besok," ulasnya.

Mayoritas Keluhan Diare Ringan 

Sebelumnya, berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak sekolah, dr. Murti mengaku ada 404 siswa dan 19 guru atau tenaga pendidik mengalami keluhan sakit perut disertai diare sejak Selasa malam hingga Rabu pagi.

"Mayoritas keluhan yang dialami tergolong diare ringan," paparnya.

Murti mengulas hasil pemantauan juga menunjukkan sebagian besar siswa telah berangsur pulih dan belum ada yang memerlukan perawatan intensif.

Baca juga: Penipuan Jual Beli Ompreng MBG di Trenggalek, Korban Rugi Rp 800 Juta, Polisi Periksa Lima Saksi

Puskesmas Trenggalek bersama pihak sekolah masih melakukan pemantauan kondisi siswa dan berkoordinasi dengan wali murid.

"Itu dilakukan untuk memastikan siswa yang membutuhkan penanganan lebih lanjut segera mendapatkan layanan kesehatan," tandasnya.

Dinas Kesehatan dan Puskesmas Trenggalek juga melakukan penelusuran terhadap sumber yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut, termasuk berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait makanan dari Dapur MBG Tamanan.

Aroma Makanan Diduga Kurang Sedap

Ratusan siswa SMPN 1 Trenggalek beserta guru-guru merasakan mual dan diare usai menyantap MBG pada Selasa (11/8/2026) lalu.

Salah satu Pembantu Guru SMPN 1 Trenggalek, Fathurrahman DAG, mengatakan dirinya tidak menyantap MBG yang dibagikan pada Selasa.

Akan tetapi, Fathurrahman mendapat informasi dari sejumlah siswa dan guru terdapat makanan yang diduga memiliki aroma kurang sedap.

"Itu dibuka sepertinya seperti sate ayam, saya juga tidak tahu. Terus aslinya ada beberapa yang ngomong mambu, tapi ada yang bilang itu tidak mambu, ya begini ini bumbunya," terang Fathurrahman saat dikonfirmasi, Rabu (12/8/2026).

Baca juga: SPPG Tanpa SLHS Terancam Ditutup, Satgas MBG Catat di Bangkalan Ada 7 Dapur MBG Tanpa SLHS

Menurutnya, sejumlah siswa dan guru sempat mencicipi makanan tersebut, bahkan ada yang hanya makan sedikit, tetapi kemudian ikut merasakan keluhan pada malam harinya.

"Terus setelah selesai itu tadi makan. Aslinya ada beberapa yang sadar ini mambu, makan secuil sebenarnya, terus ada yang makan, guru pun juga ada yang makan secuil. Anak-anak ada beberapa," ujarnya.

Siswa Dipulangkan dan UKS Dipadati Pasien

Fathurrahman mengatakan, keluhan mulai muncul pada Selasa sekitar waktu Magrib hingga setelah Isya. Sejumlah siswa kemudian mengaku tidak dapat tidur karena mengalami sakit perut.

"Anak-anak banyak yang bilang, anu Pak, saya tadi malam tidak bisa tidur. Lha kenapa, 'Nang WC dua kali' dan itu pun yang keluar itu air, intinya seperti itu," tuturnya.

Kondisi tersebut berlanjut pada Rabu pagi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, banyak siswa meminta izin untuk pergi ke kamar mandi dan sejumlah guru juga dilaporkan mengalami keluhan yang sama.

"Pun juga bapak ibu guru juga ada yang kena. Sampai sakit, ada yang beli degan, sampai minum diare diapet. Nah, yang cicip itu juga kena padahal sedikit, tidak makan semua," ungkapnya.

Baca juga: Pernyataan Seskab Teddy Sebut MBG Tak Ambil Dana Pendidikan Dijawab MK, P2G: Ternyata Kita Benar

Akibat jumlah siswa yang mengalami keluhan cukup banyak dan kondisi toilet sekolah terbatas, pihak sekolah akhirnya memulangkan siswa yang mengalami sakit perut lebih awal.

"Anak-anak banyak yang mengeluh, namanya WC di sekolah tidak seberapa banyak, akhirnya dipulangkan. Jam 10 tadi dipulangkan yang sakit perut. Ya hampir setengahnya, ya hampir banyak yang pulang," ulasnya.

Fathurrahman menyebut, keluhan tersebut terjadi di sejumlah kelas. Siswa kelas IX, kelas VIII, hingga beberapa guru dilaporkan mengalami sakit perut.

"Banyak semua kelas tadi saya menemui kelas 9 ada yang kena, kelas 8 ada yang satu kelas, ada yang guru-gurunya kena. Kasihan," terangnya.

Baca juga: Keracunan MBG di Tulungagung, Hanya 69 SPPG yang Punya SLHS, 30 SPPG dalam Proses Pengajuan

Fathurrahman menambahkan, pihak sekolah mempersilakan bagi siswa maupun guru yang ragu untuk tidak menyantap makanan MBG yang datang berikutnya. Bagi yang merasa yakin, tetap diperbolehkan memakan.

"Terus ini MBG datang banyak yang tidak makan dan ada yang makan. Bagi yang yakin silakan makan," ucapnya.

Fathurrahman menambahkan, sejumlah orang yang mengalami keluhan mengaku sulit tidur karena perut terasa mulas.

Hingga Rabu siang, pihak sekolah masih melakukan penanganan terhadap siswa dan guru yang mengeluhkan kondisi tersebut.

Unit Kesehatan Siswa (UKS) di sekolah pun penuh dengan anak-anak yang meminta obat agar tidak diare lagi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.