Profil Aida S Budiman, Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Usulan Prabowo
Arthur Gideon August 13, 2026 11:30 AM

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengajukan nama Aida S Budiman sebagai calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI). Sosok ekonom senior Bank Indonesia ini memiliki pengalaman panjang di bidang kebijakan moneter, hubungan internasional, hingga koordinasi bauran kebijakan nasional dan internasional.

Ketua DPR RI Puan Maharani mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada DPR RI terkait pengisian sejumlah posisi strategis di Bank Indonesia.

“Kemarin Pak Mensesneg (Menteri Sekretaris Negara) sudah mengirimkan surat kepada pimpinan DPR dari Presiden yang disampaikan oleh Mensesneg kepada pimpinan DPR,” kata Puan di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Menurut Puan, pemerintah mengusulkan Aida S Budiman untuk mengisi jabatan Deputi Gubernur Senior BI. 

Aida S Budiman lahir di Bogor pada 1965. Ia menempuh pendidikan Sosial Ekonomi Pertanian Agribisnis di Institut Pertanian Bogor (IPB) dan lulus pada 1987.

Setelah itu, Aida melanjutkan studi ke University of Southern California dan meraih gelar Master of Arts in Economics pada 1996. Pendidikan doktoralnya ditempuh di Claremont Graduate University, Amerika Serikat, dan berhasil meraih gelar Ph.D di bidang Ekonomi pada 2001.

Latar belakang pendidikan tersebut menjadi fondasi bagi perjalanan kariernya yang banyak berkaitan dengan perumusan kebijakan moneter dan ekonomi makro.

 

Berkarier di Bank Indonesia Sejak 1991

Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman dalam konferensi pers pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2024 di Gedung Thamrin Bank Indonesia, Rabu (22/5/2024). (Tira/Liputan6.com)
Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman dalam konferensi pers pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2024 di Gedung Thamrin Bank Indonesia, Rabu (22/5/2024). (Tira/Liputan6.com)

Dikutip dari laman Bank Indonesia, Aida memulai kariernya di Bank Indonesia pada 1991 sebagai staf Analis Inflasi dan Proyeksi Perekonomian Indonesia.

Selama lebih dari tiga dekade berkarier di BI, ia menempati berbagai posisi strategis, terutama di bidang kebijakan ekonomi dan moneter.

Beberapa jabatan penting yang pernah diembannya di Bank Indonesia antara lain:

  • Kepala Departemen Internasional (2014–2018)
  • Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (2018)
  • Asisten Gubernur membawahi Kebijakan Strategis Sektor Moneter, Bauran Kebijakan Bank Indonesia, dan Sinergi dengan Bauran Kebijakan Nasional (2020–2022)

Aida kemudian resmi menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 147/P Tahun 2021 tanggal 24 Desember 2021.

Ia mengucapkan sumpah jabatan pada 6 Januari 2022 dengan masa jabatan hingga 2027.

 

Pernah Mewakili 13 Negara di IMF

Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman dalam konferensi pers pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2024 di Gedung Thamrin Bank Indonesia, Rabu (22/5/2024). (Tira/Liputan6.com)
Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman dalam konferensi pers pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mei 2024 di Gedung Thamrin Bank Indonesia, Rabu (22/5/2024). (Tira/Liputan6.com)

Selain pengalaman di dalam negeri, Aida juga memiliki rekam jejak internasional yang cukup kuat.

Dikutip dari laman LPS, pada 2010–2012, ia menjabat sebagai Wakil Direktur Eksekutif International Monetary Fund (IMF) pada South East Asia Voting Group (SEAVG) Office yang mewakili 13 negara anggota.

Dalam posisi tersebut, Aida banyak menangani isu pengelolaan arus modal (capital flows management) dan implikasinya bagi negara-negara berkembang.

Ia juga kerap mewakili Bank Indonesia dalam berbagai working group internasional, baik pada forum bilateral, regional, maupun multilateral.

 

Terlibat dalam Strategi Nasional dan Financial Safety Net

Di tingkat nasional, Aida tercatat terlibat dalam sejumlah penyusunan kebijakan strategis, antara lain:

  • Strategi nasional pengembangan sektor industri dan pariwisata,
  • Pengembangan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF),
  • Financial Safety Net,
  • Penggunaan mata uang regional, serta
  • Strategi peningkatan peringkat (rating) Indonesia.

Saat ini Aida juga menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) secara ex-officio.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.